Selasa, 11 Desember 2018 | 00.43 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Teknologi>Perlu Upaya Serius Agar Indonesia Jadi Basis Industri Otomotif Dunia

Perlu Upaya Serius Agar Indonesia Jadi Basis Industri Otomotif Dunia

Kamis, 31 Augu 2017 - 16:24 WIB

IMG-3522

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat membuka Workshop Penyusunan Kebijakan Kendaraan Pedesaan di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (31/8).KiniNews/Wahyu.

JAKARTA, kini.co.id – Untuk mencapai visi Indonesia menjadi basis produksi industri otomotif dan komponen kelas dunia, maka diperlukan upaya serius dari seluruh pemangku kepentingan.

Salah satunya adalah dengan memperkuat struktur industri otomotif melalui peningkatan kemampuan industri komponen dan infrastruktur teknologi.

Demikian hal itu diungkapkan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat membuka Workshop Penyusunan Kebijakan Kendaraan Pedesaan di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (31/8).

Airlangga menjelaskan dalam meningkatkan daya saing industri otomotif adalah melalui peningkatan kemampuan SDM dan manajemen industri.

“Tidak kalah pentingnya, adalah peningkatan penguasaan teknologi dan R & D industri otomotif sangat diperlukan,” ungkapnya.

Menurutnya pasar dalam negeri yang terus berkembang, seyogyanya menjadi pendorong bagi pelaku usaha industri otomotif untuk terus mengembangkan industri komponen guna memperdalam struktur industri nasional.

“Potensi pasar dalam negeri sebagai basis kekuatan industri harus bisa menarik bagi investor untuk terus mengembangkan produk-produk yang dibutuhkan masyarakat dengan harha yang kompetitif,” kata Menperin.

Lebih lanjut, kata dia , tantangan industri otomotif kedepannya akan semakin berat, sebagai dampak dari persaingan globalisasi yang semakin ketat dan tidak lagi mengenal batas-batas wilayah.

“Dalam menghadapi ketatnya persaingan global tersebut, peningkatan daya saing, penguasaan teknologi dan peningkatan SDM, mutlak dilakukan serta mendapatkan perhatian serius dari pemerintah mauoun pemangku kepentingan lainnya,” tegas Airlangga.

Selain tantangan tersebut, di kawasan ASEAN saat ini telah memasuki babak baru yaitu MEA, dimana pergerakan barang dan jasa maupun tenaga kerja sudah semakin bebas sehingga akan berdampak pada semakin ketatnya persaingan.

Hal tersebut, kata dia harus disikapi dan diantisipasi bersama-sama oleh pemerintah beserta pemangku kepentingan agar industri dalam negeri tidak tergerus oleh masuknya barang-barang impor secara bebas. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Teknologi - Sabtu, 8 Desember 2018 - 20:33 WIB

Pada 2019 RI ambil-alih ruang udara Batam dan Natuna dari Singapura

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan Flight Information Region (FIR) sektor A yang mencakup Batam dan Natuna akan diambil alih ...
Seluler - Kamis, 6 Desember 2018 - 17:21 WIB

Jaringan Internet Hilang, Ini Kata Telkomsel

Jaringan internet atau layanan data provider Telkomsel terputus di beberapa wilayah Sumatera dan Aceh. Hal itu membuat warga kesal karena ...
Seluler - Kamis, 6 Desember 2018 - 17:07 WIB

Sinyal Internet Telkomsel Hilang, Warga Medan Kesal

Warga Medan sedang dikesalkan dengan hilangnya jaringan internet provider Telkomsel di ponsel mereka.Jaringan internet diketahui mendadak hilang pada Kamis (6/12/2018) ...
Ilmiah - Rabu, 5 Desember 2018 - 00:34 WIB

Hindari! 5 kesalahan sebelum tidur yang sering dilakukan

ISTIRAHAT merupakan hal terpenting untuk menjaga kesehatan. Salah satu caranya yaitu dengan tidur cukup saat malam hari, sekitar tujuh hingga ...
Teknologi - Rabu, 5 Desember 2018 - 00:23 WIB

Jerman pecahkan rekor dunia pembuatan pohon Natal dari krat

SEBUAH kota di Jerman, yakni kota Gera, yakni di Jerman bagian timur, kini tercatat sebagai pemegang rekor dunia untuk pohon ...
Seluler - Jumat, 30 November 2018 - 13:12 WIB

Ram 6 GB dan Usung Android 9 Pie, Begini Spesifikasi Nokia 8.1

Satu lagi ponsel Android yang akan meramaikan bursa smartphone akan hadir pekan depan. Ia adalah Nokia 8.1 "Pheonix" yang akan ...