Kamis, 18 Januari 2018 | 08.22 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Telekomunikasi>CEO Telegram Mengaku Salah, Siapkan Tim Khusus untuk Indonesia

CEO Telegram Mengaku Salah, Siapkan Tim Khusus untuk Indonesia

Reporter : Nur Fatimah | Minggu, 16 Juli 2017 - 16:04 WIB

IMG-3458

CEO Telegram, Pavel Durov - telegramgeek.com

JAKARTA, kini.co.id – CEO dan Co Founder Telegram, Pavel Durov, mengaku kesalahannya sehingga berujung pemerintah Indonesia memblokir aplikasi tersebut.

Dalam akun resminya Durov mengakui jika pihaknya telah menerima pemberitahuan sebelumnya dari Kemenkominfo. Namun, karena tidak cepat memberi respons, vonis pemblokiran pun akhirnya harus diterima Telegram.

Durov mengakui bahwa banyak orang Indonesia yang menggunakan Telegram bahkan kini jumlahnya mencapat jutaan.

“Saya kecewa saat mendengar Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia menyatakan akan memblokir Telegram. Itu terjadi karena Kementerian sebelumnya telah mengirimi kami pesan melalui email tentang konten terkait terorisme di saluran publik Telegram dan tim kami tidak dapat memprosesnya dengan segera,” tulis Durov, Minggu dini hari WIB.

Dia pun menyayangkan, dirinya abai atas permintaan yang ada pada surat itu dan menyebabkan apa yang disebutnya sebagai miskomunikasi.

“Untuk memperbaiki situasi ini, kami telah melakukan tiga langkah solusi,” ujar Durov.

Adapun ketiga langkah yang dilakukan Telegram adalah: pertama, memblokir semua kanal publik yang terkait dengan terorisme seperti yang telah disampaikan Kemenkominfo. Kedua, mengirimkan balasan melalui email untuk membangun komunikasi langsung dengan Kemenkominfo, yang memungkinkan pihak Telegram dapat bekerja lebih efisien dalam mengidentifikasi dan memblokir propaganda teroris di masa depan dan ketiga, membentuk tim moderator khusus yang menguasai bahasa dan budaya Indonesia sehingga penanganan atas laporan adanya konten terkait teroris dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.

Seperti diketahui pada Jumat (14/7), mulai pukul 11.00 WIB Kemenkominfo memblokir aplikasi Telegram di Indonesia.

Berdasarkan keterangan resmi Biro Humas Kemenkominfo, Jumat (14/7/2017), pemblokiran dilakukan dengan melakukan pemutusan akses terhadap 11 Domain Name System (DNS) milik Telegram.

Pemutusan DNS dilakukan setelah Kementerian Komunikasi dan Informatika meminta Internet Service Provider (ISP) untuk melakukan hal tersebut.

“Pemblokiran ini harus dilakukan karena banyak sekali kanal yang ada di layanan tersebut bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing images, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia,” demikian isi keterangan resmi Kemenkominfo.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Western Digital pamerkan teknologi dan produk barunya di CES 2018
Teknologi - Jumat, 12 Januari 2018 - 13:12 WIB

Western Digital pamerkan teknologi dan produk barunya di CES 2018

Western Digital memamerkan teknologi akses streaming media melalui perangkat Smart Home dengan suara, pada ajang Consumer Electronics Show 2018 (CES 2018).Mereka ...
Mengatasi bugs Spectre dan Meltdown
Tips - Jumat, 5 Januari 2018 - 14:53 WIB

Mengatasi bugs Spectre dan Meltdown

Awal 2018 diawali dengan penemuan celah keamanan pada prosesor modern yang memungkinkan program berbahaya mencuri informasi dari memori program lain.Dengan ...
Tegas, Jerman Bakal Denda Facebook dan Twitter Jika Tak Hapus Hatespeech
Cyber - Selasa, 2 Januari 2018 - 13:11 WIB

Tegas, Jerman Bakal Denda Facebook dan Twitter Jika Tak Hapus Hatespeech

Ujaran kebencian tau hatespeech dan konten ilegal lain sepertinya tak pernah habis muncul di media sosial. Untuk itu, Jerman mengambil ...
LIPI buat kartu ucapan tahun baru seukuran virus polio
Teknologi - Minggu, 31 Desember 2017 - 19:45 WIB

LIPI buat kartu ucapan tahun baru seukuran virus polio

Menyambut momentum pergantian tahun 2017 - 2018, sejumlah ilmuan di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), membuat kartu ucapan selamat tahun ...
3 menit Redmi 5A kejutan akhir tahun Lazada Sould Out
Seluler - Kamis, 28 Desember 2017 - 10:56 WIB

3 menit Redmi 5A kejutan akhir tahun Lazada Sould Out

Sebagai e-commerce terbesar dan nomor satu baik di Indonesia maupun Asia Tenggara, terus berkomitmen untuk selalu menjadi yang terdepan ...
Lagi, Situs FPI Ditutup, Medsosnya Disuspend
Cyber - Jumat, 22 Desember 2017 - 14:16 WIB

Lagi, Situs FPI Ditutup, Medsosnya Disuspend

Setelah beberapakali terjadi, kali ini situs Front Pembela Islam (FPI) kembali ditutup.Belum jelas apa alasan ditutupnya situs https://fpi.or.id. Namun sejak ...