Kamis, 18 Januari 2018 | 08.24 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Cyber>Kominfo: Ajakan Tak Registrasi Kartu Ulah Pelaku Cyber Crime

Kominfo: Ajakan Tak Registrasi Kartu Ulah Pelaku Cyber Crime

Reporter : Bayu Faisal | Senin, 6 November 2017 - 08:54 WIB

IMG-3555

SIM Card. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Setelah pemerintah menganjurkan para pemilik SIM Card untuk mendaftar ulang, banyak pula pesan-pesan untuk tidak mengindahkan anjuran tersebut.

Padahal, jika tidak melakukan pendaftaran KTP dan KK, sesuai arahan Kementerian Komunikasi dan Informatika, kartu akan diblokir.

Terkait itu, Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Henri Subiakto mengimbau masyarakat tidak menggubris pesan berantai tersebut.

Sebab, kata dia, penyebar pesan tersebut adalah pelaku cyber crime baik itu penipuan, penyebar kebencian ataupun penyebar hoax itu sendiri.

Dilansir dari Vice, Henri menyebut para pelaku cyber crime ini merasa diri dan lapak mereka terancam dengan adanya penertiban penggunaan SIM card yang sebelumnya dimiliki bebas oleh semua orang.

“Itu yang (nyebar) terancam dengan registrasi ulang ini karena mempersempit celah cybercrime. Yang biasa nipu, yang biasa menyebarkan ujaran kebencian,” ucapnya.

Tujuannya, untuk menjaga keberlangsungan komoditas gelap mereka.

Sebelum soal penyadapan ini, hoax lain tentang masa tenggang pendaftaran nomor ponsel juga sempat dimainkan oleh para penyebar hoax.

Mereka menyebarkan kabar bahwa pendaftaran ulang nomor ponsel hanya dapat dilakukan dalam waktu satu hari, yakni 31 Oktober 2017. Kabar ini tentu bertentangan dengan kenyataan yakni pendaftaran dilakukan terhitung sejak tanggal 31 Oktober 2017 hingga 28 Februari 2018.

Terkini, ajakan untuk tidak mendaftar ulang kartu prabayar tersebar di berbagai grup whatsapp. Berbagai alasan, mulai dari isu penyadapan, pembobolan rekening, hingga digunakan untuk manipulasi suara di Pemilu mendatang.

Berikut ini merupakan contoh berita hoax yang menyebar lewat pesan berantai di Whatsapp:

WASPADA_IMIGRAN_TIONGKOK2019

REGISTRASI ULANG KARTU PRABAYAR DENGAN NIK DAN KK ITU PEMBODOHAN RAKYAT! —-

JIKA 75% SAJA WARGA INDONESIA PENGGUNA JASA OPERATOR SELULER TIDAK MELAKUKAN REGISTRASI ULANG SEPERTI KEMAUAN PEMERINTAH, APAKAH SEMUA KARTU PRABAYAR AKAN DIBLOKIR???? JELAS TIDAK MUNGKIN DIBLOKIR! JIKA 75% DARI 200 JUTA PENGGUNA SIMCARD AKAN KENA BLOKIR, BERAPA KERUGIAN OPERATOR…??? 1 JAM SAJA ADA GANGGUAN SIGNAL DAN JARINGAN, KERUGIAN RATUSAN MILYAR! **** SEBAIKNYA GAK USAH MENDAFTAR ULANG! REGISTRASI ULANG SESUAI DENGAN NIK KTP DAN KK SANGAT SARAT DENGAN TUJUAN POLITIS! #JANGAN_BODOHI_RAKYAT!

Pesan hoax lainnya yang muncul di grup-grup whatsapp adalah sebagai berikut:

“SEBAIKNYA GAK USAH MENDAFTAR ULANG!

Berita Rekomendasi Samsung Galaxy J7+ Hadir Dengan Kecanggihan Dual Cameranya [OKZ] Sesuai Amanat UU, Pemerintah Harus Jamin Perlindungan Data Masyarakat Terkait Registrasi Ulang Nomor Ponsel Menakar Kesiapan Pemerintah Lindungi Data Pribadi Masyarakat Terkait Kebijakan Daftar Ulang Nomor Ponsel REGISTRASI ULANG SESUAI DENGAN NIK KTP DAN KK SANGAT SARAT DENGAN TUJUAN POLITIS!

#JANGAN_BODOHI_RAKYAT!

Kepada rekan-rekan untuk berhati-hati dari kemungkinan penyadapan nomor HP kita.

Anda bisa melakukan pengecekan sekarang juga di hp anda sendiri dengan mengetik:

*#21#

Lalu tekan/sentuh tombol Call

Maka akan ada respon dengan memunculkan tampilan:

Voice: Tidak diteruskan

Data : Tidak diteruskan

Fax : Tidak diteruskan

SMS : Tidak diteruskan

PAKET: Tidak diteruskan

PAD : Tidak diteruskan

Sinkron: Tidak diteruskan

Tidak Sinkron: Tidak diteruskan

Apabila ada salah satu yang DITERUSKAN, maka bisa dipastikan Nomor anda telah disadap!!”

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Western Digital pamerkan teknologi dan produk barunya di CES 2018
Teknologi - Jumat, 12 Januari 2018 - 13:12 WIB

Western Digital pamerkan teknologi dan produk barunya di CES 2018

Western Digital memamerkan teknologi akses streaming media melalui perangkat Smart Home dengan suara, pada ajang Consumer Electronics Show 2018 (CES 2018).Mereka ...
Mengatasi bugs Spectre dan Meltdown
Tips - Jumat, 5 Januari 2018 - 14:53 WIB

Mengatasi bugs Spectre dan Meltdown

Awal 2018 diawali dengan penemuan celah keamanan pada prosesor modern yang memungkinkan program berbahaya mencuri informasi dari memori program lain.Dengan ...
Tegas, Jerman Bakal Denda Facebook dan Twitter Jika Tak Hapus Hatespeech
Cyber - Selasa, 2 Januari 2018 - 13:11 WIB

Tegas, Jerman Bakal Denda Facebook dan Twitter Jika Tak Hapus Hatespeech

Ujaran kebencian tau hatespeech dan konten ilegal lain sepertinya tak pernah habis muncul di media sosial. Untuk itu, Jerman mengambil ...
LIPI buat kartu ucapan tahun baru seukuran virus polio
Teknologi - Minggu, 31 Desember 2017 - 19:45 WIB

LIPI buat kartu ucapan tahun baru seukuran virus polio

Menyambut momentum pergantian tahun 2017 - 2018, sejumlah ilmuan di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), membuat kartu ucapan selamat tahun ...
3 menit Redmi 5A kejutan akhir tahun Lazada Sould Out
Seluler - Kamis, 28 Desember 2017 - 10:56 WIB

3 menit Redmi 5A kejutan akhir tahun Lazada Sould Out

Sebagai e-commerce terbesar dan nomor satu baik di Indonesia maupun Asia Tenggara, terus berkomitmen untuk selalu menjadi yang terdepan ...
Lagi, Situs FPI Ditutup, Medsosnya Disuspend
Cyber - Jumat, 22 Desember 2017 - 14:16 WIB

Lagi, Situs FPI Ditutup, Medsosnya Disuspend

Setelah beberapakali terjadi, kali ini situs Front Pembela Islam (FPI) kembali ditutup.Belum jelas apa alasan ditutupnya situs https://fpi.or.id. Namun sejak ...