Sabtu, 18 November 2017 | 15.42 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Cyber>Google gandeng ESET basmi software berbahaya di internet

Google gandeng ESET basmi software berbahaya di internet

Reporter : Ary Syahputra | Selasa, 17 Oktober 2017 - 18:08 WIB

IMG-3546

Kantor Google Indonesia (KiniNews/doc)

Jakarta, kini.co.id – Setiap hari jutaan pengguna internet, tanpa mereka sadari, seringkali menjadi korban perangkat lunak yang memodifikasi hasil pencarian mereka untuk mengalihkannya ke laman lain atau memasukkan iklan tambahan ke laman yang mereka kunjungi.

Lebih parah, pengguna diarahkan ke situs yang tidak diinginkan yang penuh dengan iklan. Kelak hal ini bisa lebih buruk lagi. Pengguna akan terperangkap di situs yang sama secara terus-menerus.

Chrome sudah memiliki alat untuk membantu pengguna menghindari unwanted software atau perangkat lunak yang tidak diinginkan semacam ini. Misalnya, penggunaan Safe Browsing mencegah banyak infeksi terjadi dengan memperingatkan jutaan pengguna. Tetapi, terkadang ini saja belum cukup untuk menghentikannya.

Untuk itu, Chrome menggandeng ESET yang merupakan salah satu perusahaan keamanan siber global terkemuka dengan meluncurkan Chrome Cleanup, sebuah pemindai dan pembersih baru untuk Google Chrome yang dirancang untuk membantu pengguna menjelajahi web dengan aman dan tanpa gangguan. Pembersih Chrome akan tersedia untuk semua pengguna Google Chrome yang berjalan di Windows.

Pembersih Chrome akan mengingatkan pengguna Google Chrome akan ancaman potensial saat mendeteksi perangkat lunak yang tidak diinginkan. Google Chrome kemudian akan memberi pengguna pilihan untuk menghapus perangkat lunak. Pembersih Chrome beroperasi dari balik layar tanpa terlihat atau mengganggu pengguna. Ia akan menghapus perangkat lunak dan memberitahukan pengguna setelah pembersihan berhasil diselesaikan.

Menanggapi kerja sama ini, Technical Consultant PT Prosperita–ESET Indonesia, Yudhi Kukuh mengatakan bahwa hal ini bukan yang pertama kali ESET melakukan kerja sama secara global dalam menghadapi kejahatan siber.

“Upaya Google menggandeng ESET tentu saja disambut dengan tangan terbuka karena sejak awal berdiri, ESET ingin memberikan keamanan dan kenyamanan pada seluruh pengguna internet di dunia. Semoga ke depan kerja sama semacam ini terus terjalin dengan semua pihak yang terkait demi menciptakan lingkungan siber yang aman bagi kita semua,” kata Yudhi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (17/10).

Ia menjelaskan, untuk melengkapi sistem keamanan Google, ESET meluncurkan tiga perubahan guna membantu Chrome untuk Windows pulih dari infeksi perangkat lunak tidak diinginkan, yakni :

1.Hijacked settings detection

Ekstensi dapat membantu membuat Chrome lebih bermanfaat, seperti dengan menyesuaikan pengelolaan tab. Tapi beberapa ekstensi bisa mengubah setting tanpa pengguna sadari. Sekarang, saat Chrome mendeteksi bahwa setelan pengguna telah diubah tanpa persetujuan, dan menawarkan untuk mengembalikan setelan yang dimodifikasi. Pada bulan lalu, fitur ini telah membantu jutaan orang pulih dari pengaturan yang tidak diinginkan.

Pengguna juga dapat mengatur ulang pengaturan profil kapan saja dengan mengunjungi chrome://settings/resetProfileSettings

2.Chrome Cleanup yang Lebih Simpel

Terkadang saat pengguna mengunduh perangkat lunak atau konten lainnya, terkadang perangkat lunak yang tidak diinginkan menjadi bagian dari proses penginstalan tanpa disadari. Itulah sebabnya di Chrome untuk Windows, fitur Chrome Cleanup memperingatkan orang-orang saat mendeteksi perangkat lunak yang tidak diinginkan dan menawarkan cara cepat untuk menghapus perangkat lunak dan mengembalikan Chrome ke setelan bawaannya.

