Senin, 18 Desember 2017 | 14.01 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Telekomunikasi>Gerakan bijak bersosial media rambah Kota Gudeg

Gerakan bijak bersosial media rambah Kota Gudeg

Sabtu, 7 Oktober 2017 - 11:24 WIB

IMG-3543

Communications Specialist Expert Indosat Ooredoo, Adrian Prasanto (empat dari kanan) bersama Gusti Kanjeng Ratu Hayu (dua dari kanan) serta para anggota komunitas pegiat sosial media Yogyakarta saat berfoto bersama pada acara Kopdar #BijakBersosmed di Yogyakarta (5/10). KiniNews/IndosatOoredo

Yogyakarta, kini.co.id – Gerakan Bijak Bersosial Media (Bersosmed) yang diluncurkan di Jakarta beberapa waktu lalu, kini mulai merambah sejumlah kota lainnya, yakni Jogja.

Gerakan ini pada Kamis (5/10) melakukan kopi darat dengan beberapa komunitas di Kota Gudeg untuk bersama-sama mengedukasi dan mendorong penggunaan media sosial dengan bijak, cerdas, aman dan sehat.

Koordinator Gerakan Bijak Bersosmed, Enda Nasution mengatakan gerakan untuk mengedukasi dan menyadarkan masyarakat agar bijak bermedia sosial harus terus dilakukan.

Dengan penyebaran konten kebencian akan semakin masif seiring dengan datangnya tahun politik.

“Tahun 2018 dan tentunya tahun 2019 akan menjadi tahun politik yang akan membuat pertentangan dan kompetisi memenangkan perhatian publik via platform media sosial menjadi lebih sengit. Kita harus berusaha menjaga agar media sosial bisa mempersatukan rakyat Indonesia, bukan malah memecah belah,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, sebenarnya masyarakat Indonesia bisa dikatakan baik dan tidak benar-benar penuh kebencian seperti yang tampak dalam berbagai percakapan di media sosial.

Dalam kopdar tersebut, berbagai komunitas di Jogja hadir untuk saling bertukar gagasan. Komunitas yang datang di antaranya adalah Paguyuban Admin Jogja, Masyarakat Digital Jogja, Roemah Toea, Genpi Jogja, Komunitas Bloger Jogja, Emak Blogger, Nonton YK, Merawat Jogja, dan Kaskus Regional Jogja.

Gerakan Bijak Bersosmed sendiri mendapat dukungan penuh oleh Indosat Ooredo sejak pertama kali diluncurkan. Corporate Communicationd Indosat Ooredo, Adrian Prasanto menyebutkan ingin sekali melihat masyarakat bisa menggunakan sosial media untuk hal-hal yang lebih bermanfaat karena itulah ia mengatakan Gerakan Bijak Bersosmed menjadi sangat dibutuhkan.

Namun ia menyatakan mengedukasi masyarakat tidak bisa dilakukan satu pihak karena kelompok penebar kebencian dan hoaks bekerja dengan intensitas tinggi dan menyebar di mana-mana.

“Usaha mengedukasi masyarakat tidak bisa dilakukan sendiri. Karena itu kami mengajak komunitas. Gerakan ini tidak akan berhenti dan akan terus berlanjut. Rencananya kami akan ke Surabaya setelah dari Jogja. Sebelumnya kami juga sudah ke Bandung,” terang dia dalam keterangan tertulisnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Uber tunjuk Monika Rudijono, Presiden direktur
Teknologi - Rabu, 13 Desember 2017 - 18:02 WIB

Uber tunjuk Monika Rudijono, Presiden direktur

Uber Technologies Inc, resmi menunjuk Monika Rudijono sebagai Presiden Uber Indonesia, menggantikan Alan Jiang.Chief Business Officer, Uber Asia Pacific Brooks ...
Google Maps ikuti jejak Wikipedia akui Yerusalem Ibu Kota Israel
Teknologi - Senin, 11 Desember 2017 - 19:22 WIB

Google Maps ikuti jejak Wikipedia akui Yerusalem Ibu Kota Israel

Setelah Wikipediamencantumkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, kini giliran Google Maps melakukan hal yang sama. Alhasil aplikasi penunjuk arah milik Google tersebut dibanjiri ...
Sandisk iXpand Base, hadirkan penyimpanan sekaligus isi ulang baterai
Teknologi - Rabu, 6 Desember 2017 - 11:49 WIB

Sandisk iXpand Base, hadirkan penyimpanan sekaligus isi ulang baterai

Western Digital (WD) kembali memperluas solusi perangkat penyimpanan mobile mereka dengan meluncurkan SanDisk iXpandTM Base.Produk baru ini disebut sangat cocok ...
Facebook paling banyak digunakan sebar SARA
Teknologi - Senin, 27 November 2017 - 21:56 WIB

Facebook paling banyak digunakan sebar SARA

Polri menyebutkan dari sejumlah media sosial yang kerap digunakan netizen tanah air, Facebook dinilai menjadi aplikasi media sosial yang paling ...
Ngeri! Ilmuwan Prediksi Ada 20 Gempa Besar di 2018, Minimal 7 SR
Ilmiah - Kamis, 23 November 2017 - 13:24 WIB

Ngeri! Ilmuwan Prediksi Ada 20 Gempa Besar di 2018, Minimal 7 SR

Para ilmuwan memprediksi akan terjadi gempa global pada tahun 2018 mendatang. Gempa yang terjadi tersebut diprediksi berskala besar, minimal berkekuatan ...
Mining Scrip Servernya Sempat  di Retas, Ini Penjelasan Beritasatu
Teknologi - Rabu, 22 November 2017 - 15:11 WIB

Mining Scrip Servernya Sempat di Retas, Ini Penjelasan Beritasatu

Situs Beritasatu Selasa (21/11) pagi sempat diretas dan mengalami injection script pada salah satu server ads-nya. Peretas menginjeksikan secara ilegal script untuk mengaktifkan malware script web-base crypto-mining, ...