Selasa, 11 Desember 2018 | 00.43 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Cyber>Google gandeng ESET basmi software berbahaya di internet

Google gandeng ESET basmi software berbahaya di internet

Reporter : Ary Syahputra | Selasa, 17 Oktober 2017 - 18:08 WIB

IMG-3546

Kantor Google Indonesia (KiniNews/doc)

Jakarta, kini.co.id – Setiap hari jutaan pengguna internet, tanpa mereka sadari, seringkali menjadi korban perangkat lunak yang memodifikasi hasil pencarian mereka untuk mengalihkannya ke laman lain atau memasukkan iklan tambahan ke laman yang mereka kunjungi.

Lebih parah, pengguna diarahkan ke situs yang tidak diinginkan yang penuh dengan iklan. Kelak hal ini bisa lebih buruk lagi. Pengguna akan terperangkap di situs yang sama secara terus-menerus.

Chrome sudah memiliki alat untuk membantu pengguna menghindari unwanted software atau perangkat lunak yang tidak diinginkan semacam ini. Misalnya, penggunaan Safe Browsing mencegah banyak infeksi terjadi dengan memperingatkan jutaan pengguna. Tetapi, terkadang ini saja belum cukup untuk menghentikannya.

Untuk itu, Chrome menggandeng ESET yang merupakan salah satu perusahaan keamanan siber global terkemuka dengan meluncurkan Chrome Cleanup, sebuah pemindai dan pembersih baru untuk Google Chrome yang dirancang untuk membantu pengguna menjelajahi web dengan aman dan tanpa gangguan. Pembersih Chrome akan tersedia untuk semua pengguna Google Chrome yang berjalan di Windows.

Pembersih Chrome akan mengingatkan pengguna Google Chrome akan ancaman potensial saat mendeteksi perangkat lunak yang tidak diinginkan. Google Chrome kemudian akan memberi pengguna pilihan untuk menghapus perangkat lunak. Pembersih Chrome beroperasi dari balik layar tanpa terlihat atau mengganggu pengguna. Ia akan menghapus perangkat lunak dan memberitahukan pengguna setelah pembersihan berhasil diselesaikan.

Menanggapi kerja sama ini, Technical Consultant PT Prosperita–ESET Indonesia, Yudhi Kukuh mengatakan bahwa hal ini bukan yang pertama kali ESET melakukan kerja sama secara global dalam menghadapi kejahatan siber.

“Upaya Google menggandeng ESET tentu saja disambut dengan tangan terbuka karena sejak awal berdiri, ESET ingin memberikan keamanan dan kenyamanan pada seluruh pengguna internet di dunia. Semoga ke depan kerja sama semacam ini terus terjalin dengan semua pihak yang terkait demi menciptakan lingkungan siber yang aman bagi kita semua,” kata Yudhi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (17/10).

Ia menjelaskan, untuk melengkapi sistem keamanan Google, ESET meluncurkan tiga perubahan guna membantu Chrome untuk Windows pulih dari infeksi perangkat lunak tidak diinginkan, yakni :

1.Hijacked settings detection

Ekstensi dapat membantu membuat Chrome lebih bermanfaat, seperti dengan menyesuaikan pengelolaan tab. Tapi beberapa ekstensi bisa mengubah setting tanpa pengguna sadari. Sekarang, saat Chrome mendeteksi bahwa setelan pengguna telah diubah tanpa persetujuan, dan menawarkan untuk mengembalikan setelan yang dimodifikasi. Pada bulan lalu, fitur ini telah membantu jutaan orang pulih dari pengaturan yang tidak diinginkan.

Pengguna juga dapat mengatur ulang pengaturan profil kapan saja dengan mengunjungi chrome://settings/resetProfileSettings

2.Chrome Cleanup yang Lebih Simpel

Terkadang saat pengguna mengunduh perangkat lunak atau konten lainnya, terkadang perangkat lunak yang tidak diinginkan menjadi bagian dari proses penginstalan tanpa disadari. Itulah sebabnya di Chrome untuk Windows, fitur Chrome Cleanup memperingatkan orang-orang saat mendeteksi perangkat lunak yang tidak diinginkan dan menawarkan cara cepat untuk menghapus perangkat lunak dan mengembalikan Chrome ke setelan bawaannya.

ESET baru saja menyelesaikan desain ulang Chrome Cleanup, dengan antarmuka baru lebih sederhana dan memudahkan untuk melihat perangkat lunak apa yang akan dihapus.

3.Mesin Cleanup yang lebih bertenaga

Google meningkatkan teknologi yang digunakan di Chrome Cleanup untuk mendeteksi dan menghapus perangkat lunak yang tidak diinginkan bekerja sama dengan ESET untuk menggabungkan mesin pendeteksi ESET dengan teknologi sandbox Chrome.

Dengan begitu, Chrome kini dapat mendeteksi dan menghapus lebih banyak perangkat lunak yang tidak diinginkan daripada sebelumnya, yang berarti lebih banyak orang bisa mendapatkan keuntungan dari Chrome Cleanup. Namun, mesin sandboxed baru ini bukanlah antivirus, tujuan umum hanya akan menghapus perangkat lunak yang tidak sesuai dengan kebijakan perangkat lunak yang tidak diinginkan.

Chrome sudah mulai diluncurkan kepada pengguna Chrome untuk Windows sekarang. Selama beberapa hari ke depan, ini akan membantu puluhan juta pengguna Chrome kembali ke web yang bersih dan aman.

Berikut lokasi untuk mendownload Google Chrome Cleanup secara gratis https://www.google.com/chrome/cleanup-tool/index.html. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Teknologi - Sabtu, 8 Desember 2018 - 20:33 WIB

Pada 2019 RI ambil-alih ruang udara Batam dan Natuna dari Singapura

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan Flight Information Region (FIR) sektor A yang mencakup Batam dan Natuna akan diambil alih ...
Seluler - Kamis, 6 Desember 2018 - 17:21 WIB

Jaringan Internet Hilang, Ini Kata Telkomsel

Jaringan internet atau layanan data provider Telkomsel terputus di beberapa wilayah Sumatera dan Aceh. Hal itu membuat warga kesal karena ...
Seluler - Kamis, 6 Desember 2018 - 17:07 WIB

Sinyal Internet Telkomsel Hilang, Warga Medan Kesal

Warga Medan sedang dikesalkan dengan hilangnya jaringan internet provider Telkomsel di ponsel mereka.Jaringan internet diketahui mendadak hilang pada Kamis (6/12/2018) ...
Ilmiah - Rabu, 5 Desember 2018 - 00:34 WIB

Hindari! 5 kesalahan sebelum tidur yang sering dilakukan

ISTIRAHAT merupakan hal terpenting untuk menjaga kesehatan. Salah satu caranya yaitu dengan tidur cukup saat malam hari, sekitar tujuh hingga ...
Teknologi - Rabu, 5 Desember 2018 - 00:23 WIB

Jerman pecahkan rekor dunia pembuatan pohon Natal dari krat

SEBUAH kota di Jerman, yakni kota Gera, yakni di Jerman bagian timur, kini tercatat sebagai pemegang rekor dunia untuk pohon ...
Seluler - Jumat, 30 November 2018 - 13:12 WIB

Ram 6 GB dan Usung Android 9 Pie, Begini Spesifikasi Nokia 8.1

Satu lagi ponsel Android yang akan meramaikan bursa smartphone akan hadir pekan depan. Ia adalah Nokia 8.1 "Pheonix" yang akan ...