Wednesday, 18 July 2018 | 15.12 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Telekomunikasi>CEO Telegram Buka Suara Soal Pemblokiran di Indonesia

CEO Telegram Buka Suara Soal Pemblokiran di Indonesia

Reporter : Bambang Medy | Saturday, 15 July 2017 - 03:11 WIB

IMG-3456

CEO dan CO Founder Telegram Parevl Durov. Techcrounch.com

JAKARTA, kini.co.id – Founder dan CEO Telegram, Pavel Durov, akhirnya buka suara terkait pemblokiran platform ciptaannya di Indonesia.

Ia merasa heran dan mempertanyakan hal ini karena sebelumnya tak pernah menerima keluhan dari pemerintah Indonesia.

“Ini aneh, kami belum pernah menerima permintaan/komplain dari pemerintah Indonesia. Kami akan segera menyelidiki dan membuat pernyataan,” kicau Durov melalui akun Twitter-nya @durov.

Durov merespons pemblokiran ini setelah salah satu warganet Indonesia me-mention Durov dengan berkicau, “Papa @durov apakah kamu mendengar bahwa Telegram akan diblokir di Indonesia? Saya sangat sedih jika itu terjadi,” tulis pemilik akun @auliafaizahr.

Sejak Jumat (14/7) siang banyak warganet yang mengeluhkan tak dapat mengakses situs web Telegram di Twitter, terutama pengguna android.

Selain kicauan di Twitter, petisi menolak pemblokiran situs Telegram di Change.org juga mendapatkan respon ribuan pendukung.

Hingga, Sabtu (15/7) dini hari, petisi itu sudah ditandangani 8.721 pendukung hampir mencapai sekitar 10.000.

“Memblokir Telegram dengan alasan dijadikan platform komunikasi pendukung terorisme, mungkin mirip dengan membakar lumbung padi yang ada tikusnya,” tulis dekripsi dalam petisi itu.

“Lebih buruk lagi, karena pendukung terorisme atau hal-hal lain yang merongrong NKRI apa pun tetap bisa berkomunikasi di platform lainnya.

Bila Anda aktif di Facebook, Whatsapp, BBM, mungkin juga pernah melihat konten kebencian atau “anti-NKRI” dan sejenisnya yang melintas bebas dibagikan dan diteruskan ke khalayak luas.

“Sebaiknya pemerintah menunjukkan upaya terlebih dahulu dalam berkomunikasi dengan Telegram (yang pendirinya belum terlalu lama ini jalan-jalan dengan santai di berbagai pelosok Indonesia), yang senantiasa aktif menanggapi laporan blokir grup pendukung terorisme. Laporan-laporan itu bahkan dilakukan proaktif oleh beberapa orang dari komunitas pengguna Telegram.” []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Teknologi - Monday, 11 December 2017 - 19:22 WIB

Google Maps ikuti jejak Wikipedia akui Yerusalem Ibu Kota Israel

Setelah Wikipediamencantumkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, kini giliran Google Maps melakukan hal yang sama. Alhasil aplikasi penunjuk arah milik Google tersebut dibanjiri ...
Teknologi - Wednesday, 6 December 2017 - 11:49 WIB

Sandisk iXpand Base, hadirkan penyimpanan sekaligus isi ulang baterai

Western Digital (WD) kembali memperluas solusi perangkat penyimpanan mobile mereka dengan meluncurkan SanDisk iXpandTM Base.Produk baru ini disebut sangat cocok ...
Teknologi - Monday, 27 November 2017 - 21:56 WIB

Facebook paling banyak digunakan sebar SARA

Polri menyebutkan dari sejumlah media sosial yang kerap digunakan netizen tanah air, Facebook dinilai menjadi aplikasi media sosial yang paling ...
Ilmiah - Thursday, 23 November 2017 - 13:24 WIB

Ngeri! Ilmuwan Prediksi Ada 20 Gempa Besar di 2018, Minimal 7 SR

Para ilmuwan memprediksi akan terjadi gempa global pada tahun 2018 mendatang. Gempa yang terjadi tersebut diprediksi berskala besar, minimal berkekuatan ...
Teknologi - Wednesday, 22 November 2017 - 15:11 WIB

Mining Scrip Servernya Sempat di Retas, Ini Penjelasan Beritasatu

Situs Beritasatu Selasa (21/11) pagi sempat diretas dan mengalami injection script pada salah satu server ads-nya. Peretas menginjeksikan secara ilegal script untuk mengaktifkan malware script web-base crypto-mining, ...
Teknologi - Monday, 20 November 2017 - 15:47 WIB

Western digital luncurkan SSD portabel My Passport

Western Digital Corporation memperkenalkan perangkat penyimpanan portabel tercepat mereka yakni My Passport™ SSD. Dengan menonjolkan performa super cepat dan ...
Place your ads here...