Jumat, 18 Januari 2019 | 17.27 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Telekomunikasi>Gerakan bijak bersosial media rambah Kota Gudeg

Gerakan bijak bersosial media rambah Kota Gudeg

Sabtu, 7 Oktober 2017 - 11:24 WIB

IMG-3543

Communications Specialist Expert Indosat Ooredoo, Adrian Prasanto (empat dari kanan) bersama Gusti Kanjeng Ratu Hayu (dua dari kanan) serta para anggota komunitas pegiat sosial media Yogyakarta saat berfoto bersama pada acara Kopdar #BijakBersosmed di Yogyakarta (5/10). KiniNews/IndosatOoredo

Yogyakarta, kini.co.id – Gerakan Bijak Bersosial Media (Bersosmed) yang diluncurkan di Jakarta beberapa waktu lalu, kini mulai merambah sejumlah kota lainnya, yakni Jogja.

Gerakan ini pada Kamis (5/10) melakukan kopi darat dengan beberapa komunitas di Kota Gudeg untuk bersama-sama mengedukasi dan mendorong penggunaan media sosial dengan bijak, cerdas, aman dan sehat.

Koordinator Gerakan Bijak Bersosmed, Enda Nasution mengatakan gerakan untuk mengedukasi dan menyadarkan masyarakat agar bijak bermedia sosial harus terus dilakukan.

Dengan penyebaran konten kebencian akan semakin masif seiring dengan datangnya tahun politik.

“Tahun 2018 dan tentunya tahun 2019 akan menjadi tahun politik yang akan membuat pertentangan dan kompetisi memenangkan perhatian publik via platform media sosial menjadi lebih sengit. Kita harus berusaha menjaga agar media sosial bisa mempersatukan rakyat Indonesia, bukan malah memecah belah,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, sebenarnya masyarakat Indonesia bisa dikatakan baik dan tidak benar-benar penuh kebencian seperti yang tampak dalam berbagai percakapan di media sosial.

Dalam kopdar tersebut, berbagai komunitas di Jogja hadir untuk saling bertukar gagasan. Komunitas yang datang di antaranya adalah Paguyuban Admin Jogja, Masyarakat Digital Jogja, Roemah Toea, Genpi Jogja, Komunitas Bloger Jogja, Emak Blogger, Nonton YK, Merawat Jogja, dan Kaskus Regional Jogja.

Gerakan Bijak Bersosmed sendiri mendapat dukungan penuh oleh Indosat Ooredo sejak pertama kali diluncurkan. Corporate Communicationd Indosat Ooredo, Adrian Prasanto menyebutkan ingin sekali melihat masyarakat bisa menggunakan sosial media untuk hal-hal yang lebih bermanfaat karena itulah ia mengatakan Gerakan Bijak Bersosmed menjadi sangat dibutuhkan.

Namun ia menyatakan mengedukasi masyarakat tidak bisa dilakukan satu pihak karena kelompok penebar kebencian dan hoaks bekerja dengan intensitas tinggi dan menyebar di mana-mana.

“Usaha mengedukasi masyarakat tidak bisa dilakukan sendiri. Karena itu kami mengajak komunitas. Gerakan ini tidak akan berhenti dan akan terus berlanjut. Rencananya kami akan ke Surabaya setelah dari Jogja. Sebelumnya kami juga sudah ke Bandung,” terang dia dalam keterangan tertulisnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Ilmiah - Selasa, 15 Januari 2019 - 17:40 WIB

Pada 21 Januari, Indonesia alami supermoon

FENOMENA supermoon atau gerhana bulan total bisa diamati dari seluruh kawasan di Indonesia pekan depan. Kepala Lembaga Astronomi dan Penerbangan ...
Teknologi - Jumat, 11 Januari 2019 - 12:06 WIB

Pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Morowali diresmikan

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan peletakan batu pertama, yang menandai mulai dibangunnya ...
Seluler - Sabtu, 5 Januari 2019 - 23:07 WIB

Oppo R17 Pro, smartphone mewah dengan deretan fitur canggih

VENDOR smartphone asal China Oppo, akhirnya merilis perangkat terbarunya di Indonesia yakni Oppo R17 Pro. Perangkat Oppo R17 Pro ini ...
Teknologi - Sabtu, 5 Januari 2019 - 22:29 WIB

Danau Subglasial seluas Jakbar di Antartika dibor ilmuwan

ILMUWAN yang tergabung dalam proyek Subglacial Antarctic Lakes Scientific Access (SALSA) melakukan pengeboran dengan kedalaman hampir 1,1 kilometer di danau ...
Ilmiah - Minggu, 30 Desember 2018 - 00:07 WIB

Status awas Anak Krakatau adalah hoaks

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tidak benar status Gunung Anak Krakatau telah meningkat jadi Awas atau level IV. Status ...
Ilmiah - Senin, 24 Desember 2018 - 17:28 WIB

Mbah Rono: Anak Krakatau belum stabil, rawan longsor

KONDISI badan Gunung Anak Krakatau masih belum stabil saat ini. Gunung api laut itu berpotensi kembali longsor dan menyebabkan tsunami ...