Senin, 21 Oktober 2019 | 04.37 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Teknologi>Pada 2019 RI ambil-alih ruang udara Batam dan Natuna dari Singapura

Pada 2019 RI ambil-alih ruang udara Batam dan Natuna dari Singapura

Sabtu, 8 Desember 2018 - 20:33 WIB

IMG-3652

Menguasai ruang udara termasuk bagian dari kedaulatan.

JAKARTA, kini.co.id – MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan Flight Information Region (FIR) sektor A yang mencakup Batam dan Natuna akan diambil alih Indonesia dari Singapura pada akhir 2019 mendatang.

Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman telah membentuk tiga tim, terdiri dari Tim Teknis yang mencakup airnav, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas), yang menyiapkan sarana dan prasarana untuk pengambilalihan ini. Kemudian, Tim Regulasi yang menyiapkan peraturan dan Tim Diplomasi untuk berunding dengan Singapura dan Malaysia.

“Insyaallah akhir tahun 2019 sudah diambil alih Indonesia,” tegas Budi Karya, Jumat (7/12).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Polana Banguningsih Pramesti, menambahkan saat ini proses yang berjalan dalam tahap melakukan melobi negara Singapura.

“Saat ini tahapnya itu tim kita sedang lobi Singapura agar semuanya dipercepat. Insyaallah akhir tahun 2019 selesai,” tambahnya.

Mengapa menguasai ruang udara Batam dan Natuna begitu penting bagi Indonesia? Ini alasannya.

Bayangkan di wilayah Kepualuan Riau di Bandara Hang Nadim Batam misalnya pesawat mendarat dan take-off harus diatur oleh Singapura dalam hal ini oleh FIR (Flight Information Region), dan hal ini sudah lama berlangsung yakni sejak 1946.

Diawal pemerintahannya pada tanggal 25 November 2015, Presiden Joko Widodo telah mencanangkan untuk merebut kembali kendali udara ini (FIR). Walaupun menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi waktu itu pengambil alihan tidak berhubungan dengan kedaulatan Indonesia, memang betul akan tetapi akan mengembalikan harga diri bangsa ini, karena bisa kembali memegang kendali atas ruang udara terbuka.

Akan tetapi potensi dari pengambil alihan kendali ruang udara ini sangatlah besar, bayangkan lalulintas udara di wilayah Kepulauan Riau, sedemikian padatnya, secara ekonomi mengutip hitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk Blok A saja dapat mencapai 600 milyar per tahunnya tidak termasuk blok B dan C.

Belum lagi untuk keperluan pertahanan, dimana sering terjadi insiden pesawat-pesawat Singapura melintas dengan enaknya wilayah kedaulatan Indonesia, dan insiden ditegurnya Indonesia oleh Singapura karena dibilang melanggar wilayah udaranya padahal masih terbang di wilayah sendiri.

Kejadian-kejadian ini tidak akan dibiarakan lagi oleh Jokowi. Inilah sebab utama, betapa pentingnya menguasai ruang udara di atas tanah air kita.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Teknologi - Senin, 28 Januari 2019 - 14:37 WIB

Institut Pertanian Bogor dukung Kementan untuk program Kedauladan Pangan

INSTITUT Pertanian Bogor (IPB) terus mengembangkan inovasi untuk ikut mendukung program Kementerian Pertanian untuk Kedauladan Pangan. Hal itu dilakukan melalui ...
Ilmiah - Senin, 21 Januari 2019 - 14:27 WIB

Jangan lewatkan Supermoon malam ini

KEJADIAN alam yang disebut supermoon atau bulan purnama super akan terlihat di langit nusantara malam ini. Ada hal yang menarik, ...
Seluler - Senin, 21 Januari 2019 - 13:14 WIB

Diskon besar-besaran untuk iPhone SE

MOMENTUM peluncuran trio iPhone XS, XS Max, dan XR pada September 2018 lalu, perusahaan telepon genggam Apple mengumumkan penyetopan produksi ...
Tips - Minggu, 20 Januari 2019 - 12:03 WIB

Wow, rekening listrik pemilik mobil listrik dapat diskon

DALAM waktu dekat, PT PLN (Persero) berencana akan memberi potongan harga atau diskon pada rekening listrik atau diskon pada penggunaan ...
Ilmiah - Selasa, 15 Januari 2019 - 17:40 WIB

Pada 21 Januari, Indonesia alami supermoon

FENOMENA supermoon atau gerhana bulan total bisa diamati dari seluruh kawasan di Indonesia pekan depan. Kepala Lembaga Astronomi dan Penerbangan ...
Teknologi - Jumat, 11 Januari 2019 - 12:06 WIB

Pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Morowali diresmikan

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan peletakan batu pertama, yang menandai mulai dibangunnya ...