Jumat, 19 Juli 2019 | 15.37 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Pendidikan>Empat dosen radikal harus memilih NKRI atau dipecat dari PNS

Empat dosen radikal harus memilih NKRI atau dipecat dari PNS

Kamis, 22 November 2018 - 19:45 WIB

IMG-3633

Menristek dan Dikti Mohamad Nasir.

JAKARTA, kini.co.id – MENTERI Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Muhammad Nasir membenarkan temuan Badan Intelejen Negara (BIN) yang menyebutkan tujuh perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia terpapar paham radikalisme.

Nasir mengaku sudah menempuh upaya untuk mengatisipasi temuan BIN dengan cara mendata seluruh dosen dan mahasiswa yang disinyalir terpapar paham radikal. Mereka yang disebut radikal adalah dosen atau mahasiswa yang berpaham keras menuntut perubahan sistem pemerintahan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Masalah terpapar radikalisme ini perlu kami sampaikan perguruan tinggi yang terpapar radikalisme ini semua rektor sudah saya minta untuk melakukan profiling semua dosen dan mahasiswa dari 2017 saya minta itu,” kata Nasir saat di temui di Kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya, Kamis 22 November 2018.

Temuan BIN sebelumnya dipublikasikan untuk mengonfirmasi data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang menyebut 39 persen mahasiswa dari tujuh perguruan tinggi negeri di Indonesia simpatik terhadap gerakan radikalisme.

Berdasar hasil pendataan Kemenritek Dikti, kata Nasir, ditemukan beberapa dosen dan sejumlah mahasiswa yang diduga terpapar paham radikal. Pihaknya pun langsung melakukan pembimbingan kepada orang-orang tersebut.

Kemudian memberikan pilihan kepada mereka untuk mengakui dan menjalankan semangat NKRI, atau dicabut statusnya sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

“Kalau dia suruh milih apakah dia ingin ke NKRI atau keluar. Kalau keluar ya sudah keluar dari PNS. Kalau kembali ke NKRI kami tindak lanjuti lakukan pembinaan,” kata dia.

Mmengaku telah menemukan empat orang dosen yang diduga kuat terpapar paham radikal di beberapa universitas kota besar. “Kami telah menemukan empat dosen yang ketahuan jelas. Di Semarang, Surabaya, Bandung dan Solo ada. Kami melakukan pembinaan dan menyuruh mereka untuk membuat suatu pernyataan tertulis, dia memilih keluar dari NKRI atau bertahan,” kata dia.

Nasir telah mengeluarkan Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2018, tentang Pembinaan Ideologi Bangsa Dalam Kegiatan Kemahasiswaan di Lingkungan Kampus.

“Permen 55 itu, saya siapkan supaya apa? Empat pilar kebangsaan harus kita wujudkan di negeri ini, NKRI, UUD, Pancasila Bhinneka Tunggal Ika. Permen 55 itu dalam rangka bagaimana mahasiswa menjadi harmonis baik dalam jampus maupun di luar kampus dalam kegiatan ekstranya,” kata dia.

Kongkretnya, kata dia, setiap kampus akan dibuatkan Unit Kegiatan Mahasiswa Pengawal Ideologi Bangsa, yang dianggotai mahasiswa dari beragam organisasi kampus yang sudah ada sebelumnya. Setiap organisasi mengirim satu orang perwakilan.

“Mereka di sana akan menerima pembelajaran dari dosen pembingnya untuk melakukan pengawalan terhadap ideologi bangsa tersebut,” kata .

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Teknologi - Senin, 28 Januari 2019 - 14:37 WIB

Institut Pertanian Bogor dukung Kementan untuk program Kedauladan Pangan

INSTITUT Pertanian Bogor (IPB) terus mengembangkan inovasi untuk ikut mendukung program Kementerian Pertanian untuk Kedauladan Pangan. Hal itu dilakukan melalui ...
Ilmiah - Senin, 21 Januari 2019 - 14:27 WIB

Jangan lewatkan Supermoon malam ini

KEJADIAN alam yang disebut supermoon atau bulan purnama super akan terlihat di langit nusantara malam ini. Ada hal yang menarik, ...
Seluler - Senin, 21 Januari 2019 - 13:14 WIB

Diskon besar-besaran untuk iPhone SE

MOMENTUM peluncuran trio iPhone XS, XS Max, dan XR pada September 2018 lalu, perusahaan telepon genggam Apple mengumumkan penyetopan produksi ...
Tips - Minggu, 20 Januari 2019 - 12:03 WIB

Wow, rekening listrik pemilik mobil listrik dapat diskon

DALAM waktu dekat, PT PLN (Persero) berencana akan memberi potongan harga atau diskon pada rekening listrik atau diskon pada penggunaan ...
Ilmiah - Selasa, 15 Januari 2019 - 17:40 WIB

Pada 21 Januari, Indonesia alami supermoon

FENOMENA supermoon atau gerhana bulan total bisa diamati dari seluruh kawasan di Indonesia pekan depan. Kepala Lembaga Astronomi dan Penerbangan ...
Teknologi - Jumat, 11 Januari 2019 - 12:06 WIB

Pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Morowali diresmikan

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan peletakan batu pertama, yang menandai mulai dibangunnya ...