Kamis, 18 Januari 2018 | 08.21 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Telekomunikasi>Jadi Alat Propaganda Pendukung IS, Kominfo Blokir Telegram

Jadi Alat Propaganda Pendukung IS, Kominfo Blokir Telegram

Reporter : Bambang Medy | Jumat, 14 Juli 2017 - 20:32 WIB

IMG-3454

Ilustrasi Telegram. KiniNews/Dok.

JAKARTA, kini.co.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), meminta Internet Service Provider (ISP) agar memblokir 11 situs yang dinilai mengandung konten ilegal, salah satunya adalah karena banyak digunakan oleh pendukung Islamic State untuk melakukan propaganda.

Dalam rilis yan dikeluarkan Kominfo, Jumat (14/7) meminta para ISP segera menambahkan daftar ke-11 situs tersebut ke dalam sistem filter mereka.

Adapun, ke-11 situs yang diminta diblokir tersebut merupakan situs-situs yang berhubungan dengan Telegram, aplikasi pesan instan selayaknya WhatsApp. Ke-11 situs yang diminta diblokir tersebut adalah : t.me, telegram.me, telegram.org, core.telegram.org, desktop.telegram.org, macos.telegram.org, web.telegram.org, venus.web.telegram.org, pluto.web.telegram.org, flora.web.telegram.org, flora-1.web.telegram.org.

Program pemblokiran tersebut, masuk ke dalam sebuah sistem mekanisme bernama TRUST+ Positif. TRUST+ Positif merupakan sebuah mekanisme server terpusat yang menjadi acuan informasi-informasi yang dapat ataupun tidak diakses oleh masyarakat.

Dalam laman resmi TRUST+ Positif, disebutkan bahwa diciptakannya mekanisme tersebut ditujukan untuk menciptakan internet aman dan sehat, melindungi masyarakat terhadap nilai atau norma yang tidak sesuai bangsa Indonesia, serta melakukan penghemetan terhadap pemborosan penggunaan akses internet.

Noor Iza, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Komunikasi dan Informatika, saat dimintai konfirmasinya, membenarkan perihal permintaan yang dibuat oleh Kominfo tersebut.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pun membenarkan penutupan situs tersebut.

“Iya betul ditutup karena mengandung konten berbahaya bagi keamanan negara,” kata Rudi saat konfirmasi terkait banyaknya pendukung IS yang menggunakan aplikasi telegram.

Rudi pun menambahkan pihaknya memberikan kemudahan bagi tiga lemaba tinggi negara yakni BNPT, BIN dan Polir untuk mengusulkan pemblokiran situs yang mengandung konten radikalisme dan terorisme.

Selain memblokir situs-situs milik Telegram, Rudi mengatakan pihaknya juga sedang mempertimbangkan penutupan aplikasi Telegram secara permanen dengan alasan pihak Telegram tidak memiliki perusahaan perwakilan di Indonesia yang tidak terikat pada aturan hukum.

Seperti diketahui bahwa sejak tahun 2015 para pendukung IS terus mempropagandakan pemahaman mereka tentang daulah Islamiyah lewat telegram.

Seperti layanan pesan lainnya, para pendukung IS melakukan komunikasi lewat grup elegram baik itu taklim atau pengajian rutin, ataupun halaqoh-halaqohnya.

Hanya saja pemerintah baru bereaksi saat ini, ibarat menunggu menjadi gunung es baru dilakukan tindakan tegas.

Termasuk kepada pendukung IS sendiri yang jauh hari sebenarnya diyakini agen-agen intelijen baik Polri, BIN sudah mengendus bahkan melakukan penyurupan atau penetrasi ke sel-sel pendukung IS ditanah air. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Western Digital pamerkan teknologi dan produk barunya di CES 2018
Teknologi - Jumat, 12 Januari 2018 - 13:12 WIB

Western Digital pamerkan teknologi dan produk barunya di CES 2018

Western Digital memamerkan teknologi akses streaming media melalui perangkat Smart Home dengan suara, pada ajang Consumer Electronics Show 2018 (CES 2018).Mereka ...
Mengatasi bugs Spectre dan Meltdown
Tips - Jumat, 5 Januari 2018 - 14:53 WIB

Mengatasi bugs Spectre dan Meltdown

Awal 2018 diawali dengan penemuan celah keamanan pada prosesor modern yang memungkinkan program berbahaya mencuri informasi dari memori program lain.Dengan ...
Tegas, Jerman Bakal Denda Facebook dan Twitter Jika Tak Hapus Hatespeech
Cyber - Selasa, 2 Januari 2018 - 13:11 WIB

Tegas, Jerman Bakal Denda Facebook dan Twitter Jika Tak Hapus Hatespeech

Ujaran kebencian tau hatespeech dan konten ilegal lain sepertinya tak pernah habis muncul di media sosial. Untuk itu, Jerman mengambil ...
LIPI buat kartu ucapan tahun baru seukuran virus polio
Teknologi - Minggu, 31 Desember 2017 - 19:45 WIB

LIPI buat kartu ucapan tahun baru seukuran virus polio

Menyambut momentum pergantian tahun 2017 - 2018, sejumlah ilmuan di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), membuat kartu ucapan selamat tahun ...
3 menit Redmi 5A kejutan akhir tahun Lazada Sould Out
Seluler - Kamis, 28 Desember 2017 - 10:56 WIB

3 menit Redmi 5A kejutan akhir tahun Lazada Sould Out

Sebagai e-commerce terbesar dan nomor satu baik di Indonesia maupun Asia Tenggara, terus berkomitmen untuk selalu menjadi yang terdepan ...
Lagi, Situs FPI Ditutup, Medsosnya Disuspend
Cyber - Jumat, 22 Desember 2017 - 14:16 WIB

Lagi, Situs FPI Ditutup, Medsosnya Disuspend

Setelah beberapakali terjadi, kali ini situs Front Pembela Islam (FPI) kembali ditutup.Belum jelas apa alasan ditutupnya situs https://fpi.or.id. Namun sejak ...