Selasa, 11 Desember 2018 | 00.44 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Teknologi>Perusahaan Denmark produksi celana dalam yang tak perlu dicuci

Perusahaan Denmark produksi celana dalam yang tak perlu dicuci

Kamis, 15 November 2018 - 16:47 WIB

IMG-3624

Celana dalam (Illustrasi).

JAKARTA, kini.co.id – BANYAK kalangan masyarakat menyuarakan soal kelestarian lingkungan dan kampanye untuk melindungi bumi. Berangkat dari hal ini, beragam cara dilakukan, mulai dari penggunaan tas belanja, membawa botol minum sendiri, penggunaan sedotan berbahan aluminium, hingga bersepeda ke tempat kerja.

Namun, di balik beragam cara itu, ada yang luput dari perhatian. Itu adalah soal penggunaan air untuk mencuci.

Baju yang sehari-hari dikenakan tentu tak lepas dari sentuhan air. Apalagi jika itu berkenaan dengan pakaian dalam. Rasanya ogah mengenakan pakaian dalam yang sama tanpa mencucinya. Padahal penghematan air bisa jadi salah satu cara kita menjaga kelestarian alam.

Sebuah perusahaan yang berbasis di Copenhagen, Denmark, mengembangkan pakaian dalam ramah lingkungan. Mereka menamakan serial pakaian ramah lingkungan ini ‘SilverTech 2.0’.

Perusahaan Organic Basics mengklaim bahwa produk yang mereka kembangkan mampu ‘mencuci sendiri’ dan membunuh bakteri hingga 99,9 persen. Pemilik bisa mengenakannya setiap hari selama seminggu berturut-turut tanpa dicuci.

Dikutip dari laman Kickstarter, tak hanya pakaian dalam, perusahaan juga mengeluarkan produk lain seperti kaus, celana, pakaian dalam pria, dan kaus kaki.

Mereka mengklaim bahwa pakaian yang dikeluarkan tak cepat berkerut, mampu mengatur panas, dan awet sehingga pemilik tak perlu sering-sering membeli pakaian baru. Bahkan, tak perlu sering-sering dicuci.

Bagi perusahaan, mengurangi frekuensi mencuci pakaian dapat mewujudkan kelestarian lingkungan. “Tak hanya menghemat air, listrik, dan detergen, tapi juga pakaian jadi awet,” tulis mereka dalam laman resminya. Untuk kebanyakan orang, lanjut mereka, mencuci lebih merupakan kebiasaan daripada kebutuhan.

Namun, jangka waktu kebutuhan mencuci pakaian akan bergantung pada masing-masing individu. Salah satunya adalah seberapa kuat bau badan yang dihasilkan.

Bagaimana pun, kebersihan tubuh adalah persoalan pribadi. Perusahaan mencatat ada beberapa orang sanggup mengenakan SilverTech selama sebulan tanpa di cuci. Sementara lainnya mungkin merasa perlu mencuci setelah dikenakan beberapa hari.

“Yang jelas, semakin sedikit mencuci, maka kita akan menjaga simpanan air dan CO2,” tulis mereka.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Teknologi - Sabtu, 8 Desember 2018 - 20:33 WIB

Pada 2019 RI ambil-alih ruang udara Batam dan Natuna dari Singapura

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan Flight Information Region (FIR) sektor A yang mencakup Batam dan Natuna akan diambil alih ...
Seluler - Kamis, 6 Desember 2018 - 17:21 WIB

Jaringan Internet Hilang, Ini Kata Telkomsel

Jaringan internet atau layanan data provider Telkomsel terputus di beberapa wilayah Sumatera dan Aceh. Hal itu membuat warga kesal karena ...
Seluler - Kamis, 6 Desember 2018 - 17:07 WIB

Sinyal Internet Telkomsel Hilang, Warga Medan Kesal

Warga Medan sedang dikesalkan dengan hilangnya jaringan internet provider Telkomsel di ponsel mereka.Jaringan internet diketahui mendadak hilang pada Kamis (6/12/2018) ...
Ilmiah - Rabu, 5 Desember 2018 - 00:34 WIB

Hindari! 5 kesalahan sebelum tidur yang sering dilakukan

ISTIRAHAT merupakan hal terpenting untuk menjaga kesehatan. Salah satu caranya yaitu dengan tidur cukup saat malam hari, sekitar tujuh hingga ...
Teknologi - Rabu, 5 Desember 2018 - 00:23 WIB

Jerman pecahkan rekor dunia pembuatan pohon Natal dari krat

SEBUAH kota di Jerman, yakni kota Gera, yakni di Jerman bagian timur, kini tercatat sebagai pemegang rekor dunia untuk pohon ...
Seluler - Jumat, 30 November 2018 - 13:12 WIB

Ram 6 GB dan Usung Android 9 Pie, Begini Spesifikasi Nokia 8.1

Satu lagi ponsel Android yang akan meramaikan bursa smartphone akan hadir pekan depan. Ia adalah Nokia 8.1 "Pheonix" yang akan ...