Kamis, 18 Januari 2018 | 08.21 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Telekomunikasi>Menkominfo Tindak Lanjuti Atas Surel CEO Telegram

Menkominfo Tindak Lanjuti Atas Surel CEO Telegram

Reporter : Bayu Faisal | Senin, 17 Juli 2017 - 19:49 WIB

IMG-3460

Kemeninfo tindak lanjuti surel CEO Telegram dengan empat hal. KiniNews/Humas Menkominfo.

JAKARTA, kini.co.id – Pemblokiran Telegram yang dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) karena dianggap banyak digunakan oleh pendukung Islamic State (IS) membuat CEO Telegram, Pavel Durov bereaksi dan menindaklanjuti surel yang dikirimkan Kemeninfo.

Durov mengakui kesalahannnya dan menyatakan siap bekerjasama dengan pemerintah Indonesia.

Menteri Kominfo Rudiantara mengatakan telah menerima email mengenai permintaan maaf dari Durov, yang mana tidak disadari adanya permintaan dari Kominfo sejak 2016, akibatnya pemerintah memblokir layanan Telegram berbasis web tersebut.

“Durov telah menindaklanjuti yang diminta oleh Kominfo dan mengusulkan komunikasi khusus untuk proses penanganan konten negatif khususnya terorisme. Saya mengapresiasi respon dari Pavel Durov dan Kominfo akan menindakanjuti secepatnya dari sisi teknis detail agar SOP bisa segera diimplementasikan,” kata Rudiantara seperti dikutip dari laman resmi Kominfo, Senin (17/7).

Rudiantara mengaku sudah meminta pihak Telegram menyiapkan tim teknis dan administrasi guna mendukung proses komunikasi dan kordinasi secara lebih intens.

Dikatakan, pemerintah sangat menghargai tanggapan, niat dan keinginan Telegram untuk membangun kerjasama.

Dengan diterimanya surel dari Telegram kepada Menteri Kominfo, akan segera dilakukan langkah baru berupa penyiapan SOP secara teknis, mulai dari proses, SDM, organisasi, dan sebagainya;

1. Kemungkinan dibuatnya Government Channel agar komunikasi dengan Kementerian Kominfo lebih cepat dan efisien.

2. Kemkominfo akan meminta diberikan otoritas sebagai Trusted Flagger terhadap akun atau kanal dalam layanan Telegram.

3. Kemkominfo akan meminta Telegram membuka perwakilan di Indonesia.

4. Untuk proses tata kelola penapisan konten, Kemkominfo terus melakukan perbaikan baik proses, pengorganisasian, teknis, maupun SDM.

Kebijakan untuk melakukan penapisan konten bermuatan terorisme merupakan tindak lanjut dari penanganan terhadap isu–isu yang mengancam keamanan negara terlebih mulai terjadinya perubahan geopolitik dan geostrategis di Asia Tenggara terutama peristiwa yang terjadi di kota Marawi, Filipina Selatan. Demikian Kominfo.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Western Digital pamerkan teknologi dan produk barunya di CES 2018
Teknologi - Jumat, 12 Januari 2018 - 13:12 WIB

Western Digital pamerkan teknologi dan produk barunya di CES 2018

Western Digital memamerkan teknologi akses streaming media melalui perangkat Smart Home dengan suara, pada ajang Consumer Electronics Show 2018 (CES 2018).Mereka ...
Mengatasi bugs Spectre dan Meltdown
Tips - Jumat, 5 Januari 2018 - 14:53 WIB

Mengatasi bugs Spectre dan Meltdown

Awal 2018 diawali dengan penemuan celah keamanan pada prosesor modern yang memungkinkan program berbahaya mencuri informasi dari memori program lain.Dengan ...
Tegas, Jerman Bakal Denda Facebook dan Twitter Jika Tak Hapus Hatespeech
Cyber - Selasa, 2 Januari 2018 - 13:11 WIB

Tegas, Jerman Bakal Denda Facebook dan Twitter Jika Tak Hapus Hatespeech

Ujaran kebencian tau hatespeech dan konten ilegal lain sepertinya tak pernah habis muncul di media sosial. Untuk itu, Jerman mengambil ...
LIPI buat kartu ucapan tahun baru seukuran virus polio
Teknologi - Minggu, 31 Desember 2017 - 19:45 WIB

LIPI buat kartu ucapan tahun baru seukuran virus polio

Menyambut momentum pergantian tahun 2017 - 2018, sejumlah ilmuan di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), membuat kartu ucapan selamat tahun ...
3 menit Redmi 5A kejutan akhir tahun Lazada Sould Out
Seluler - Kamis, 28 Desember 2017 - 10:56 WIB

3 menit Redmi 5A kejutan akhir tahun Lazada Sould Out

Sebagai e-commerce terbesar dan nomor satu baik di Indonesia maupun Asia Tenggara, terus berkomitmen untuk selalu menjadi yang terdepan ...
Lagi, Situs FPI Ditutup, Medsosnya Disuspend
Cyber - Jumat, 22 Desember 2017 - 14:16 WIB

Lagi, Situs FPI Ditutup, Medsosnya Disuspend

Setelah beberapakali terjadi, kali ini situs Front Pembela Islam (FPI) kembali ditutup.Belum jelas apa alasan ditutupnya situs https://fpi.or.id. Namun sejak ...