Selasa, 26 Maret 2019 | 19.36 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Seluler>Baterai setipis kertas diciptakan dari bakteri limbah

Baterai setipis kertas diciptakan dari bakteri limbah

Minggu, 4 November 2018 - 18:21 WIB

IMG-3602

Baterai lipat bertenaga bakteri air limbah.

JAKARTA, kini.co.id – ILMUWAN mengembangkan baterai bertenaga bakteri dalam bentuk selembar kertas. Baterai ini, menurut mereka, bisa menjadi sumber listrik murah dan mudah diproduksi untuk sensor medis di daerah terpencil dan berkembang.

Baterai kertas yang bisa dilipat tersebut, merupakan contoh nyata terbaru dari apa yang dikenal sebagai baterai-bio, yang menyimpan kekuatan yang dihasilkan oleh senyawa organik.

Desain berbasis kertas sengaja dipilih lantaran merupakan bagian dari bidang penelitian baru yang disebut papertronics, yang seperti namanya, merupakan perpaduan kertas dan elektronik.

Komponen sederhana yang dibutuhkan untuk membuat jenis-jenis elektronik berbasis kertas terbilang mudah didapat di daerah terpencil di dunia, yang bisa menjadi cadangan listrik andal di tempat-tempat di mana jaringan listrik atau baterai konvensional tidak tersedia.

“Papertronics baru-baru ini muncul sebagai cara sederhana dan murah untuk menjadi sumber tenaga sensor diagnostik point-of-care,” kata Seokheun “Sean” Choi, seorang engineer dari Binghamton University, sebagaimana dikutip dari Science Alert, Jumat (2/11/2018).

Untuk menghasilkan baterai itu, mereka meletakkan pita perak nitrat pada selembar kertas kromatografi.

Di atas kertas, mereka menempatkan lapisan lilin tipis untuk membuat katoda–elektroda positif baterai.

Di sisi lain kertas, tim ilmuwan membuat reservoir dari sebuah polimer konduktif, yang bertindak sebagai sebuah anoda (elektroda negatif), setelah diisi dengan beberapa tetes cairan air limbah yang mengandung bakteri.

Ketika kertas dilipat, sehingga katoda dan anoda bersentuhan, baterai ini pun menjadi bertenaga berkat metabolisme bakteri, yang juga dikenal sebagai respirasi sel.

Ini bukan pertama kalinya ilmuwan telah bereksperimen dengan desain baterai. Tahun lalu, tim ilmuwan dari AS dan Tiongkok memamerkan baterai lithium-ion berbentuk origami.

Ada pula tim ilmuwan Swedia yang mengembangkan sesuatu yang disebut “kertas daya” (power paper), sebuah lembaran yang terbuat dari selulosa dan polimer yang mampu menyimpan energi.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Teknologi - Senin, 28 Januari 2019 - 14:37 WIB

Institut Pertanian Bogor dukung Kementan untuk program Kedauladan Pangan

INSTITUT Pertanian Bogor (IPB) terus mengembangkan inovasi untuk ikut mendukung program Kementerian Pertanian untuk Kedauladan Pangan. Hal itu dilakukan melalui ...
Ilmiah - Senin, 21 Januari 2019 - 14:27 WIB

Jangan lewatkan Supermoon malam ini

KEJADIAN alam yang disebut supermoon atau bulan purnama super akan terlihat di langit nusantara malam ini. Ada hal yang menarik, ...
Seluler - Senin, 21 Januari 2019 - 13:14 WIB

Diskon besar-besaran untuk iPhone SE

MOMENTUM peluncuran trio iPhone XS, XS Max, dan XR pada September 2018 lalu, perusahaan telepon genggam Apple mengumumkan penyetopan produksi ...
Tips - Minggu, 20 Januari 2019 - 12:03 WIB

Wow, rekening listrik pemilik mobil listrik dapat diskon

DALAM waktu dekat, PT PLN (Persero) berencana akan memberi potongan harga atau diskon pada rekening listrik atau diskon pada penggunaan ...
Ilmiah - Selasa, 15 Januari 2019 - 17:40 WIB

Pada 21 Januari, Indonesia alami supermoon

FENOMENA supermoon atau gerhana bulan total bisa diamati dari seluruh kawasan di Indonesia pekan depan. Kepala Lembaga Astronomi dan Penerbangan ...
Teknologi - Jumat, 11 Januari 2019 - 12:06 WIB

Pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Morowali diresmikan

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan peletakan batu pertama, yang menandai mulai dibangunnya ...