Senin, 18 Desember 2017 | 14.06 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Teknologi>Pemerintah Terus Pantau Serangan Ransomeware PETYA

Pemerintah Terus Pantau Serangan Ransomeware PETYA

Jumat, 30 Juni 2017 - 17:45 WIB

IMG-3444

Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara menjelaskan serangan Ransomeware PETYA (Dok Menkominfo)

Jakarta, kini.co.id – Serangan cyber dengan menyebar virus ransomware baru PETYA sudah menjadi perhatian global, mengingat telah memakan korban pada sejumlah negara dan perusahaan dunia. Cara kerja virus ini mirip dengan ransomeware WannaCry. Tidak menutup kemungkinan serangan ini berpotensi menyebar ke Indonesia.

Mentri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan virus PETYA di Indonesia yang berkordinasi dengan beberapa lembaga lainnya untuk menangani insiden lain seperti yang pernah terjadi dalam kasus virus WannaCry.

“Pemerintah terus memantau dan memitigasi pergerakan dari penyebaran virus PETYA ini di Indonesia. Notifikasi telah dikeluarkan oleh ID-SIRTII (organisasi yang diampu oleh Kementerian Kominfo yang antara lain untuk menangani insiden seperti serangan siber) kepada para mitra yang bekerjasama,” kata Rudiantara dalam keterangan persnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (30/6).

Mitra-mitra tersebut, tambah Rudiantara, seperti penyelenggara jasa akses Internet, Penyelenggara NAP, dan juga kepada Kementerian/Lembaga serta pelaku pelayanan publik di sektor strategis, antara lain sektor telekomunikasi, sektor keuangan, sektor transportasi dan daya dukung transportasi dan sektor ESDM.

Masih dikatakan Rudi, serangan virus tersebut kebanyakan menyasar negara-negara Eropa Timur seperti Ukraina dan negara Asia Selatan yang tidak secara keseluruhan merayakan Idul Fitri.

Indonesia dinilainya beruntung tidak terserang secara langsung virus tersebut.

“Alhamdulillah, Indonesia lebaran. Disana nggak ada lebaran, orang tidak merayakan lebaran, tidak ada mudik tidak ada libur panjang. Begitu terpapar dihajar kantornya, sementara kita masuk hari Senin,” tuturnya.

Meski instansi pemerintah masih cuti lebaran, Kominfo telah memantau ancaman perkembangan virus ‘Petya’ ke Indonesia sejak Rabu (28/6) lalu. Pihaknya juga telah memberikan informasi langkah-langkah untuk meminimalisir virus malware tersebut.

“Kita sosialisasi kepada masyarakat siapapun di Indonesia untuk membiasakan dan mendisiplinkan empat hal, pertama backup semua data, kedua rajin update anti virus terbaru, ketiga gunakan operasional system original dan terakhir gunakan email yang sering digunakan seperti Google dan Yahoo serta mengganti kata sandi di email secara periodik,” tegasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Uber tunjuk Monika Rudijono, Presiden direktur
Teknologi - Rabu, 13 Desember 2017 - 18:02 WIB

Uber tunjuk Monika Rudijono, Presiden direktur

Uber Technologies Inc, resmi menunjuk Monika Rudijono sebagai Presiden Uber Indonesia, menggantikan Alan Jiang.Chief Business Officer, Uber Asia Pacific Brooks ...
Google Maps ikuti jejak Wikipedia akui Yerusalem Ibu Kota Israel
Teknologi - Senin, 11 Desember 2017 - 19:22 WIB

Google Maps ikuti jejak Wikipedia akui Yerusalem Ibu Kota Israel

Setelah Wikipediamencantumkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, kini giliran Google Maps melakukan hal yang sama. Alhasil aplikasi penunjuk arah milik Google tersebut dibanjiri ...
Sandisk iXpand Base, hadirkan penyimpanan sekaligus isi ulang baterai
Teknologi - Rabu, 6 Desember 2017 - 11:49 WIB

Sandisk iXpand Base, hadirkan penyimpanan sekaligus isi ulang baterai

Western Digital (WD) kembali memperluas solusi perangkat penyimpanan mobile mereka dengan meluncurkan SanDisk iXpandTM Base.Produk baru ini disebut sangat cocok ...
Facebook paling banyak digunakan sebar SARA
Teknologi - Senin, 27 November 2017 - 21:56 WIB

Facebook paling banyak digunakan sebar SARA

Polri menyebutkan dari sejumlah media sosial yang kerap digunakan netizen tanah air, Facebook dinilai menjadi aplikasi media sosial yang paling ...
Ngeri! Ilmuwan Prediksi Ada 20 Gempa Besar di 2018, Minimal 7 SR
Ilmiah - Kamis, 23 November 2017 - 13:24 WIB

Ngeri! Ilmuwan Prediksi Ada 20 Gempa Besar di 2018, Minimal 7 SR

Para ilmuwan memprediksi akan terjadi gempa global pada tahun 2018 mendatang. Gempa yang terjadi tersebut diprediksi berskala besar, minimal berkekuatan ...
Mining Scrip Servernya Sempat  di Retas, Ini Penjelasan Beritasatu
Teknologi - Rabu, 22 November 2017 - 15:11 WIB

Mining Scrip Servernya Sempat di Retas, Ini Penjelasan Beritasatu

Situs Beritasatu Selasa (21/11) pagi sempat diretas dan mengalami injection script pada salah satu server ads-nya. Peretas menginjeksikan secara ilegal script untuk mengaktifkan malware script web-base crypto-mining, ...