Rabu, 21 Februari 2018 | 19.57 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Teknologi>Situs Dewan Pers kembali diretas, ini analisa pakar keamanan siber

Situs Dewan Pers kembali diretas, ini analisa pakar keamanan siber

Jumat, 9 Februari 2018 - 23:23 WIB

IMG-3611

Ilustrasi peretas

Jakarta, kini.co.id – Situs resmi Dewan Pers kembali menjadi sasaran peretasan pada Jumat (9/2). Peretasan yang terjadi tepat saat acara Hari Pers Nasional 2018 itu sudah terlihat sejak Jumat siang. 

Saat itu, laman situs tersebut hanya menampilkan tulisan “Hacked bs Vlyn & Dev19feb”. Beberapa jam kemudian situs Dewan Pers menampilkan tulisan “Under maintenance, we will be back soon”. Pada Jumat malam, situs resmi milik Dewan Pers sudah mulai pulih. 

Sebelumnya pada 31 Mei 2017 laman Dewan Pers juga sempat tidak bisa diakses. Laman itu langsung menunjukkan pesan dengan huruf merah berlatar hitam serta lambang Garuda Pancasila berwarna merah yang terkoyak di atasnya.Laman yang diretas itu segera diperbaiki.

Dalam perkembanganya, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim  berhasil menangkap pria berinisial AS (28) yang diduga  meretas laman resmi Dewan Pers tersebut. AS telah meretas 100 situs, termasuk milik pemerintah.

Pakar keamanan siber yang juga Ketua Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama Persadha menyarankan aksi peretasan tersebut diselidiki dengan metode forensik digital atau digital forensic.

CISSReC merupakan lembaga non-profit yang berfokus pada penelitian keamanan sistem informasi dan komunikasi.

“Dengan digital forensic, akan diketahui teknik apa yang dipakai oleh peretas sekaligus melihat di mana saja backdoor dipasang peretas,” kata Pratama dalam keterangan resminya seperti dilansir Antara.

Pratama mengatakan berdasar ciri-ciri dan sistem yang diretas, kemungkinan peretas sudah dapat masuk ke panel utama dari domain dewanpers.or.id. Pratama juga curiga peretas telah memasang backdoor dengan tujuan untuk masuk ke sistem dan bisa mengambil alih lagi situs di lain waktu.

“Oleh karena itu, wajib diwaspadai,” kata dia.

Pratama menambahkan, berdasar analisis lembaganya, peretas tidak hanya menyerang domain situs dewanpers.co.id, tapi juga subdomain pendataan.dewanpers.or.id dan pengaduan.dewanpers.co.id.

Pratama menjelaskan tiga domain tersebut berada dalam IP (Internet Protocol) yang sama sehingga ada kemungkinan peretas sudah dapat masuk tidak hanya ke server (peladen) web, tetapi juga ke operating system server. Dia juga mensinyalir situs Dewan Pers kemungkinan diserang peretas sejak lama.

“Bila dilihat dari timeline hacking, sudah beberapa kali dilakukan peretasan terhadap situs dewan pers, dan kemungkinan peretas sudah meninggalkan backdoor,” kata dia. ”Peretas sudah mengincar untuk membuat web ‘down’ saat Hari Pers Nasional.”

Dia menyarankan Dewan Pers perlu berkoordinasi dengan instansi terkait keamanan siber, seperti Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Hal itu sangat penting agar tercipta kolaborasi bersama dalam menghadapi serangan siber semacam itu.

“Apalagi, teknik serangan makin kompleks dan canggih. Ke depannya sangat sulit jika dihadapi secara parsial tanpa kolaborasi,” kata Pratama. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Meresahkan, Game ‘Pukul Guru Anda’ Diblokir
Game - Senin, 5 Februari 2018 - 15:54 WIB

Meresahkan, Game ‘Pukul Guru Anda’ Diblokir

Setelah heboh peristiwa murid memukul guru hingga tewas di Sampang, Madura dunia maya juga dikejutkan dengan kehadiran game "Pukul Guru" ...
Pemanasan Global Akibat Ulah Manusia Picu Letusan Gunung Berapi
Ilmiah - Selasa, 30 Januari 2018 - 09:40 WIB

Pemanasan Global Akibat Ulah Manusia Picu Letusan Gunung Berapi

Seiring semakin panasnya suhu di bumi, letusan gunung berapi akan semakin sering terjadi. Perubahan iklim akibat perbuatan manusia merangsang aktivitas ...
Uber luncurkan layanan UberXl, kapasitas mobil besar di Kota Surabaya
Teknologi - Kamis, 25 Januari 2018 - 13:50 WIB

Uber luncurkan layanan UberXl, kapasitas mobil besar di Kota Surabaya

Setelah sebelumnya diluncurkan di Jakarta dan Bandung, kini pengguna transportasi daring, terutama ride-sharing, Uber, kembali menghadirkan layanan UberXl di Kota ...
Gerhana bulan total-Blue Moon akan terlihat jelas di Indonesia
Ilmiah - Rabu, 24 Januari 2018 - 08:59 WIB

Gerhana bulan total-Blue Moon akan terlihat jelas di Indonesia

Gerhana pertama tahun 2018 akan terjadi pada akhir bulan ini, Rabu (31/1). Peristiwa gerhana bulan total ini sekaligus melibatkan supermoon kedua di ...
Western Digital tawarkan hard drive big data kelas enterprise menengah
Teknologi - Selasa, 23 Januari 2018 - 13:20 WIB

Western Digital tawarkan hard drive big data kelas enterprise menengah

Western Digital kembali memperluas portofolio untuk para pelanggan enterprise dengan menghadirkan hard drive seri menengah terbaru berbasis udara berkapasitas 4TB, 6TB ...
WhatsApp business resmi diluncurkan
Teknologi - Jumat, 19 Januari 2018 - 14:24 WIB

WhatsApp business resmi diluncurkan

Aplikasi WhatsApp Business resmi diluncurkan oleh Whatsapp bagi pemilik usaha kecil untuk berkomunikasi dengan pelanggan mereka.Aplikasi ini hanya tersedia di Play ...