Jumat, 18 Januari 2019 | 16.58 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Teknologi>Alibaba Cloud Akan Bangun Pusat Data di Jakarta Pada Maret 2018

Alibaba Cloud Akan Bangun Pusat Data di Jakarta Pada Maret 2018

Sabtu, 10 Juni 2017 - 16:00 WIB

IMG-3424

Alibaba Grup (Smrc)

Jakarta, kini.co.id – Alibaba Cloud, penyedia jasa penyimpanan data berbasis komputasi awan atau cloud di bawah Alibaba Group, memasukkan Indonesia ke dalam daftar rencana ekspansi bisnis mereka. Menurut rencana, Alibaba Cloud tidak hanya sekadar menjual jasa, tetapi juga membangun pusat data di Indonesia pada akhir Maret 2018.

Senior Vice President of Alibaba Group sekaligus Presiden Alibaba Cloud, Simon Hu mengatakan, selain rencana di Indonesia pihaknya juga akan membangun di Mumbai, India.

Terbaru dibangun di Malaysia dengan harapan dapat meningkatkan sumber komputasi di Asia secara signifikan, yang akan memberikan dukungan untuk usaha kecil dan menengah (UKM) di seluruh area dengan kemampuan cloud yang kuat, terukur, hemat biaya dan aman.

“Saya percaya Alibaba Cloud, adalah satu-satunya penyedia jasa cloud global dari Asia, memposisikan diri secara unik dengan keuntungan budaya dan kontekstual untuk menyediakan inovasi data intelejen dan kemampuan komputisasi kepada pengguna di daerah-daerah tersebut,” kata Simon Hu dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/6).

Lebih lanjut, Simon menegaskan dengan membangun data center di Indonesia dan India juga akan memperkuat posisi perusahaan di area ini dan juga secara global.

Dengan tiga data center terbaru yang direncanakan akan dibuka, Alibaba Cloud akan menambah total data center menjadi 17 lokasi, melingkupi China, Australia, Jerman, Jepang, Hong Kong, Singapura, Arab Saudi dan Amerika Serikat.

Data center Asia yang baru ini akan menawarkan layanan lengkap, menyediakan fleksibilitas untuk perusahaan dan organisasi untuk membangun seluruh infrastruktur bisnis TI mereka di Alibaba Cloud atau menjalankan mission-critical dan aplikasi inti di dalamnya.

Alibaba Cloud, kata Simon akan menjadi perusahaan pemimpin cloud computing global pertama yang membangun data center di Indonesia dan secara signifikan meningkatkan infrastruktur IT lokal di belakang jaringan pusat data global Alibaba Cloud.

Langkah tersebut menanggapi inisiatif “1.000 Start-up Movement” Indonesia yang diluncurkan tahun lalu dengan tujuan untuk membina 1.000 start-up pada tahun 2020, dan menargetkan valuasi kumulatif sebesar US$ 10 miliar.

“Dengan melayani ribuan pelanggan dari India, Alibaba Cloud telah bekerja sama dengan Global Cloud Xchange (GCX), anak perusahaan dari Reliance Communications untuk secara langsung mengakses Alibaba Cloud Express Connect melalui GCX’s CLOUD X Fusion,” kata Simon.

Akan diumumkan juga pada Computing Conference bahwa Alibaba Cloud telah membangun kerjasama global dengan Tata Communications. Kerja sama ini akan menyediakan akses langsung ke Alibaba Cloud Express Connect melalui layanan Tata Communications’ IZO Private Connect.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Ilmiah - Selasa, 15 Januari 2019 - 17:40 WIB

Pada 21 Januari, Indonesia alami supermoon

FENOMENA supermoon atau gerhana bulan total bisa diamati dari seluruh kawasan di Indonesia pekan depan. Kepala Lembaga Astronomi dan Penerbangan ...
Teknologi - Jumat, 11 Januari 2019 - 12:06 WIB

Pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Morowali diresmikan

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan peletakan batu pertama, yang menandai mulai dibangunnya ...
Seluler - Sabtu, 5 Januari 2019 - 23:07 WIB

Oppo R17 Pro, smartphone mewah dengan deretan fitur canggih

VENDOR smartphone asal China Oppo, akhirnya merilis perangkat terbarunya di Indonesia yakni Oppo R17 Pro. Perangkat Oppo R17 Pro ini ...
Teknologi - Sabtu, 5 Januari 2019 - 22:29 WIB

Danau Subglasial seluas Jakbar di Antartika dibor ilmuwan

ILMUWAN yang tergabung dalam proyek Subglacial Antarctic Lakes Scientific Access (SALSA) melakukan pengeboran dengan kedalaman hampir 1,1 kilometer di danau ...
Ilmiah - Minggu, 30 Desember 2018 - 00:07 WIB

Status awas Anak Krakatau adalah hoaks

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tidak benar status Gunung Anak Krakatau telah meningkat jadi Awas atau level IV. Status ...
Ilmiah - Senin, 24 Desember 2018 - 17:28 WIB

Mbah Rono: Anak Krakatau belum stabil, rawan longsor

KONDISI badan Gunung Anak Krakatau masih belum stabil saat ini. Gunung api laut itu berpotensi kembali longsor dan menyebabkan tsunami ...