Jumat, 18 Januari 2019 | 16.55 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Teknologi>Grab bakal dapat gelontoran dana Rp14,5 triliun dari Softbank

Grab bakal dapat gelontoran dana Rp14,5 triliun dari Softbank

Jumat, 21 Desember 2018 - 21:46 WIB

IMG-3670

Pengemudi Grabbike.

JAKARTA, kini.co.id – SOFTBANK Vision Fund dikabarkan akan kembali menyuntikkan dana sebesar Rp14,5 triliun atau sekitar US$1 miliar di Grab.

Bahkan salah satu dari dua sumber yang identitasnya tak diungkapkan kepada Techcrunch bahkan mengatakan investasi disebut bernilai Rp21,7 triliun atau sekira US$1,5 miliar.

Pada Oktober lalu, Reuters juga sempat melaporkan bahwa Softbank sempat berencana menaruh investasi US$500 juta untuk Grab.

Investasi kali ini merupakan bagian dari programm pendanaan US$100 miliar atau sekitar Rp1,45 kuadriliun bagi startup di Asia Tenggara. Dalam beberapa bulan belakangan, Vision Fund membuat investasi signifikan pada perusahaan sebesar US$3 miliar. Salah satunya adalah pendanaan US$1 miliar pada September ke perusahaan India OYO. Pendanaan ini termasuk dan ayang diberikan oleh Grab.

Softbank diketahui juga menggelontorkan US$2 miliar untuk Coupang di Korea Selatan dan Tokopedia pada awal Desember lalu.

Dalam pendanaannya untuk Grab kali ini, terdapat pola yang selama ini dibuat Softbank. Dalam tiga kasus sebelumnya, Softbank sudah menjadi investor sebelumnya, lantas mereka mentransfer sahamnya ke Vision Fund, dan menggandakan investasinya lewat Vision Fund.

Berdasarkan laporan keuangan Vision Fund pada November lalu, melalui perusahaan itu Softbank berencana memindahkan sahamnya di perusahaan ride-hailing seperti Uber, Didi di China, Ola dan Grab. Namun belum jelas kapan hal ini akan diwujudkan.

Salah satu sumber mengatakan investasi di Grab bergantung pada transfer ekuitas yang akan dibuat. Hal serupa juga terjadi pada Tokopedia dan Coupang. Saham Softbank di kedua perusahaan itu ditransfer ke pendanaan di kuartal tiga 2018.

Softbank pertama kali membeli saham Grab pada 2014 senilai US$250 juta. Saat itu Grab mulai berkompetisi dengan Uber di Asia Tenggara. Tahun lalu, Softbank Vision Fund baru mengumpulkan investasi US$93 miliar dan menjadi pendanaan saham privat terbesar dunia.

Grab menargetkan bisa mengumpulkan pendanaan seri H dengan total US$3 miliar hingga akhir 2018. Baru-baru ini, Grab baru saja mengumpulkan pendanaan dari Toyota, Mirosoft, Yamaha Motors, Booking Holdings, dan berbagai perusahaan raksasa lainnya.

Grab beroperasi di delapan negara di Asia Tenggara dengan 130 juta unduhan dan lebih dari 2,5 miliar perjalanan. Perusahaan yang berbasis di Singapura ini mengakuisisi bisnis Uber di Asia Tenggara pada Maert silam dan porsi saham 27,5 persen di Grab.

Kabar pendanaan Softbank kali ini akan mendorong valuasi Grab menjadi US$11 miliar. Berdasarkan data Cruncbase, hingga saat ini Grab telah mengumpulkan sekitar US$6,8 miliar dari berbagai investor.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Ilmiah - Selasa, 15 Januari 2019 - 17:40 WIB

Pada 21 Januari, Indonesia alami supermoon

FENOMENA supermoon atau gerhana bulan total bisa diamati dari seluruh kawasan di Indonesia pekan depan. Kepala Lembaga Astronomi dan Penerbangan ...
Teknologi - Jumat, 11 Januari 2019 - 12:06 WIB

Pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Morowali diresmikan

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan peletakan batu pertama, yang menandai mulai dibangunnya ...
Seluler - Sabtu, 5 Januari 2019 - 23:07 WIB

Oppo R17 Pro, smartphone mewah dengan deretan fitur canggih

VENDOR smartphone asal China Oppo, akhirnya merilis perangkat terbarunya di Indonesia yakni Oppo R17 Pro. Perangkat Oppo R17 Pro ini ...
Teknologi - Sabtu, 5 Januari 2019 - 22:29 WIB

Danau Subglasial seluas Jakbar di Antartika dibor ilmuwan

ILMUWAN yang tergabung dalam proyek Subglacial Antarctic Lakes Scientific Access (SALSA) melakukan pengeboran dengan kedalaman hampir 1,1 kilometer di danau ...
Ilmiah - Minggu, 30 Desember 2018 - 00:07 WIB

Status awas Anak Krakatau adalah hoaks

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tidak benar status Gunung Anak Krakatau telah meningkat jadi Awas atau level IV. Status ...
Ilmiah - Senin, 24 Desember 2018 - 17:28 WIB

Mbah Rono: Anak Krakatau belum stabil, rawan longsor

KONDISI badan Gunung Anak Krakatau masih belum stabil saat ini. Gunung api laut itu berpotensi kembali longsor dan menyebabkan tsunami ...