Rabu, 18 Oktober 2017 | 14.27 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Teknologi>Pemerintah Terus Pantau Serangan Ransomeware PETYA

Pemerintah Terus Pantau Serangan Ransomeware PETYA

Jumat, 30 Juni 2017 - 17:45 WIB

IMG-3444

Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara menjelaskan serangan Ransomeware PETYA (Dok Menkominfo)

Jakarta, kini.co.id – Serangan cyber dengan menyebar virus ransomware baru PETYA sudah menjadi perhatian global, mengingat telah memakan korban pada sejumlah negara dan perusahaan dunia. Cara kerja virus ini mirip dengan ransomeware WannaCry. Tidak menutup kemungkinan serangan ini berpotensi menyebar ke Indonesia.

Mentri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan virus PETYA di Indonesia yang berkordinasi dengan beberapa lembaga lainnya untuk menangani insiden lain seperti yang pernah terjadi dalam kasus virus WannaCry.

“Pemerintah terus memantau dan memitigasi pergerakan dari penyebaran virus PETYA ini di Indonesia. Notifikasi telah dikeluarkan oleh ID-SIRTII (organisasi yang diampu oleh Kementerian Kominfo yang antara lain untuk menangani insiden seperti serangan siber) kepada para mitra yang bekerjasama,” kata Rudiantara dalam keterangan persnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (30/6).

Mitra-mitra tersebut, tambah Rudiantara, seperti penyelenggara jasa akses Internet, Penyelenggara NAP, dan juga kepada Kementerian/Lembaga serta pelaku pelayanan publik di sektor strategis, antara lain sektor telekomunikasi, sektor keuangan, sektor transportasi dan daya dukung transportasi dan sektor ESDM.

Masih dikatakan Rudi, serangan virus tersebut kebanyakan menyasar negara-negara Eropa Timur seperti Ukraina dan negara Asia Selatan yang tidak secara keseluruhan merayakan Idul Fitri.

Indonesia dinilainya beruntung tidak terserang secara langsung virus tersebut.

“Alhamdulillah, Indonesia lebaran. Disana nggak ada lebaran, orang tidak merayakan lebaran, tidak ada mudik tidak ada libur panjang. Begitu terpapar dihajar kantornya, sementara kita masuk hari Senin,” tuturnya.

Meski instansi pemerintah masih cuti lebaran, Kominfo telah memantau ancaman perkembangan virus ‘Petya’ ke Indonesia sejak Rabu (28/6) lalu. Pihaknya juga telah memberikan informasi langkah-langkah untuk meminimalisir virus malware tersebut.

“Kita sosialisasi kepada masyarakat siapapun di Indonesia untuk membiasakan dan mendisiplinkan empat hal, pertama backup semua data, kedua rajin update anti virus terbaru, ketiga gunakan operasional system original dan terakhir gunakan email yang sering digunakan seperti Google dan Yahoo serta mengganti kata sandi di email secara periodik,” tegasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Google gandeng ESET basmi software berbahaya di internet
Cyber - Selasa, 17 Oktober 2017 - 18:08 WIB

Google gandeng ESET basmi software berbahaya di internet

Setiap hari jutaan pengguna internet, tanpa mereka sadari, seringkali menjadi korban perangkat lunak yang memodifikasi hasil pencarian mereka untuk mengalihkannya ...
Gerakan bijak bersosial media rambah Kota Gudeg
Telekomunikasi - Sabtu, 7 Oktober 2017 - 11:24 WIB

Gerakan bijak bersosial media rambah Kota Gudeg

Gerakan Bijak Bersosial Media (Bersosmed) yang diluncurkan di Jakarta beberapa waktu lalu, kini mulai merambah sejumlah kota lainnya, yakni Jogja.Gerakan ...
Vivo resmi luncurkan v7+ di Indonesia
Seluler - Jumat, 29 September 2017 - 03:24 WIB

Vivo resmi luncurkan v7+ di Indonesia

Vivo resmi meluncurkan perangkat premiumnya V7+ di Indonesia dalam sebuah acara yang digelar di JiExpo Kemayoran dan disiarkan secara langsung ...
Baru Diluncurkan, iOS 11 Ternyata Lebih Boros Baterai
Seluler - Rabu, 27 September 2017 - 15:55 WIB

Baru Diluncurkan, iOS 11 Ternyata Lebih Boros Baterai

Diluncurkannya iOS 11 oleh Apple ternyata tak begitu menuai respon positif dari pengguna. Sebaliknya, iOS 11 ternyata lebih banyak memakan ...
Pengalaman Mengerikan Orang-orang yang Mengunjungi Deep Web
Cyber - Sabtu, 23 September 2017 - 10:43 WIB

Pengalaman Mengerikan Orang-orang yang Mengunjungi Deep Web

Deep Web adalah bagian dari World Wide Web tetapi tidak termasuk ke dalam internet yang dapat dicari dengan mudah, yaitu ...
Deep Web dan Dark Web, Apa Bedanya?
Cyber - Sabtu, 23 September 2017 - 09:42 WIB

Deep Web dan Dark Web, Apa Bedanya?

Meski banyak persamaan, Deep Web dan Dark Web ternyata berbeda. Deep Web merupakan tempat berisi situs-situs, forum, dan toko online ...