Sabtu, 18 November 2017 | 15.46 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Telekomunikasi>Menkominfo Tindak Lanjuti Atas Surel CEO Telegram

Menkominfo Tindak Lanjuti Atas Surel CEO Telegram

Reporter : Bayu Faisal | Senin, 17 Juli 2017 - 19:49 WIB

IMG-3460

Kemeninfo tindak lanjuti surel CEO Telegram dengan empat hal. KiniNews/Humas Menkominfo.

JAKARTA, kini.co.id – Pemblokiran Telegram yang dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) karena dianggap banyak digunakan oleh pendukung Islamic State (IS) membuat CEO Telegram, Pavel Durov bereaksi dan menindaklanjuti surel yang dikirimkan Kemeninfo.

Durov mengakui kesalahannnya dan menyatakan siap bekerjasama dengan pemerintah Indonesia.

Menteri Kominfo Rudiantara mengatakan telah menerima email mengenai permintaan maaf dari Durov, yang mana tidak disadari adanya permintaan dari Kominfo sejak 2016, akibatnya pemerintah memblokir layanan Telegram berbasis web tersebut.

“Durov telah menindaklanjuti yang diminta oleh Kominfo dan mengusulkan komunikasi khusus untuk proses penanganan konten negatif khususnya terorisme. Saya mengapresiasi respon dari Pavel Durov dan Kominfo akan menindakanjuti secepatnya dari sisi teknis detail agar SOP bisa segera diimplementasikan,” kata Rudiantara seperti dikutip dari laman resmi Kominfo, Senin (17/7).

Rudiantara mengaku sudah meminta pihak Telegram menyiapkan tim teknis dan administrasi guna mendukung proses komunikasi dan kordinasi secara lebih intens.

Dikatakan, pemerintah sangat menghargai tanggapan, niat dan keinginan Telegram untuk membangun kerjasama.

Dengan diterimanya surel dari Telegram kepada Menteri Kominfo, akan segera dilakukan langkah baru berupa penyiapan SOP secara teknis, mulai dari proses, SDM, organisasi, dan sebagainya;

1. Kemungkinan dibuatnya Government Channel agar komunikasi dengan Kementerian Kominfo lebih cepat dan efisien.

2. Kemkominfo akan meminta diberikan otoritas sebagai Trusted Flagger terhadap akun atau kanal dalam layanan Telegram.

3. Kemkominfo akan meminta Telegram membuka perwakilan di Indonesia.

4. Untuk proses tata kelola penapisan konten, Kemkominfo terus melakukan perbaikan baik proses, pengorganisasian, teknis, maupun SDM.

Kebijakan untuk melakukan penapisan konten bermuatan terorisme merupakan tindak lanjut dari penanganan terhadap isu–isu yang mengancam keamanan negara terlebih mulai terjadinya perubahan geopolitik dan geostrategis di Asia Tenggara terutama peristiwa yang terjadi di kota Marawi, Filipina Selatan. Demikian Kominfo.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Kerjasama dengan Pihak Ketiga, Konten Mesum di WA Berhasil Diblokir
Cyber - Rabu, 8 November 2017 - 13:58 WIB

Kerjasama dengan Pihak Ketiga, Konten Mesum di WA Berhasil Diblokir

Konten mesum dalam bentuk gif dalam aplikasi WhatsApp sempat membuat para orangtua resah. Pasalnya konten tak senonoh tersebut tersebar ke ...
Indonesia jadi Surga Belanja Online Terbesar se-Asia Tenggara
Teknologi - Rabu, 8 November 2017 - 13:30 WIB

Indonesia jadi Surga Belanja Online Terbesar se-Asia Tenggara

Research and Markets menunjukkan meski Indonesia memiliki tingkat penetrasi yang rendah untuk Internet dan E-Commerce, namun pasar ritel online dalam ...
MSI luncurkan 3 laptop gaming terbaru
Game - Senin, 6 November 2017 - 16:20 WIB

MSI luncurkan 3 laptop gaming terbaru

Segmen perangkat komputer gaming di Indonesia diprediksikan akan terus mengalami peningkatan. Saat ini, beberapa vendor tengah memfokuskan bisnisnya ke produk-produk ...
Kominfo Diminta Hentikan Pornografi di Whatsapp
Cyber - Senin, 6 November 2017 - 12:41 WIB

Kominfo Diminta Hentikan Pornografi di Whatsapp

Berkembangnya teknologi seringkali diwarnai oleh hal-hal yang tidak terpuji. Kebebasan akses informasi lewat internet membuat konten-konten tak pantas seperti ...
Kominfo: Ajakan Tak Registrasi Kartu Ulah Pelaku Cyber Crime
Cyber - Senin, 6 November 2017 - 08:54 WIB

Kominfo: Ajakan Tak Registrasi Kartu Ulah Pelaku Cyber Crime

Setelah pemerintah menganjurkan para pemilik SIM Card untuk mendaftar ulang, banyak pula pesan-pesan untuk tidak mengindahkan anjuran tersebut.Padahal, jika tidak ...
Jangan Abai, Ini Cara Daftar Ulang Kartu SIM untuk Kemkominfo
Seluler - Senin, 30 Oktober 2017 - 11:38 WIB

Jangan Abai, Ini Cara Daftar Ulang Kartu SIM untuk Kemkominfo

Masyarakat yang menggunakan telepon seluler diimbau untuk segera mendaftarkan Nomor Induk KTP dan KK mereka."Per 31 Okt 17 Plgn wajib ...