ESET baru saja menyelesaikan desain ulang Chrome Cleanup, dengan antarmuka baru lebih sederhana dan memudahkan untuk melihat perangkat lunak apa yang akan dihapus.

3.Mesin Cleanup yang lebih bertenaga

Google meningkatkan teknologi yang digunakan di Chrome Cleanup untuk mendeteksi dan menghapus perangkat lunak yang tidak diinginkan bekerja sama dengan ESET untuk menggabungkan mesin pendeteksi ESET dengan teknologi sandbox Chrome.

Dengan begitu, Chrome kini dapat mendeteksi dan menghapus lebih banyak perangkat lunak yang tidak diinginkan daripada sebelumnya, yang berarti lebih banyak orang bisa mendapatkan keuntungan dari Chrome Cleanup. Namun, mesin sandboxed baru ini bukanlah antivirus, tujuan umum hanya akan menghapus perangkat lunak yang tidak sesuai dengan kebijakan perangkat lunak yang tidak diinginkan.

Chrome sudah mulai diluncurkan kepada pengguna Chrome untuk Windows sekarang. Selama beberapa hari ke depan, ini akan membantu puluhan juta pengguna Chrome kembali ke web yang bersih dan aman.

Berikut lokasi untuk mendownload Google Chrome Cleanup secara gratis https://www.google.com/chrome/cleanup-tool/index.html. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Kerjasama dengan Pihak Ketiga, Konten Mesum di WA Berhasil Diblokir
Cyber - Rabu, 8 November 2017 - 13:58 WIB

Kerjasama dengan Pihak Ketiga, Konten Mesum di WA Berhasil Diblokir

Konten mesum dalam bentuk gif dalam aplikasi WhatsApp sempat membuat para orangtua resah. Pasalnya konten tak senonoh tersebut tersebar ke ...
Indonesia jadi Surga Belanja Online Terbesar se-Asia Tenggara
Teknologi - Rabu, 8 November 2017 - 13:30 WIB

Indonesia jadi Surga Belanja Online Terbesar se-Asia Tenggara

Research and Markets menunjukkan meski Indonesia memiliki tingkat penetrasi yang rendah untuk Internet dan E-Commerce, namun pasar ritel online dalam ...
MSI luncurkan 3 laptop gaming terbaru
Game - Senin, 6 November 2017 - 16:20 WIB

MSI luncurkan 3 laptop gaming terbaru

Segmen perangkat komputer gaming di Indonesia diprediksikan akan terus mengalami peningkatan. Saat ini, beberapa vendor tengah memfokuskan bisnisnya ke produk-produk ...
Kominfo Diminta Hentikan Pornografi di Whatsapp
Cyber - Senin, 6 November 2017 - 12:41 WIB

Kominfo Diminta Hentikan Pornografi di Whatsapp

Berkembangnya teknologi seringkali diwarnai oleh hal-hal yang tidak terpuji. Kebebasan akses informasi lewat internet membuat konten-konten tak pantas seperti ...
Kominfo: Ajakan Tak Registrasi Kartu Ulah Pelaku Cyber Crime
Cyber - Senin, 6 November 2017 - 08:54 WIB

Kominfo: Ajakan Tak Registrasi Kartu Ulah Pelaku Cyber Crime

Setelah pemerintah menganjurkan para pemilik SIM Card untuk mendaftar ulang, banyak pula pesan-pesan untuk tidak mengindahkan anjuran tersebut.Padahal, jika tidak ...
Jangan Abai, Ini Cara Daftar Ulang Kartu SIM untuk Kemkominfo
Seluler - Senin, 30 Oktober 2017 - 11:38 WIB

Jangan Abai, Ini Cara Daftar Ulang Kartu SIM untuk Kemkominfo

Masyarakat yang menggunakan telepon seluler diimbau untuk segera mendaftarkan Nomor Induk KTP dan KK mereka."Per 31 Okt 17 Plgn wajib ...