Kamis, 27 Juli 2017 | 13.32 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Telekomunikasi>CEO Telegram Mengaku Salah, Siapkan Tim Khusus untuk Indonesia

CEO Telegram Mengaku Salah, Siapkan Tim Khusus untuk Indonesia

Reporter : Nur Fatimah | Minggu, 16 Juli 2017 - 16:04 WIB

IMG-3458

CEO Telegram, Pavel Durov - telegramgeek.com

JAKARTA, kini.co.id – CEO dan Co Founder Telegram, Pavel Durov, mengaku kesalahannya sehingga berujung pemerintah Indonesia memblokir aplikasi tersebut.

Dalam akun resminya Durov mengakui jika pihaknya telah menerima pemberitahuan sebelumnya dari Kemenkominfo. Namun, karena tidak cepat memberi respons, vonis pemblokiran pun akhirnya harus diterima Telegram.

Durov mengakui bahwa banyak orang Indonesia yang menggunakan Telegram bahkan kini jumlahnya mencapat jutaan.

“Saya kecewa saat mendengar Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia menyatakan akan memblokir Telegram. Itu terjadi karena Kementerian sebelumnya telah mengirimi kami pesan melalui email tentang konten terkait terorisme di saluran publik Telegram dan tim kami tidak dapat memprosesnya dengan segera,” tulis Durov, Minggu dini hari WIB.

Dia pun menyayangkan, dirinya abai atas permintaan yang ada pada surat itu dan menyebabkan apa yang disebutnya sebagai miskomunikasi.

“Untuk memperbaiki situasi ini, kami telah melakukan tiga langkah solusi,” ujar Durov.

Adapun ketiga langkah yang dilakukan Telegram adalah: pertama, memblokir semua kanal publik yang terkait dengan terorisme seperti yang telah disampaikan Kemenkominfo. Kedua, mengirimkan balasan melalui email untuk membangun komunikasi langsung dengan Kemenkominfo, yang memungkinkan pihak Telegram dapat bekerja lebih efisien dalam mengidentifikasi dan memblokir propaganda teroris di masa depan dan ketiga, membentuk tim moderator khusus yang menguasai bahasa dan budaya Indonesia sehingga penanganan atas laporan adanya konten terkait teroris dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.

Seperti diketahui pada Jumat (14/7), mulai pukul 11.00 WIB Kemenkominfo memblokir aplikasi Telegram di Indonesia.

Berdasarkan keterangan resmi Biro Humas Kemenkominfo, Jumat (14/7/2017), pemblokiran dilakukan dengan melakukan pemutusan akses terhadap 11 Domain Name System (DNS) milik Telegram.

Pemutusan DNS dilakukan setelah Kementerian Komunikasi dan Informatika meminta Internet Service Provider (ISP) untuk melakukan hal tersebut.

“Pemblokiran ini harus dilakukan karena banyak sekali kanal yang ada di layanan tersebut bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing images, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia,” demikian isi keterangan resmi Kemenkominfo.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Ini 5 Negara yang Bakal Hilang dari Peta Dunia
Ilmiah - Kamis, 27 Juli 2017 - 12:44 WIB

Ini 5 Negara yang Bakal Hilang dari Peta Dunia

Ada beberapa negara yang bakal hilang dari peta dunia. Negara-negara tersebut dihilangkan bisa jadi karena bencana alam ataupun konflik geopolitik.PalestinaSeperti ...
Viral, Percakapan Driver Ojek Online Ajak Penumpang ‘Gituan’
Cyber - Selasa, 25 Juli 2017 - 15:09 WIB

Viral, Percakapan Driver Ojek Online Ajak Penumpang ‘Gituan’

Keberadaan transportasi online tak hanya menawarkan kenyamanan. Belakangan ini, justru menebar teror akan pelecehan.Untuk itu kaum wanita harus hati-hati ketika ...
Citrix-Google Umumkan Perpanjang Kerjasama Strategis
Teknologi - Selasa, 25 Juli 2017 - 14:23 WIB

Citrix-Google Umumkan Perpanjang Kerjasama Strategis

Citrik mengumumkan perpanjangan kerjasama strategis jangka panjangnya dengan google, dimana pelanggan akan mampu menggunakan Citrix Cloud untuk melakukan provisi dan ...
Wah, Program S2 Video Game Ada di Universitas Leicester Inggris
Game - Sabtu, 22 Juli 2017 - 08:54 WIB

Wah, Program S2 Video Game Ada di Universitas Leicester Inggris

Meraih gelar master untuk jurusan video game mungkin hanya angan-angan bagi sebagian orang.Namun Universitas Leicester di Inggris benar-benar mewujudkannya.Tak main-main, ...
Komersialisasi Kejahatan Siber
Cyber - Kamis, 20 Juli 2017 - 14:50 WIB

Komersialisasi Kejahatan Siber

Dalam beberapa tahun terakhir kita bisa menyaksikan popularitas MaaS atau Malware as a Service saat ini menjadi bisnis yang paling ...
WD Purple 10TB, HDD untuk Sistem Kamera Pengintai Beresolusi 4K
Teknologi - Rabu, 19 Juli 2017 - 18:26 WIB

WD Purple 10TB, HDD untuk Sistem Kamera Pengintai Beresolusi 4K

Western Digital (WD) kembali mengungkap kehadiran hard disk terbaru, WD Purple 10TB. Anggota terbaru dari lini hard disk berkapasitas tinggi ...