Jumat, 19 Januari 2018 | 18.45 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Cyber>Google gandeng ESET basmi software berbahaya di internet

Google gandeng ESET basmi software berbahaya di internet

Reporter : Ary Syahputra | Selasa, 17 Oktober 2017 - 18:08 WIB

IMG-3546

Kantor Google Indonesia (KiniNews/doc)

Jakarta, kini.co.id – Setiap hari jutaan pengguna internet, tanpa mereka sadari, seringkali menjadi korban perangkat lunak yang memodifikasi hasil pencarian mereka untuk mengalihkannya ke laman lain atau memasukkan iklan tambahan ke laman yang mereka kunjungi.

Lebih parah, pengguna diarahkan ke situs yang tidak diinginkan yang penuh dengan iklan. Kelak hal ini bisa lebih buruk lagi. Pengguna akan terperangkap di situs yang sama secara terus-menerus.

Chrome sudah memiliki alat untuk membantu pengguna menghindari unwanted software atau perangkat lunak yang tidak diinginkan semacam ini. Misalnya, penggunaan Safe Browsing mencegah banyak infeksi terjadi dengan memperingatkan jutaan pengguna. Tetapi, terkadang ini saja belum cukup untuk menghentikannya.

Untuk itu, Chrome menggandeng ESET yang merupakan salah satu perusahaan keamanan siber global terkemuka dengan meluncurkan Chrome Cleanup, sebuah pemindai dan pembersih baru untuk Google Chrome yang dirancang untuk membantu pengguna menjelajahi web dengan aman dan tanpa gangguan. Pembersih Chrome akan tersedia untuk semua pengguna Google Chrome yang berjalan di Windows.

Pembersih Chrome akan mengingatkan pengguna Google Chrome akan ancaman potensial saat mendeteksi perangkat lunak yang tidak diinginkan. Google Chrome kemudian akan memberi pengguna pilihan untuk menghapus perangkat lunak. Pembersih Chrome beroperasi dari balik layar tanpa terlihat atau mengganggu pengguna. Ia akan menghapus perangkat lunak dan memberitahukan pengguna setelah pembersihan berhasil diselesaikan.

Menanggapi kerja sama ini, Technical Consultant PT Prosperita–ESET Indonesia, Yudhi Kukuh mengatakan bahwa hal ini bukan yang pertama kali ESET melakukan kerja sama secara global dalam menghadapi kejahatan siber.

“Upaya Google menggandeng ESET tentu saja disambut dengan tangan terbuka karena sejak awal berdiri, ESET ingin memberikan keamanan dan kenyamanan pada seluruh pengguna internet di dunia. Semoga ke depan kerja sama semacam ini terus terjalin dengan semua pihak yang terkait demi menciptakan lingkungan siber yang aman bagi kita semua,” kata Yudhi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (17/10).

Ia menjelaskan, untuk melengkapi sistem keamanan Google, ESET meluncurkan tiga perubahan guna membantu Chrome untuk Windows pulih dari infeksi perangkat lunak tidak diinginkan, yakni :

1.Hijacked settings detection

Ekstensi dapat membantu membuat Chrome lebih bermanfaat, seperti dengan menyesuaikan pengelolaan tab. Tapi beberapa ekstensi bisa mengubah setting tanpa pengguna sadari. Sekarang, saat Chrome mendeteksi bahwa setelan pengguna telah diubah tanpa persetujuan, dan menawarkan untuk mengembalikan setelan yang dimodifikasi. Pada bulan lalu, fitur ini telah membantu jutaan orang pulih dari pengaturan yang tidak diinginkan.

Pengguna juga dapat mengatur ulang pengaturan profil kapan saja dengan mengunjungi chrome://settings/resetProfileSettings

2.Chrome Cleanup yang Lebih Simpel

Terkadang saat pengguna mengunduh perangkat lunak atau konten lainnya, terkadang perangkat lunak yang tidak diinginkan menjadi bagian dari proses penginstalan tanpa disadari. Itulah sebabnya di Chrome untuk Windows, fitur Chrome Cleanup memperingatkan orang-orang saat mendeteksi perangkat lunak yang tidak diinginkan dan menawarkan cara cepat untuk menghapus perangkat lunak dan mengembalikan Chrome ke setelan bawaannya.

