Senin, 19 November 2018 | 23.10 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Seluler>Baterai setipis kertas diciptakan dari bakteri limbah

Baterai setipis kertas diciptakan dari bakteri limbah

Minggu, 4 November 2018 - 18:21 WIB

IMG-3602

Baterai lipat bertenaga bakteri air limbah.

JAKARTA, kini.co.id – ILMUWAN mengembangkan baterai bertenaga bakteri dalam bentuk selembar kertas. Baterai ini, menurut mereka, bisa menjadi sumber listrik murah dan mudah diproduksi untuk sensor medis di daerah terpencil dan berkembang.

Baterai kertas yang bisa dilipat tersebut, merupakan contoh nyata terbaru dari apa yang dikenal sebagai baterai-bio, yang menyimpan kekuatan yang dihasilkan oleh senyawa organik.

Desain berbasis kertas sengaja dipilih lantaran merupakan bagian dari bidang penelitian baru yang disebut papertronics, yang seperti namanya, merupakan perpaduan kertas dan elektronik.

Komponen sederhana yang dibutuhkan untuk membuat jenis-jenis elektronik berbasis kertas terbilang mudah didapat di daerah terpencil di dunia, yang bisa menjadi cadangan listrik andal di tempat-tempat di mana jaringan listrik atau baterai konvensional tidak tersedia.

“Papertronics baru-baru ini muncul sebagai cara sederhana dan murah untuk menjadi sumber tenaga sensor diagnostik point-of-care,” kata Seokheun “Sean” Choi, seorang engineer dari Binghamton University, sebagaimana dikutip dari Science Alert, Jumat (2/11/2018).

Untuk menghasilkan baterai itu, mereka meletakkan pita perak nitrat pada selembar kertas kromatografi.

Di atas kertas, mereka menempatkan lapisan lilin tipis untuk membuat katoda–elektroda positif baterai.

Di sisi lain kertas, tim ilmuwan membuat reservoir dari sebuah polimer konduktif, yang bertindak sebagai sebuah anoda (elektroda negatif), setelah diisi dengan beberapa tetes cairan air limbah yang mengandung bakteri.

Ketika kertas dilipat, sehingga katoda dan anoda bersentuhan, baterai ini pun menjadi bertenaga berkat metabolisme bakteri, yang juga dikenal sebagai respirasi sel.

Ini bukan pertama kalinya ilmuwan telah bereksperimen dengan desain baterai. Tahun lalu, tim ilmuwan dari AS dan Tiongkok memamerkan baterai lithium-ion berbentuk origami.

Ada pula tim ilmuwan Swedia yang mengembangkan sesuatu yang disebut “kertas daya” (power paper), sebuah lembaran yang terbuat dari selulosa dan polimer yang mampu menyimpan energi.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Ilmiah - Jumat, 16 November 2018 - 16:51 WIB

Penganut bumi datar kembali gelar konferensi internasional

KALANGAN penganut Bumi datar kembali menggelar konferensi internasional bertajuk Flat Earth International 2018 untuk kedua kalinya di Denver, AS.Konferensi yang ...
Pendidikan - Jumat, 16 November 2018 - 12:26 WIB

Pendidikan Singapura alihkan penerimaan siswa dari basis prestasi ke bakat

NEGARA berpenduduk kecil, namun maju, Singapura, dikenal memiliki standar pendidikan berbasis akademik tinggi kini telah banyak mengubah paradigma pendidikan mereka. ...
Teknologi - Kamis, 15 November 2018 - 16:47 WIB

Perusahaan Denmark produksi celana dalam yang tak perlu dicuci

BANYAK kalangan masyarakat menyuarakan soal kelestarian lingkungan dan kampanye untuk melindungi bumi. Berangkat dari hal ini, beragam cara dilakukan, mulai ...
Seluler - Kamis, 15 November 2018 - 13:24 WIB

iPhone X meledak setelah update iOS 12.1

iPhone X dilaporkan meledak setelah sistem operasi iOS-nya diperbarui ke versi 12.1. Biasanya sebuah update software adalah upaya yang bagus ...
Seluler - Senin, 12 November 2018 - 09:46 WIB

Apple Berikan Perbaikan Gratis Bagi Para Pengguna Iphone X dan MacBoox Pro 13

Kabar baik, Apple akan memberikan perbaikan secara gratis bagi para pengguna Iphone X dan MacBook Pro 13 inci buatannya. Syaratnya, ...
Teknologi - Senin, 12 November 2018 - 09:22 WIB

Doodle Unik Google Peringati Hari Ayah di Indonesia

Ayah merupakan sosok yang berada di balik kesuksesan anak, selain ibu. Ayah sebagai kepala keluaraga dan tulang punggung keluarga berfungsi ...