Jumat, 18 Januari 2019 | 16.59 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Telekomunikasi>Jadi Alat Propaganda Pendukung IS, Kominfo Blokir Telegram

Jadi Alat Propaganda Pendukung IS, Kominfo Blokir Telegram

Reporter : Bambang Medy | Jumat, 14 Juli 2017 - 20:32 WIB

IMG-3454

Ilustrasi Telegram. KiniNews/Dok.

JAKARTA, kini.co.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), meminta Internet Service Provider (ISP) agar memblokir 11 situs yang dinilai mengandung konten ilegal, salah satunya adalah karena banyak digunakan oleh pendukung Islamic State untuk melakukan propaganda.

Dalam rilis yan dikeluarkan Kominfo, Jumat (14/7) meminta para ISP segera menambahkan daftar ke-11 situs tersebut ke dalam sistem filter mereka.

Adapun, ke-11 situs yang diminta diblokir tersebut merupakan situs-situs yang berhubungan dengan Telegram, aplikasi pesan instan selayaknya WhatsApp. Ke-11 situs yang diminta diblokir tersebut adalah : t.me, telegram.me, telegram.org, core.telegram.org, desktop.telegram.org, macos.telegram.org, web.telegram.org, venus.web.telegram.org, pluto.web.telegram.org, flora.web.telegram.org, flora-1.web.telegram.org.

Program pemblokiran tersebut, masuk ke dalam sebuah sistem mekanisme bernama TRUST+ Positif. TRUST+ Positif merupakan sebuah mekanisme server terpusat yang menjadi acuan informasi-informasi yang dapat ataupun tidak diakses oleh masyarakat.

Dalam laman resmi TRUST+ Positif, disebutkan bahwa diciptakannya mekanisme tersebut ditujukan untuk menciptakan internet aman dan sehat, melindungi masyarakat terhadap nilai atau norma yang tidak sesuai bangsa Indonesia, serta melakukan penghemetan terhadap pemborosan penggunaan akses internet.

Noor Iza, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Komunikasi dan Informatika, saat dimintai konfirmasinya, membenarkan perihal permintaan yang dibuat oleh Kominfo tersebut.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pun membenarkan penutupan situs tersebut.

“Iya betul ditutup karena mengandung konten berbahaya bagi keamanan negara,” kata Rudi saat konfirmasi terkait banyaknya pendukung IS yang menggunakan aplikasi telegram.

Rudi pun menambahkan pihaknya memberikan kemudahan bagi tiga lemaba tinggi negara yakni BNPT, BIN dan Polir untuk mengusulkan pemblokiran situs yang mengandung konten radikalisme dan terorisme.

Selain memblokir situs-situs milik Telegram, Rudi mengatakan pihaknya juga sedang mempertimbangkan penutupan aplikasi Telegram secara permanen dengan alasan pihak Telegram tidak memiliki perusahaan perwakilan di Indonesia yang tidak terikat pada aturan hukum.

Seperti diketahui bahwa sejak tahun 2015 para pendukung IS terus mempropagandakan pemahaman mereka tentang daulah Islamiyah lewat telegram.

Seperti layanan pesan lainnya, para pendukung IS melakukan komunikasi lewat grup elegram baik itu taklim atau pengajian rutin, ataupun halaqoh-halaqohnya.

Hanya saja pemerintah baru bereaksi saat ini, ibarat menunggu menjadi gunung es baru dilakukan tindakan tegas.

Termasuk kepada pendukung IS sendiri yang jauh hari sebenarnya diyakini agen-agen intelijen baik Polri, BIN sudah mengendus bahkan melakukan penyurupan atau penetrasi ke sel-sel pendukung IS ditanah air. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Ilmiah - Selasa, 15 Januari 2019 - 17:40 WIB

Pada 21 Januari, Indonesia alami supermoon

FENOMENA supermoon atau gerhana bulan total bisa diamati dari seluruh kawasan di Indonesia pekan depan. Kepala Lembaga Astronomi dan Penerbangan ...
Teknologi - Jumat, 11 Januari 2019 - 12:06 WIB

Pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Morowali diresmikan

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan peletakan batu pertama, yang menandai mulai dibangunnya ...
Seluler - Sabtu, 5 Januari 2019 - 23:07 WIB

Oppo R17 Pro, smartphone mewah dengan deretan fitur canggih

VENDOR smartphone asal China Oppo, akhirnya merilis perangkat terbarunya di Indonesia yakni Oppo R17 Pro. Perangkat Oppo R17 Pro ini ...
Teknologi - Sabtu, 5 Januari 2019 - 22:29 WIB

Danau Subglasial seluas Jakbar di Antartika dibor ilmuwan

ILMUWAN yang tergabung dalam proyek Subglacial Antarctic Lakes Scientific Access (SALSA) melakukan pengeboran dengan kedalaman hampir 1,1 kilometer di danau ...
Ilmiah - Minggu, 30 Desember 2018 - 00:07 WIB

Status awas Anak Krakatau adalah hoaks

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tidak benar status Gunung Anak Krakatau telah meningkat jadi Awas atau level IV. Status ...
Ilmiah - Senin, 24 Desember 2018 - 17:28 WIB

Mbah Rono: Anak Krakatau belum stabil, rawan longsor

KONDISI badan Gunung Anak Krakatau masih belum stabil saat ini. Gunung api laut itu berpotensi kembali longsor dan menyebabkan tsunami ...