Senin, 20 Mei 2019 | 23.47 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Teknologi>Perlu Upaya Serius Agar Indonesia Jadi Basis Industri Otomotif Dunia

Perlu Upaya Serius Agar Indonesia Jadi Basis Industri Otomotif Dunia

Kamis, 31 Augu 2017 - 16:24 WIB

IMG-3522

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat membuka Workshop Penyusunan Kebijakan Kendaraan Pedesaan di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (31/8).KiniNews/Wahyu.

JAKARTA, kini.co.id – Untuk mencapai visi Indonesia menjadi basis produksi industri otomotif dan komponen kelas dunia, maka diperlukan upaya serius dari seluruh pemangku kepentingan.

Salah satunya adalah dengan memperkuat struktur industri otomotif melalui peningkatan kemampuan industri komponen dan infrastruktur teknologi.

Demikian hal itu diungkapkan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat membuka Workshop Penyusunan Kebijakan Kendaraan Pedesaan di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (31/8).

Airlangga menjelaskan dalam meningkatkan daya saing industri otomotif adalah melalui peningkatan kemampuan SDM dan manajemen industri.

“Tidak kalah pentingnya, adalah peningkatan penguasaan teknologi dan R & D industri otomotif sangat diperlukan,” ungkapnya.

Menurutnya pasar dalam negeri yang terus berkembang, seyogyanya menjadi pendorong bagi pelaku usaha industri otomotif untuk terus mengembangkan industri komponen guna memperdalam struktur industri nasional.

“Potensi pasar dalam negeri sebagai basis kekuatan industri harus bisa menarik bagi investor untuk terus mengembangkan produk-produk yang dibutuhkan masyarakat dengan harha yang kompetitif,” kata Menperin.

Lebih lanjut, kata dia , tantangan industri otomotif kedepannya akan semakin berat, sebagai dampak dari persaingan globalisasi yang semakin ketat dan tidak lagi mengenal batas-batas wilayah.

“Dalam menghadapi ketatnya persaingan global tersebut, peningkatan daya saing, penguasaan teknologi dan peningkatan SDM, mutlak dilakukan serta mendapatkan perhatian serius dari pemerintah mauoun pemangku kepentingan lainnya,” tegas Airlangga.

Selain tantangan tersebut, di kawasan ASEAN saat ini telah memasuki babak baru yaitu MEA, dimana pergerakan barang dan jasa maupun tenaga kerja sudah semakin bebas sehingga akan berdampak pada semakin ketatnya persaingan.

Hal tersebut, kata dia harus disikapi dan diantisipasi bersama-sama oleh pemerintah beserta pemangku kepentingan agar industri dalam negeri tidak tergerus oleh masuknya barang-barang impor secara bebas. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Teknologi - Senin, 28 Januari 2019 - 14:37 WIB

Institut Pertanian Bogor dukung Kementan untuk program Kedauladan Pangan

INSTITUT Pertanian Bogor (IPB) terus mengembangkan inovasi untuk ikut mendukung program Kementerian Pertanian untuk Kedauladan Pangan. Hal itu dilakukan melalui ...
Ilmiah - Senin, 21 Januari 2019 - 14:27 WIB

Jangan lewatkan Supermoon malam ini

KEJADIAN alam yang disebut supermoon atau bulan purnama super akan terlihat di langit nusantara malam ini. Ada hal yang menarik, ...
Seluler - Senin, 21 Januari 2019 - 13:14 WIB

Diskon besar-besaran untuk iPhone SE

MOMENTUM peluncuran trio iPhone XS, XS Max, dan XR pada September 2018 lalu, perusahaan telepon genggam Apple mengumumkan penyetopan produksi ...
Tips - Minggu, 20 Januari 2019 - 12:03 WIB

Wow, rekening listrik pemilik mobil listrik dapat diskon

DALAM waktu dekat, PT PLN (Persero) berencana akan memberi potongan harga atau diskon pada rekening listrik atau diskon pada penggunaan ...
Ilmiah - Selasa, 15 Januari 2019 - 17:40 WIB

Pada 21 Januari, Indonesia alami supermoon

FENOMENA supermoon atau gerhana bulan total bisa diamati dari seluruh kawasan di Indonesia pekan depan. Kepala Lembaga Astronomi dan Penerbangan ...
Teknologi - Jumat, 11 Januari 2019 - 12:06 WIB

Pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Morowali diresmikan

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan peletakan batu pertama, yang menandai mulai dibangunnya ...