Senin, 18 Desember 2017 | 14.05 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Pendidikan>Tips ESET Menghindarkan Anak dari Konten Dewasa di Internet

Tips ESET Menghindarkan Anak dari Konten Dewasa di Internet

Kamis, 22 Juni 2017 - 10:54 WIB

IMG-3437

Ilustrasi berselancar (Net)

Jakarta, kini.co.id – Internet adalah alat pendidikan yang bagus bagi anak-anak, yang dapat digunakan untuk mendukung proses belajar mereka. Namun, dunia maya itu memiliki sisi gelap, sudah sepatutnya orangtau ikut bertanggungjawab dalam melidungi anaknya dari bahaya dunia maya.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Net Aware belum lama ini, lembaga yang memberikan panduan penggunaan Internet dan media sosial bagi anak-anak, ditemukan bahwa anak-anak mudah sekali terpapar konten dewasa di dunia maya.

Dari survei yang diambil Net Aware terhadap 1.725 responden anak sekolah dan 500 orang-tua murid, mengenai kemanfaat 50 situs media sosial terpopuler untuk mengungkapkan potensirisiko yang dihadapi oleh anak-anak dalam berselancar di dunia maya.

Faktanya, setengah anak yang disurvei mengaku telah melihat konten dewasa yang berkaitan dengan masalah seksual, kekerasan, dan materai dewasa lainnya, di media sosial. Intinya, anak-anak masih terlalu mudah menemukan dan mengakses konten-konten dewasa semacam itu.

Ini bertentangan dengan sikap orangtua yang mengatakan bahwa situs-situs itu berisiko rendah. Masalahnya, ternyata banyak juga anak yang tidak menceritakan penemuan konten dewasa itu kepada orangtuanya.

Selain itu, ternyata 78 persen anak itu bergabung ke situs media sosial sebelum mencapai usia minimum yang diperbolehkan. Alhasil mereka pun jadi rentan terpapar konten berbahaya dan di luar pengetahuan orangtua.

Kebanyakan anak menganggap Internet adalah ‘makhluk’ ajaib yang mampu menjawab segala macam pertanyaan bahkan pertanyaan yang yang tidak jelas sekalipun. Tapi apa yang tidak mereka ketahui adalah virus, masalah privasi, phishing, etika bersosial media, masalah keamanan Internet, dan konten-konten ada semua di sana.

Oleh sebab itu, anak harus diberikan informasi dan saran supaya terhindar dari bahaya konten dewasa. Eset Indonesia, perusahaan antivirus komputer itu, punya beberapa saran yang bisa diikuti oleh orangtua di Indonesia.

Director Marketing PT Prosperita – ESET Indonesia, Chrissie Maryanto menyayangkan masih begitu mudahnya anak-anak mengakses konten dewasa di internet.

Dikatakannya sudah sepatutnya anak-anak mendapat perlindungan dan perhatian lebih dari orang dewasa, khususnya orangtua. Semakin mudahnya akses dunia maya harus diimbangi dengan penggunaan teknologi yang tepat, seperti Parental Control yang salah satu kemampuannya menyortir situs-situs yang membahayakan atau tidak pantas dikonsumsi oleh anak-anak.

ESET juga memberikan beberapa saran yang mungkin berguna membantu orangtua melindungianak dari konten dewas:

1.Masuk ke dunia anak

orang-tua harus terlibat langsung dengan kegiatan anak agar tahu apa yang anak lakukan. Dengan belajardan memahami aktivitas yang dilakukan anak, orangtua dapat mengambil tindakan yang tepat untukmemproteksi mereka.

2.Aturan main

Tentukan berapa lama anak-anak boleh melakukan aktivitas online dan situs mana saja yang boleh merekakunjungi. Pilih mesin telusur, peramban, situs web, dan aplikasi mana yang terbaik untuk digunakan oleh anak Anda. orangtua bisa membuat daftar dan perjanjian mengenai aturan yang dibuat dan konsekwensijika mereka melanggarnya.

3.Ajari anak melindungi privasi mereka

Anak tidak akan sepenuhnya memahami risiko bahaya mengungkap informasi pribadi secara online, karenaitu orang-tua harus mengingatkan hal ini kepada anak seperti:

• Jangan pernah memberi nama, nomor telepon, alamat e-mail, password, alamat pos, sekolah, ataugambar tanpa seizin orangtua.

