Senin, 25 September 2017 | 13.00 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Cyber>Siaga Malware Spionase Gazer Serang Kedubes hingga Konsulat di Seluruh Dunia

Siaga Malware Spionase Gazer Serang Kedubes hingga Konsulat di Seluruh Dunia

Selasa, 5 September 2017 - 16:04 WIB

IMG-3525

Ilustrasi Cyber Crime.

JAKARTA, kini.co.id – Untuk kesekian kalinya keamanan dunia diuji oleh aktivitas ilegal berbahaya yang bergerak dari bawah tanah tanpa sepengetahuan siapa pun.

Kita pernah merasakan bagaimana WannaCry, PetyaLike dan malware Joao menggebrak tanpa suara dan membuat dampak yang besar di seluruh dunia dan menyebabkan kerusakan yang parah.

Kerusakan itu kini semakin mengakumulasi setelah para peneliti ESET berhasil melacak aktivitas kelompok siber spionase Turla yang menyusupkan backdoor yang sebelumnya tidak terdokumentasi yang telah digunakan untuk memata-matai konsulat dan kedutaan besar di seluruh dunia.

Tim peneliti ESET adalah yang pertama di dunia mendokumentasikan malware backdoor lanjutan milik Turla yang mereka beri nama “Gazer”.

Malware ini sejak tahun 2016 telah beraksi dengan agresif dalam serangan ditargetkan terhadap pemerintah dan diplomat dunia.

Keberhasilan gerilya Gazer dikarenakan metode canggih yang mereka gunakan untuk memata-matai target yang dituju, kemampuannya untuk dapat bertahan hidup dalam perangkat yang terinfeksi dan menyembunyikan diri dari pandangan pengguna komputer yang menjadi korban, semua adalah upaya untuk mencuri informasi dalam jangka waktu yang lama.

Peneliti ESET menyebutkan bahwa Gazer telah berhasil menginfeksi sejumlah komputer di seluruh dunia, dengan korban terbanyak berada di Eropa.

Anehnya, pemeriksaan ESET terhadap berbagai operasi spionase berbeda yang menggunakan Gazer telah mengidentifikasi bahwa target utama tampaknya adalah Eropa Tenggara dan negara-negara bekas Uni Soviet.

Berikut beberapa ciri khas kelompok siber spionase Turla dalam aksi mereka:

•Target serangan adalah kedutaan dan kementerian •Spearphishing menghadirkan backdoor tahap pertama seperti Skipper •Backdoor canggih punya kemampuan bersembunyi, seperti backdoor mereka sebelumnya yaitu Carbon dan Kazuar demikian pula dengan Gazer. •Backdoor tahap kedua menerima instruksi enkripsi dari server C&C menggunakan website yang dikuasai dan legitimate sebagai proxy-nya.

Malware backdoor Gazer yang ditemukan oleh tim peneliti ESET, menjadi bukti yang jelas terlihat bahwa seseorang telah memodifikasi sebagian besar strings-nya, dan memasukkan frasa yang terkait dengan permainan video di seluruh kodenya.

Technical Consultant PT Prosperita – ESET Indonesia, Yudhi Kukuh mengatakan seperti sudah diperkirakan, semakin banyak targeted attack, yaitu malware dengan tujuan yang spesifik.

Malware ini jelas menjadi alat mata-mata oleh kelompok Turla yang bisa jadi disewa oleh aktor-aktor intelektual tertentu yang ingin mencuri dan mencari tahu rahasia negara-negara di dunia.

Ia menyarankan semua organisasi, baik pemerintah, diplomatik, penegak hukum, atau bahkan bisnis tidak boleh menganggap enteng kasus ini, karena dari hasil penelitian ESET, meskipun fokus serangan ditujukan pada negara di Eropa Tenggara dan bekas Uni Soviet, namun malware juga sudah disebar ke seluruh dunia dan menyusup ke setiap kedutaan besar dan konsulat.

“Karena itu, setiap stakeholder harus menanggapi ini dengan serius dan menerapkan pertahanan berlapis untuk mengurangi kemungkinan pelanggaran keamanan,” tegasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Pengalaman Mengerikan Orang-orang yang Mengunjungi Deep Web
Cyber - Sabtu, 23 September 2017 - 10:43 WIB

Pengalaman Mengerikan Orang-orang yang Mengunjungi Deep Web

Deep Web adalah bagian dari World Wide Web tetapi tidak termasuk ke dalam internet yang dapat dicari dengan mudah, yaitu ...
Deep Web dan Dark Web, Apa Bedanya?
Cyber - Sabtu, 23 September 2017 - 09:42 WIB

Deep Web dan Dark Web, Apa Bedanya?

Meski banyak persamaan, Deep Web dan Dark Web ternyata berbeda. Deep Web merupakan tempat berisi situs-situs, forum, dan toko online ...
SanDisk boyong microSDXC ultra hingga 400GB
Teknologi - Selasa, 19 September 2017 - 16:48 WIB

SanDisk boyong microSDXC ultra hingga 400GB

Western Digital, Selasa (19/9) ini resmi menghadirkan kartu memori baru berkapasitas terbesar di dunia, yaitu SanDisk Ultra microSDXC 250GB spesifikasi ...
Menkominfo targetkan lima startup tumbuh jadi ‘unicorn’
Teknologi - Selasa, 12 September 2017 - 16:12 WIB

Menkominfo targetkan lima startup tumbuh jadi ‘unicorn’

Kementerian Komunikasi dan Informatika akan terus mendorong munculnya perusahaan rintisan startup berbasis teknologi digital yang mampu tumbuh menjadi unicorn atau ...
Menkominfo Apresiasi Satelit Telkom 1 Pulih
Telekomunikasi - Selasa, 12 September 2017 - 15:03 WIB

Menkominfo Apresiasi Satelit Telkom 1 Pulih

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) memastikan layanan konektivitas pelanggan Satelit Telkom-1 telah pulih 100% sejak Minggu pukul 24.00 WIB ...
Youtube Tutup Saluran Propaganda Korut
Cyber - Sabtu, 9 September 2017 - 13:02 WIB

Youtube Tutup Saluran Propaganda Korut

Sejumlah saluran propaganda Korut dinilai melanggar pedoman Youtube sehingga harus ditutup.Dua saluran propaganda Korut yang ditutup adalah Stimmekoreas, memiliki lebih ...