ESET baru saja menyelesaikan desain ulang Chrome Cleanup, dengan antarmuka baru lebih sederhana dan memudahkan untuk melihat perangkat lunak apa yang akan dihapus.

3.Mesin Cleanup yang lebih bertenaga

Google meningkatkan teknologi yang digunakan di Chrome Cleanup untuk mendeteksi dan menghapus perangkat lunak yang tidak diinginkan bekerja sama dengan ESET untuk menggabungkan mesin pendeteksi ESET dengan teknologi sandbox Chrome.

Dengan begitu, Chrome kini dapat mendeteksi dan menghapus lebih banyak perangkat lunak yang tidak diinginkan daripada sebelumnya, yang berarti lebih banyak orang bisa mendapatkan keuntungan dari Chrome Cleanup. Namun, mesin sandboxed baru ini bukanlah antivirus, tujuan umum hanya akan menghapus perangkat lunak yang tidak sesuai dengan kebijakan perangkat lunak yang tidak diinginkan.

Chrome sudah mulai diluncurkan kepada pengguna Chrome untuk Windows sekarang. Selama beberapa hari ke depan, ini akan membantu puluhan juta pengguna Chrome kembali ke web yang bersih dan aman.

Berikut lokasi untuk mendownload Google Chrome Cleanup secara gratis https://www.google.com/chrome/cleanup-tool/index.html. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
WhatsApp business resmi diluncurkan
Teknologi - Jumat, 19 Januari 2018 - 14:24 WIB

WhatsApp business resmi diluncurkan

Aplikasi WhatsApp Business resmi diluncurkan oleh Whatsapp bagi pemilik usaha kecil untuk berkomunikasi dengan pelanggan mereka.Aplikasi ini hanya tersedia di Play ...
Western Digital pamerkan teknologi dan produk barunya di CES 2018
Teknologi - Jumat, 12 Januari 2018 - 13:12 WIB

Western Digital pamerkan teknologi dan produk barunya di CES 2018

Western Digital memamerkan teknologi akses streaming media melalui perangkat Smart Home dengan suara, pada ajang Consumer Electronics Show 2018 (CES 2018).Mereka ...
Mengatasi bugs Spectre dan Meltdown
Tips - Jumat, 5 Januari 2018 - 14:53 WIB

Mengatasi bugs Spectre dan Meltdown

Awal 2018 diawali dengan penemuan celah keamanan pada prosesor modern yang memungkinkan program berbahaya mencuri informasi dari memori program lain.Dengan ...
Tegas, Jerman Bakal Denda Facebook dan Twitter Jika Tak Hapus Hatespeech
Cyber - Selasa, 2 Januari 2018 - 13:11 WIB

Tegas, Jerman Bakal Denda Facebook dan Twitter Jika Tak Hapus Hatespeech

Ujaran kebencian tau hatespeech dan konten ilegal lain sepertinya tak pernah habis muncul di media sosial. Untuk itu, Jerman mengambil ...
LIPI buat kartu ucapan tahun baru seukuran virus polio
Teknologi - Minggu, 31 Desember 2017 - 19:45 WIB

LIPI buat kartu ucapan tahun baru seukuran virus polio

Menyambut momentum pergantian tahun 2017 - 2018, sejumlah ilmuan di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), membuat kartu ucapan selamat tahun ...
3 menit Redmi 5A kejutan akhir tahun Lazada Sould Out
Seluler - Kamis, 28 Desember 2017 - 10:56 WIB

3 menit Redmi 5A kejutan akhir tahun Lazada Sould Out

Sebagai e-commerce terbesar dan nomor satu baik di Indonesia maupun Asia Tenggara, terus berkomitmen untuk selalu menjadi yang terdepan ...