Rabu, 24 April 2019 | 17.48 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Teknologi>Danau Subglasial seluas Jakbar di Antartika dibor ilmuwan

Danau Subglasial seluas Jakbar di Antartika dibor ilmuwan

Sabtu, 5 Januari 2019 - 22:29 WIB

IMG-3680

Laut Antartika.

JAKARTA, kini.co.id – ILMUWAN yang tergabung dalam proyek Subglacial Antarctic Lakes Scientific Access (SALSA) melakukan pengeboran dengan kedalaman hampir 1,1 kilometer di danau subglasial Mercer yang berada di dalam Antartika.

Pengeboran dilakukan untuk menguak adanya kehidupan bawah air danau subglasial Mercer yang menyimpan tabir rahasia dan membuat ilmuwan penasaran.

Setelah dibor sedalam itu, peneliti berhasil menemukan fakta bahwa danau Mercer memiliki ukuran dua kali dari pulau Manhattan yang memiliki luas 8.750 kilometer persegi atau kurang lebih sama dengan luas wilayah Jakarta Barat.

Rencananya ilmuwan akan menurunkan perangkat robotik yang dibekali tangan dan kamera untuk menjelajah hingga mengambil sampel di danau Mercer.

Misi ini dilakukan untuk mengukur kedalaman danau, temperatur air, dan informasi lainnya. Lubang hasil pengeboran akan memberikan kesempatan bagi para ilmuwan untuk mempelajari adanya kehidupan mitroba yang berada di kedalaman Antartika.

“Kami tidak tahu apa yang akan terjadi di sana. Itulah yang membuatnya sangat menyenangkan,” kata pemimpin proyek dan seorang ahli ekologi di Montana State University John Priscu seperti dilansir IFL science.

Tak hanya itu, tim ilmuwan juga berharap bisa menemukan makhluk hidup yang mendiami danau Mercer. Hal ini lantaran ilmuwan berasumsi apabila menemukan makhluk hidup di lokasi tersebut maka bisa hidup di kondisi-kondisi ekstrem luar angkasa.

“Kita perlu mulai membangun pengetahuan kita, karena ternyata ini adalah ekosistem luas yang sepenuhnya belum dijelajahi,” kata seorang ilmuwan kutub di Louisiana State University Peter Doran.

Sebelumnya pada 2013, para ilmuwan juga mengebor danau subglasial Whillans yang juga berada di Antartika. Ilmuwan menemukan danau Whillans menjadi rumah bagi sekelompok spesies bakteri yang berbeda.

Berada sekitar 800 meter (2.624 kaki) di bawah es, sinar matahari tidak mampu menembus ke danau Whillans. Oleh karena itu organisme tidak mendapatkan energi dari proses fotosintesis.

Para ilmuwan mencurigai bakteri ini adalah bakteri chemotrophic yang memperoleh energi melalui reaksi kimia dengan mineral, seperti bakteri yang ditemukan di lingkungan ekstrem lainnya di Bumi.

Danau subglasial merupakan danau yang diperkirakan terbentuk sejak jaman purba oleh alam. Ada sekitar 400 danau subglasial yang ditemui di dunia, kebanyakan ditemui di daerah seperti Antartika dan beberapa di Greenland.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Teknologi - Senin, 28 Januari 2019 - 14:37 WIB

Institut Pertanian Bogor dukung Kementan untuk program Kedauladan Pangan

INSTITUT Pertanian Bogor (IPB) terus mengembangkan inovasi untuk ikut mendukung program Kementerian Pertanian untuk Kedauladan Pangan. Hal itu dilakukan melalui ...
Ilmiah - Senin, 21 Januari 2019 - 14:27 WIB

Jangan lewatkan Supermoon malam ini

KEJADIAN alam yang disebut supermoon atau bulan purnama super akan terlihat di langit nusantara malam ini. Ada hal yang menarik, ...
Seluler - Senin, 21 Januari 2019 - 13:14 WIB

Diskon besar-besaran untuk iPhone SE

MOMENTUM peluncuran trio iPhone XS, XS Max, dan XR pada September 2018 lalu, perusahaan telepon genggam Apple mengumumkan penyetopan produksi ...
Tips - Minggu, 20 Januari 2019 - 12:03 WIB

Wow, rekening listrik pemilik mobil listrik dapat diskon

DALAM waktu dekat, PT PLN (Persero) berencana akan memberi potongan harga atau diskon pada rekening listrik atau diskon pada penggunaan ...
Ilmiah - Selasa, 15 Januari 2019 - 17:40 WIB

Pada 21 Januari, Indonesia alami supermoon

FENOMENA supermoon atau gerhana bulan total bisa diamati dari seluruh kawasan di Indonesia pekan depan. Kepala Lembaga Astronomi dan Penerbangan ...
Teknologi - Jumat, 11 Januari 2019 - 12:06 WIB

Pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Morowali diresmikan

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan peletakan batu pertama, yang menandai mulai dibangunnya ...