Sabtu, 18 November 2017 | 15.47 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Telekomunikasi>Jadi Alat Propaganda Pendukung IS, Kominfo Blokir Telegram

Jadi Alat Propaganda Pendukung IS, Kominfo Blokir Telegram

Reporter : Bambang Medy | Jumat, 14 Juli 2017 - 20:32 WIB

IMG-3454

Ilustrasi Telegram. KiniNews/Dok.

JAKARTA, kini.co.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), meminta Internet Service Provider (ISP) agar memblokir 11 situs yang dinilai mengandung konten ilegal, salah satunya adalah karena banyak digunakan oleh pendukung Islamic State untuk melakukan propaganda.

Dalam rilis yan dikeluarkan Kominfo, Jumat (14/7) meminta para ISP segera menambahkan daftar ke-11 situs tersebut ke dalam sistem filter mereka.

Adapun, ke-11 situs yang diminta diblokir tersebut merupakan situs-situs yang berhubungan dengan Telegram, aplikasi pesan instan selayaknya WhatsApp. Ke-11 situs yang diminta diblokir tersebut adalah : t.me, telegram.me, telegram.org, core.telegram.org, desktop.telegram.org, macos.telegram.org, web.telegram.org, venus.web.telegram.org, pluto.web.telegram.org, flora.web.telegram.org, flora-1.web.telegram.org.

Program pemblokiran tersebut, masuk ke dalam sebuah sistem mekanisme bernama TRUST+ Positif. TRUST+ Positif merupakan sebuah mekanisme server terpusat yang menjadi acuan informasi-informasi yang dapat ataupun tidak diakses oleh masyarakat.

Dalam laman resmi TRUST+ Positif, disebutkan bahwa diciptakannya mekanisme tersebut ditujukan untuk menciptakan internet aman dan sehat, melindungi masyarakat terhadap nilai atau norma yang tidak sesuai bangsa Indonesia, serta melakukan penghemetan terhadap pemborosan penggunaan akses internet.

Noor Iza, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Komunikasi dan Informatika, saat dimintai konfirmasinya, membenarkan perihal permintaan yang dibuat oleh Kominfo tersebut.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pun membenarkan penutupan situs tersebut.

“Iya betul ditutup karena mengandung konten berbahaya bagi keamanan negara,” kata Rudi saat konfirmasi terkait banyaknya pendukung IS yang menggunakan aplikasi telegram.

Rudi pun menambahkan pihaknya memberikan kemudahan bagi tiga lemaba tinggi negara yakni BNPT, BIN dan Polir untuk mengusulkan pemblokiran situs yang mengandung konten radikalisme dan terorisme.

Selain memblokir situs-situs milik Telegram, Rudi mengatakan pihaknya juga sedang mempertimbangkan penutupan aplikasi Telegram secara permanen dengan alasan pihak Telegram tidak memiliki perusahaan perwakilan di Indonesia yang tidak terikat pada aturan hukum.

Seperti diketahui bahwa sejak tahun 2015 para pendukung IS terus mempropagandakan pemahaman mereka tentang daulah Islamiyah lewat telegram.

Seperti layanan pesan lainnya, para pendukung IS melakukan komunikasi lewat grup elegram baik itu taklim atau pengajian rutin, ataupun halaqoh-halaqohnya.

Hanya saja pemerintah baru bereaksi saat ini, ibarat menunggu menjadi gunung es baru dilakukan tindakan tegas.

Termasuk kepada pendukung IS sendiri yang jauh hari sebenarnya diyakini agen-agen intelijen baik Polri, BIN sudah mengendus bahkan melakukan penyurupan atau penetrasi ke sel-sel pendukung IS ditanah air. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Kerjasama dengan Pihak Ketiga, Konten Mesum di WA Berhasil Diblokir
Cyber - Rabu, 8 November 2017 - 13:58 WIB

Kerjasama dengan Pihak Ketiga, Konten Mesum di WA Berhasil Diblokir

Konten mesum dalam bentuk gif dalam aplikasi WhatsApp sempat membuat para orangtua resah. Pasalnya konten tak senonoh tersebut tersebar ke ...
Indonesia jadi Surga Belanja Online Terbesar se-Asia Tenggara
Teknologi - Rabu, 8 November 2017 - 13:30 WIB

Indonesia jadi Surga Belanja Online Terbesar se-Asia Tenggara

Research and Markets menunjukkan meski Indonesia memiliki tingkat penetrasi yang rendah untuk Internet dan E-Commerce, namun pasar ritel online dalam ...
MSI luncurkan 3 laptop gaming terbaru
Game - Senin, 6 November 2017 - 16:20 WIB

MSI luncurkan 3 laptop gaming terbaru

Segmen perangkat komputer gaming di Indonesia diprediksikan akan terus mengalami peningkatan. Saat ini, beberapa vendor tengah memfokuskan bisnisnya ke produk-produk ...
Kominfo Diminta Hentikan Pornografi di Whatsapp
Cyber - Senin, 6 November 2017 - 12:41 WIB

Kominfo Diminta Hentikan Pornografi di Whatsapp

Berkembangnya teknologi seringkali diwarnai oleh hal-hal yang tidak terpuji. Kebebasan akses informasi lewat internet membuat konten-konten tak pantas seperti ...
Kominfo: Ajakan Tak Registrasi Kartu Ulah Pelaku Cyber Crime
Cyber - Senin, 6 November 2017 - 08:54 WIB

Kominfo: Ajakan Tak Registrasi Kartu Ulah Pelaku Cyber Crime

Setelah pemerintah menganjurkan para pemilik SIM Card untuk mendaftar ulang, banyak pula pesan-pesan untuk tidak mengindahkan anjuran tersebut.Padahal, jika tidak ...
Jangan Abai, Ini Cara Daftar Ulang Kartu SIM untuk Kemkominfo
Seluler - Senin, 30 Oktober 2017 - 11:38 WIB

Jangan Abai, Ini Cara Daftar Ulang Kartu SIM untuk Kemkominfo

Masyarakat yang menggunakan telepon seluler diimbau untuk segera mendaftarkan Nomor Induk KTP dan KK mereka."Per 31 Okt 17 Plgn wajib ...