Jumat, 18 Januari 2019 | 17.10 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Teknologi>Menkominfo: Ramsomwere Petya Masih Belum Sempurna Tapi…

Menkominfo: Ramsomwere Petya Masih Belum Sempurna Tapi…

Reporter : Ary Syahputra | Jumat, 30 Juni 2017 - 18:53 WIB

IMG-3446

Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara menjelaskan serangan Ransomeware PETYA (Dok Menkominfo)

Jakarta, kini.co.id – Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara menyebutkan bahwa virus Ransomware Petya lebih parah dari Ransomware Wannacry.

Namun demikian virus ini tidak sesempurna seperti yang dibayangkan, hal itu terlihat dari sistem pembayaran tebusan yang terdapat dalam link virus tersebut, tidak bisa diakses, sehingga dapat dikatakan percuma saja bila sang pengguna membayar uang tebusan untuk membebaskan komputernya dari virus Petya.

Rudi menegaskan, Petya dikategorikan sebagai Ransomware, yang memaksa para pengguna komputer yang sudah terjangkiti virus tersebut pengguna(user) akan dimintai sejumlah uang sebagai tebusan dalam bentuk bitcoin (mata uang dunia maya).

“Ibarat sebuah rumah, wannacry itu menyerang file saja, jadi cuma kamarnya saja yang di enkripsi, tapi kalau Petya itu menyerang hardisknya langsung, jadi satu hotel yang diserang,” tegas Rudiantara dalam keterangan persnya di Kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Jum’at (30/6).

Ditambahkan Rudi, jika menganalogikan komputer seperti sebuah bangunan, yang diserang menggunakan virus untuk melumpuhkan bangunannya.

“Ada kesalahan dalam desain virus Petya, karena link yang ada di virus tersebut tidak bisa diakses sama sekali” katanya.

Berebda dengan ransomware wannacry yang justru lebih rapih serta efektif dalam menyedot uang dari para korbannya melalui teknik pembayaran uang tebusan via bitcoin.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Ilmiah - Selasa, 15 Januari 2019 - 17:40 WIB

Pada 21 Januari, Indonesia alami supermoon

FENOMENA supermoon atau gerhana bulan total bisa diamati dari seluruh kawasan di Indonesia pekan depan. Kepala Lembaga Astronomi dan Penerbangan ...
Teknologi - Jumat, 11 Januari 2019 - 12:06 WIB

Pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Morowali diresmikan

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan peletakan batu pertama, yang menandai mulai dibangunnya ...
Seluler - Sabtu, 5 Januari 2019 - 23:07 WIB

Oppo R17 Pro, smartphone mewah dengan deretan fitur canggih

VENDOR smartphone asal China Oppo, akhirnya merilis perangkat terbarunya di Indonesia yakni Oppo R17 Pro. Perangkat Oppo R17 Pro ini ...
Teknologi - Sabtu, 5 Januari 2019 - 22:29 WIB

Danau Subglasial seluas Jakbar di Antartika dibor ilmuwan

ILMUWAN yang tergabung dalam proyek Subglacial Antarctic Lakes Scientific Access (SALSA) melakukan pengeboran dengan kedalaman hampir 1,1 kilometer di danau ...
Ilmiah - Minggu, 30 Desember 2018 - 00:07 WIB

Status awas Anak Krakatau adalah hoaks

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tidak benar status Gunung Anak Krakatau telah meningkat jadi Awas atau level IV. Status ...
Ilmiah - Senin, 24 Desember 2018 - 17:28 WIB

Mbah Rono: Anak Krakatau belum stabil, rawan longsor

KONDISI badan Gunung Anak Krakatau masih belum stabil saat ini. Gunung api laut itu berpotensi kembali longsor dan menyebabkan tsunami ...