• Jangan membuka e-mail dari orang yang tidak mereka kenal

• Jangan menanggapi pesan yang menyakitkan atau mengganggu

• Tidak mengijinkan mereka bertemu dengan siapa pun secara online tanpa pengawasan dan izin orang-tua.

4.Parental Control

Orangtua disarankan menggunakan software parental Control di setiap perangkat yang digunakananak, termasuk ponsel, tablet, dan PC desktop untuk menyaring konten web yang seharusnya tidak dilihatanak.

5.Pantau histori browsing

Pantau konten yang dilihat. Tinjau kembali apa yang anak-anak Anda lihat dan tetap yakin bahwa merekamematuhi aturan yang disepakati dan tidak menemukan hal-hal berbahaya secara online karenaketidaksengajaan.

6.Lokasi adalah kunci

Jaga agar komputer tetap berada di tempat yang sentral, di mana mudah untuk memantau penggunaannya.Sehingga memudahkan orangtua mengawasi aktivitas anak, dan anak tentu juga tidak akan berani untukmencoba-coba mencari tahu hal-hal yang belum pantas untuk diketahui.

7.Jadilah karib mereka

Anjurkan anak untuk datang langsung kepada Anda saat dia melihat sesuatu yang membuatnya tidaknyaman, dan pastikan Anda tidak akan bereaksi berlebihan, menyalahkannya, atau melarang mereka untukonline. Ajarkan anak-anak untuk menghindari konten yang tidak sesuai.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Uber tunjuk Monika Rudijono, Presiden direktur
Teknologi - Rabu, 13 Desember 2017 - 18:02 WIB

Uber tunjuk Monika Rudijono, Presiden direktur

Uber Technologies Inc, resmi menunjuk Monika Rudijono sebagai Presiden Uber Indonesia, menggantikan Alan Jiang.Chief Business Officer, Uber Asia Pacific Brooks ...
Google Maps ikuti jejak Wikipedia akui Yerusalem Ibu Kota Israel
Teknologi - Senin, 11 Desember 2017 - 19:22 WIB

Google Maps ikuti jejak Wikipedia akui Yerusalem Ibu Kota Israel

Setelah Wikipediamencantumkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, kini giliran Google Maps melakukan hal yang sama. Alhasil aplikasi penunjuk arah milik Google tersebut dibanjiri ...
Sandisk iXpand Base, hadirkan penyimpanan sekaligus isi ulang baterai
Teknologi - Rabu, 6 Desember 2017 - 11:49 WIB

Sandisk iXpand Base, hadirkan penyimpanan sekaligus isi ulang baterai

Western Digital (WD) kembali memperluas solusi perangkat penyimpanan mobile mereka dengan meluncurkan SanDisk iXpandTM Base.Produk baru ini disebut sangat cocok ...
Facebook paling banyak digunakan sebar SARA
Teknologi - Senin, 27 November 2017 - 21:56 WIB

Facebook paling banyak digunakan sebar SARA

Polri menyebutkan dari sejumlah media sosial yang kerap digunakan netizen tanah air, Facebook dinilai menjadi aplikasi media sosial yang paling ...
Ngeri! Ilmuwan Prediksi Ada 20 Gempa Besar di 2018, Minimal 7 SR
Ilmiah - Kamis, 23 November 2017 - 13:24 WIB

Ngeri! Ilmuwan Prediksi Ada 20 Gempa Besar di 2018, Minimal 7 SR

Para ilmuwan memprediksi akan terjadi gempa global pada tahun 2018 mendatang. Gempa yang terjadi tersebut diprediksi berskala besar, minimal berkekuatan ...
Mining Scrip Servernya Sempat  di Retas, Ini Penjelasan Beritasatu
Teknologi - Rabu, 22 November 2017 - 15:11 WIB

Mining Scrip Servernya Sempat di Retas, Ini Penjelasan Beritasatu

Situs Beritasatu Selasa (21/11) pagi sempat diretas dan mengalami injection script pada salah satu server ads-nya. Peretas menginjeksikan secara ilegal script untuk mengaktifkan malware script web-base crypto-mining, ...