Jumat, 18 Januari 2019 | 17.19 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Ilmiah>Berapa besar peluang selamat dari kecelakaan pesawat?

Berapa besar peluang selamat dari kecelakaan pesawat?

Selasa, 30 Oktober 2018 - 16:56 WIB

IMG-3589

Peluang menyelamatkan diri jika pesawat yang kita tumpangi jatuh. (Illustrasi).

JAKARTA, kini.co.id – PESAWAT Lion Air JT 610 yang terbang dari Jakarta menuju Pangkal Pinang pagi tadi (29/10/2018) sempat mengalami hilang kontak sebelum dinyatakan jatuh di perairan Karawang. Pesawat jenis Boeing 737 yang mengangkut 178 penumpang, 1 anak, 2 bayi, serta 7 awak pesawat itu dinyatakan hilang kontak pada pukul 6.33 WIB, 13 menit setelah pesawat lepas landas.

Hingga saat ini belum diketahui berapa jumlah korban jiwa dan korban selamat atas insiden tersebut. Berkaitan dengan kejadian kecelakaan pesawat, sebenarnya seberapa besar peluang untuk selamat? Tidak ada jawaban yang jelas terkait pertanyaan itu. Sama halnya seprti peluang selamat saat terjadi kecelakaan mobil, semuanya tergantung pada keadaan.

Meski demikian, berdasarkan hasil pennjauan yang dilakukan Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS terkait kecelakaan pesawat nasional dari 1983 sampai 1999, diketahui bahwa lebih dari 95 persen penumpang selamat dari kecelakaan, termasuk 55 persen dalam insiden paling serius.

Sementara itu, penelitian yang dilakukan Dewan Keselamatan Transportasi Eropa pada 1996 memperkirakan bahwa 90 persen kecelakaan pesawat secara teknis selamat. Agustus lalu BBC melaporkan, selama dua dekade sejak dua penelitian itu dilakukan, keselamatan penerbangan disebut telah meningkat tajam dan kecelakaan fatal menurun.

Lantas, apa yang menentukan kecelakaan pesawat bisa diatasi? Tom Farrier, mantan direktur keselamatan di Asosiasi Transportasi Udara AS menjelaskan dalam situs web Quora bahwa ada tiga kondisi yang membantu menentukan apakah kecelakaan pesawat dapat diatasi.

Pertama, seberapa parah saat terjadi kecelakaan seperti benturan atau tabrakan. Apakah hal tersebut dapat ditoleransi kekuatan manusia.

Kedua, apakah struktur pesawat yang mengalami kecelakaan tetap utuh secara substansial.

Ketiga, apakah kondisi lingkungan pasca-kecelakaan bisa menimbulkan ancaman bagi penumpang maupun tim penyelamat. Singkatnya, seberapa buruk kecelakaan terhadap tubuh, seberapa parah kerusakan yang dialami pesawat, dan apakah reruntuhan serta lingkungan tempat pesawat jatuh aman.

Selain harus mematuhi aturan selama naik pesawat, mulai dari mengenakan sabuk pengaman, tidak memakai pakaian yang mudah terbakar, atau memerhatikan di mana Anda duduk di pesawat, ada hal lain yang lebih penting.

Konsultan penerbangan Adrian Gjertsen mengatakan bahwa kondisi pesawat dan penumpang selama terjadi insiden jauh lebih penting. Pasalnya, keselamatan lebih tergantung pada tiga hal seperti disebutkan di atas.

“Salah satu hal yang bisa memperburuk masalah adalah keinginan penumpang untuk menyelamatkan barang bagasinya,” kata Gjertsen. “Hal seperti ini sebenarnya justru dapat merugikan keselatam. Tak hanya diri sendiri tapi juga orang lain. Jika ada sesuatu yang salah, segeralah menjauh,” tegasnya.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Ilmiah - Selasa, 15 Januari 2019 - 17:40 WIB

Pada 21 Januari, Indonesia alami supermoon

FENOMENA supermoon atau gerhana bulan total bisa diamati dari seluruh kawasan di Indonesia pekan depan. Kepala Lembaga Astronomi dan Penerbangan ...
Teknologi - Jumat, 11 Januari 2019 - 12:06 WIB

Pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Morowali diresmikan

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan peletakan batu pertama, yang menandai mulai dibangunnya ...
Seluler - Sabtu, 5 Januari 2019 - 23:07 WIB

Oppo R17 Pro, smartphone mewah dengan deretan fitur canggih

VENDOR smartphone asal China Oppo, akhirnya merilis perangkat terbarunya di Indonesia yakni Oppo R17 Pro. Perangkat Oppo R17 Pro ini ...
Teknologi - Sabtu, 5 Januari 2019 - 22:29 WIB

Danau Subglasial seluas Jakbar di Antartika dibor ilmuwan

ILMUWAN yang tergabung dalam proyek Subglacial Antarctic Lakes Scientific Access (SALSA) melakukan pengeboran dengan kedalaman hampir 1,1 kilometer di danau ...
Ilmiah - Minggu, 30 Desember 2018 - 00:07 WIB

Status awas Anak Krakatau adalah hoaks

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tidak benar status Gunung Anak Krakatau telah meningkat jadi Awas atau level IV. Status ...
Ilmiah - Senin, 24 Desember 2018 - 17:28 WIB

Mbah Rono: Anak Krakatau belum stabil, rawan longsor

KONDISI badan Gunung Anak Krakatau masih belum stabil saat ini. Gunung api laut itu berpotensi kembali longsor dan menyebabkan tsunami ...