Senin, 25 September 2017 | 12.59 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Telekomunikasi>CEO Telegram Buka Suara Soal Pemblokiran di Indonesia

CEO Telegram Buka Suara Soal Pemblokiran di Indonesia

Reporter : Bambang Medy | Sabtu, 15 Juli 2017 - 03:11 WIB

IMG-3456

CEO dan CO Founder Telegram Parevl Durov. Techcrounch.com

JAKARTA, kini.co.id – Founder dan CEO Telegram, Pavel Durov, akhirnya buka suara terkait pemblokiran platform ciptaannya di Indonesia.

Ia merasa heran dan mempertanyakan hal ini karena sebelumnya tak pernah menerima keluhan dari pemerintah Indonesia.

“Ini aneh, kami belum pernah menerima permintaan/komplain dari pemerintah Indonesia. Kami akan segera menyelidiki dan membuat pernyataan,” kicau Durov melalui akun Twitter-nya @durov.

Durov merespons pemblokiran ini setelah salah satu warganet Indonesia me-mention Durov dengan berkicau, “Papa @durov apakah kamu mendengar bahwa Telegram akan diblokir di Indonesia? Saya sangat sedih jika itu terjadi,” tulis pemilik akun @auliafaizahr.

Sejak Jumat (14/7) siang banyak warganet yang mengeluhkan tak dapat mengakses situs web Telegram di Twitter, terutama pengguna android.

Selain kicauan di Twitter, petisi menolak pemblokiran situs Telegram di Change.org juga mendapatkan respon ribuan pendukung.

Hingga, Sabtu (15/7) dini hari, petisi itu sudah ditandangani 8.721 pendukung hampir mencapai sekitar 10.000.

“Memblokir Telegram dengan alasan dijadikan platform komunikasi pendukung terorisme, mungkin mirip dengan membakar lumbung padi yang ada tikusnya,” tulis dekripsi dalam petisi itu.

“Lebih buruk lagi, karena pendukung terorisme atau hal-hal lain yang merongrong NKRI apa pun tetap bisa berkomunikasi di platform lainnya.

Bila Anda aktif di Facebook, Whatsapp, BBM, mungkin juga pernah melihat konten kebencian atau “anti-NKRI” dan sejenisnya yang melintas bebas dibagikan dan diteruskan ke khalayak luas.

“Sebaiknya pemerintah menunjukkan upaya terlebih dahulu dalam berkomunikasi dengan Telegram (yang pendirinya belum terlalu lama ini jalan-jalan dengan santai di berbagai pelosok Indonesia), yang senantiasa aktif menanggapi laporan blokir grup pendukung terorisme. Laporan-laporan itu bahkan dilakukan proaktif oleh beberapa orang dari komunitas pengguna Telegram.” []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Pengalaman Mengerikan Orang-orang yang Mengunjungi Deep Web
Cyber - Sabtu, 23 September 2017 - 10:43 WIB

Pengalaman Mengerikan Orang-orang yang Mengunjungi Deep Web

Deep Web adalah bagian dari World Wide Web tetapi tidak termasuk ke dalam internet yang dapat dicari dengan mudah, yaitu ...
Deep Web dan Dark Web, Apa Bedanya?
Cyber - Sabtu, 23 September 2017 - 09:42 WIB

Deep Web dan Dark Web, Apa Bedanya?

Meski banyak persamaan, Deep Web dan Dark Web ternyata berbeda. Deep Web merupakan tempat berisi situs-situs, forum, dan toko online ...
SanDisk boyong microSDXC ultra hingga 400GB
Teknologi - Selasa, 19 September 2017 - 16:48 WIB

SanDisk boyong microSDXC ultra hingga 400GB

Western Digital, Selasa (19/9) ini resmi menghadirkan kartu memori baru berkapasitas terbesar di dunia, yaitu SanDisk Ultra microSDXC 250GB spesifikasi ...
Menkominfo targetkan lima startup tumbuh jadi ‘unicorn’
Teknologi - Selasa, 12 September 2017 - 16:12 WIB

Menkominfo targetkan lima startup tumbuh jadi ‘unicorn’

Kementerian Komunikasi dan Informatika akan terus mendorong munculnya perusahaan rintisan startup berbasis teknologi digital yang mampu tumbuh menjadi unicorn atau ...
Menkominfo Apresiasi Satelit Telkom 1 Pulih
Telekomunikasi - Selasa, 12 September 2017 - 15:03 WIB

Menkominfo Apresiasi Satelit Telkom 1 Pulih

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) memastikan layanan konektivitas pelanggan Satelit Telkom-1 telah pulih 100% sejak Minggu pukul 24.00 WIB ...
Youtube Tutup Saluran Propaganda Korut
Cyber - Sabtu, 9 September 2017 - 13:02 WIB

Youtube Tutup Saluran Propaganda Korut

Sejumlah saluran propaganda Korut dinilai melanggar pedoman Youtube sehingga harus ditutup.Dua saluran propaganda Korut yang ditutup adalah Stimmekoreas, memiliki lebih ...