Jumat, 18 Januari 2019 | 17.00 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Ilmiah>Status awas Anak Krakatau adalah hoaks

Status awas Anak Krakatau adalah hoaks

Minggu, 30 Desember 2018 - 00:07 WIB

IMG-3676

Gunung Anak Krakatau.

JAKARTA, kini.co.id – BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tidak benar status Gunung Anak Krakatau telah meningkat jadi Awas atau level IV. Status gunung tersebut sampai saat ini masih berada di tingkat Siaga atau level III.

“Tidak benar informasi yang mengatakan status Gunung Anak Krakatau naik awas, bahkan tidak ada rencana menaikkan status gunungapi ke awas dengan kondisi saat ini. Jadi status Gunung Anak Krakatau tetap di level Siaga atau Level III,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulis, Sabtu (29/12).

Lebih lanjut Sutopo menjelaskan PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM telah menyatakan tubuh Gunung Anak Krakatau telah berubah akibat erupsi yang terus menerus.

Dari pengamatan visual dan pengukuran yang dilakukan, tinggi Gunung Anak Krakatau berubah dari 338 meter menjadi hanya 110 meter.

Selain itu volume Gunung Anak Krakatau juga menurun diperkirakan 150-180 juta meter kubik. Volume yang tersisa saat ini berkisar 40-70 juta meter kubik.

“Berkurangnya volume tubuh Gunung Anak Krakarau ini diperkirakan karena proses rayapan tubuh gunungapi yang disertai oleh laju erupsi yang tinggi dari 24 hingga 27 Desember,” tuturnya.

Sutopo mengatakan hingga kini penanganan darurat masih dilakukan dengan mengirimkan tim SAR gabungan. Mereka bertugas untuk mencari korban yang berada di bawah puing-puing material hanyutan tsunami serta di daerah pesisir pantai yang terdampak tsunami Selat Sunda.

Selain itu, tiga helikopter BNPB telah mengirim logistik ke beberapa desa di Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten.

“Tim SAR gabungan menemukan jenazah korban di sekitar pantai Pandeglang dan Serang. Penanganan pengungsi terus dilakukan dengan mengirim dan mendistribusikan bantuan logistik,” ucapnya.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Ilmiah - Selasa, 15 Januari 2019 - 17:40 WIB

Pada 21 Januari, Indonesia alami supermoon

FENOMENA supermoon atau gerhana bulan total bisa diamati dari seluruh kawasan di Indonesia pekan depan. Kepala Lembaga Astronomi dan Penerbangan ...
Teknologi - Jumat, 11 Januari 2019 - 12:06 WIB

Pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Morowali diresmikan

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan peletakan batu pertama, yang menandai mulai dibangunnya ...
Seluler - Sabtu, 5 Januari 2019 - 23:07 WIB

Oppo R17 Pro, smartphone mewah dengan deretan fitur canggih

VENDOR smartphone asal China Oppo, akhirnya merilis perangkat terbarunya di Indonesia yakni Oppo R17 Pro. Perangkat Oppo R17 Pro ini ...
Teknologi - Sabtu, 5 Januari 2019 - 22:29 WIB

Danau Subglasial seluas Jakbar di Antartika dibor ilmuwan

ILMUWAN yang tergabung dalam proyek Subglacial Antarctic Lakes Scientific Access (SALSA) melakukan pengeboran dengan kedalaman hampir 1,1 kilometer di danau ...
Ilmiah - Senin, 24 Desember 2018 - 17:28 WIB

Mbah Rono: Anak Krakatau belum stabil, rawan longsor

KONDISI badan Gunung Anak Krakatau masih belum stabil saat ini. Gunung api laut itu berpotensi kembali longsor dan menyebabkan tsunami ...
Teknologi - Jumat, 21 Desember 2018 - 21:46 WIB

Grab bakal dapat gelontoran dana Rp14,5 triliun dari Softbank

SOFTBANK Vision Fund dikabarkan akan kembali menyuntikkan dana sebesar Rp14,5 triliun atau sekitar US$1 miliar di Grab. Bahkan salah satu ...