Rabu, 24 April 2019 | 17.11 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Teknologi>Perusahaan Denmark produksi celana dalam yang tak perlu dicuci

Perusahaan Denmark produksi celana dalam yang tak perlu dicuci

Kamis, 15 November 2018 - 16:47 WIB

IMG-3624

Celana dalam (Illustrasi).

JAKARTA, kini.co.id – BANYAK kalangan masyarakat menyuarakan soal kelestarian lingkungan dan kampanye untuk melindungi bumi. Berangkat dari hal ini, beragam cara dilakukan, mulai dari penggunaan tas belanja, membawa botol minum sendiri, penggunaan sedotan berbahan aluminium, hingga bersepeda ke tempat kerja.

Namun, di balik beragam cara itu, ada yang luput dari perhatian. Itu adalah soal penggunaan air untuk mencuci.

Baju yang sehari-hari dikenakan tentu tak lepas dari sentuhan air. Apalagi jika itu berkenaan dengan pakaian dalam. Rasanya ogah mengenakan pakaian dalam yang sama tanpa mencucinya. Padahal penghematan air bisa jadi salah satu cara kita menjaga kelestarian alam.

Sebuah perusahaan yang berbasis di Copenhagen, Denmark, mengembangkan pakaian dalam ramah lingkungan. Mereka menamakan serial pakaian ramah lingkungan ini ‘SilverTech 2.0’.

Perusahaan Organic Basics mengklaim bahwa produk yang mereka kembangkan mampu ‘mencuci sendiri’ dan membunuh bakteri hingga 99,9 persen. Pemilik bisa mengenakannya setiap hari selama seminggu berturut-turut tanpa dicuci.

Dikutip dari laman Kickstarter, tak hanya pakaian dalam, perusahaan juga mengeluarkan produk lain seperti kaus, celana, pakaian dalam pria, dan kaus kaki.

Mereka mengklaim bahwa pakaian yang dikeluarkan tak cepat berkerut, mampu mengatur panas, dan awet sehingga pemilik tak perlu sering-sering membeli pakaian baru. Bahkan, tak perlu sering-sering dicuci.

Bagi perusahaan, mengurangi frekuensi mencuci pakaian dapat mewujudkan kelestarian lingkungan. “Tak hanya menghemat air, listrik, dan detergen, tapi juga pakaian jadi awet,” tulis mereka dalam laman resminya. Untuk kebanyakan orang, lanjut mereka, mencuci lebih merupakan kebiasaan daripada kebutuhan.

Namun, jangka waktu kebutuhan mencuci pakaian akan bergantung pada masing-masing individu. Salah satunya adalah seberapa kuat bau badan yang dihasilkan.

Bagaimana pun, kebersihan tubuh adalah persoalan pribadi. Perusahaan mencatat ada beberapa orang sanggup mengenakan SilverTech selama sebulan tanpa di cuci. Sementara lainnya mungkin merasa perlu mencuci setelah dikenakan beberapa hari.

“Yang jelas, semakin sedikit mencuci, maka kita akan menjaga simpanan air dan CO2,” tulis mereka.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Teknologi - Senin, 28 Januari 2019 - 14:37 WIB

Institut Pertanian Bogor dukung Kementan untuk program Kedauladan Pangan

INSTITUT Pertanian Bogor (IPB) terus mengembangkan inovasi untuk ikut mendukung program Kementerian Pertanian untuk Kedauladan Pangan. Hal itu dilakukan melalui ...
Ilmiah - Senin, 21 Januari 2019 - 14:27 WIB

Jangan lewatkan Supermoon malam ini

KEJADIAN alam yang disebut supermoon atau bulan purnama super akan terlihat di langit nusantara malam ini. Ada hal yang menarik, ...
Seluler - Senin, 21 Januari 2019 - 13:14 WIB

Diskon besar-besaran untuk iPhone SE

MOMENTUM peluncuran trio iPhone XS, XS Max, dan XR pada September 2018 lalu, perusahaan telepon genggam Apple mengumumkan penyetopan produksi ...
Tips - Minggu, 20 Januari 2019 - 12:03 WIB

Wow, rekening listrik pemilik mobil listrik dapat diskon

DALAM waktu dekat, PT PLN (Persero) berencana akan memberi potongan harga atau diskon pada rekening listrik atau diskon pada penggunaan ...
Ilmiah - Selasa, 15 Januari 2019 - 17:40 WIB

Pada 21 Januari, Indonesia alami supermoon

FENOMENA supermoon atau gerhana bulan total bisa diamati dari seluruh kawasan di Indonesia pekan depan. Kepala Lembaga Astronomi dan Penerbangan ...
Teknologi - Jumat, 11 Januari 2019 - 12:06 WIB

Pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Morowali diresmikan

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan peletakan batu pertama, yang menandai mulai dibangunnya ...