Selasa, 26 Maret 2019 | 19.30 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Ilmiah>Mbah Rono: Anak Krakatau belum stabil, rawan longsor

Mbah Rono: Anak Krakatau belum stabil, rawan longsor

Senin, 24 Desember 2018 - 17:28 WIB

IMG-3673

Gunung Anak Krakatau.

JAKARTA, kini.co.id

KONDISI badan Gunung Anak Krakatau masih belum stabil saat ini. Gunung api laut itu berpotensi kembali longsor dan menyebabkan tsunami di sekitar Selat Sunda.

Praktisi mitigasi bencana geologi, Surono atau yang akrab disapa Mbah Rono menjelaskan, saat ini Gunung Anak Krakatau masih membangun tubuhnya untuk terus bertambah tinggi. Proses itu dilakukan dengan cara mengeluarkan material-material melalui letusan-letusan kecil.

“Tubuh Gunung Anak Krakatau dibangun terus menerus dari letusannya. Ia belum stabil, karena getaran tanpa henti dalam setahun penuh dan sebagainya,” kata Mbah Rono, Senin (24/12).

Ahli vulkanologi itu menyebut, material yang membentuk tubuh Gunung Anak Krakatau itu masih belum kuat dan stabil sehingga rawan terjadi longsor. Longsoran itu lah yang jatuh ke dalam laut dan mendorong air laut ke daratan di sekitar Selat Sunda dan membentuk tsunami.

“Karena masuk sekian juta meter kubik (longsoran) ke dalam laut, ada air yang harus dipindahkan sekian juta meter kubik pula. Maka terjadi tsunami, itu yang mungkin terjadi,” jelas Mbah Rono.

Sebagaimana diketahui, gelombang tinggi tsunami menerjang kawasan pantai Kabupaten Pandeglang, Banten dan Lampung Selatan, Lampung pada Sabtu (22/12) lalu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengonfirmasi, tsunami Selat Sunda terjadi akibat kepundan Gunung Anak Krakatau yang kolaps dan menyebabkan longsor ke dalam laut.

Meski tak diketahui waktunya secara pasti, lanjut Mbah Rono, longsoran Gunung Anak Krakatau itu masih berpotensi kembali terjadi.

Saat sedang membangun tubuhnya, stabilitas Gunung Anak Krakatau tak bisa dijamin. “Bisa saja longsor di sisi yang lain atau di tempat yang sama. Kapan dan besarnya tak bisa diprediksi,” ujar Mbah Rono.

Sebagai langkah mitigasi, Mbah Rono meminta masyarakat di sekitar Selat Sunda harus mengerti dan memahami ada ancaman dari longsoran Gunung Anak Krakatau. Selain itu, pemerintah juga disarankan untuk menata ruang di bibir pantai dengan baik sehingga aman dari tsunami.

Pemerintah juga harus menginformasikan kondisi Gunung Anak Krakatau sehingga masyarakat sekitar lebih waspada.

“Masyarakat silahkan aktivitas seperti biasa. Tapi, kita mesti lihat apakah masih ada potensi longsor, di sebelah mana, berapa juta meter kubik. Itu harus berdasarkan data yang kuat dan akurat,” ucap Mbah Rono.

Gunung Anak Krakatau sendiri diketahui mulai aktif sejak Juni 2018. Meski relatif kecil, namun gunung kerap mengalami erupsi hampir setiap hari selama periode tersebut.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Teknologi - Senin, 28 Januari 2019 - 14:37 WIB

Institut Pertanian Bogor dukung Kementan untuk program Kedauladan Pangan

INSTITUT Pertanian Bogor (IPB) terus mengembangkan inovasi untuk ikut mendukung program Kementerian Pertanian untuk Kedauladan Pangan. Hal itu dilakukan melalui ...
Ilmiah - Senin, 21 Januari 2019 - 14:27 WIB

Jangan lewatkan Supermoon malam ini

KEJADIAN alam yang disebut supermoon atau bulan purnama super akan terlihat di langit nusantara malam ini. Ada hal yang menarik, ...
Seluler - Senin, 21 Januari 2019 - 13:14 WIB

Diskon besar-besaran untuk iPhone SE

MOMENTUM peluncuran trio iPhone XS, XS Max, dan XR pada September 2018 lalu, perusahaan telepon genggam Apple mengumumkan penyetopan produksi ...
Tips - Minggu, 20 Januari 2019 - 12:03 WIB

Wow, rekening listrik pemilik mobil listrik dapat diskon

DALAM waktu dekat, PT PLN (Persero) berencana akan memberi potongan harga atau diskon pada rekening listrik atau diskon pada penggunaan ...
Ilmiah - Selasa, 15 Januari 2019 - 17:40 WIB

Pada 21 Januari, Indonesia alami supermoon

FENOMENA supermoon atau gerhana bulan total bisa diamati dari seluruh kawasan di Indonesia pekan depan. Kepala Lembaga Astronomi dan Penerbangan ...
Teknologi - Jumat, 11 Januari 2019 - 12:06 WIB

Pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Morowali diresmikan

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan peletakan batu pertama, yang menandai mulai dibangunnya ...