Rabu, 18 Oktober 2017 | 14.26 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Teknologi>Alibaba Cloud Akan Bangun Pusat Data di Jakarta Pada Maret 2018

Alibaba Cloud Akan Bangun Pusat Data di Jakarta Pada Maret 2018

Sabtu, 10 Juni 2017 - 16:00 WIB

IMG-3424

Alibaba Grup (Smrc)

Jakarta, kini.co.id – Alibaba Cloud, penyedia jasa penyimpanan data berbasis komputasi awan atau cloud di bawah Alibaba Group, memasukkan Indonesia ke dalam daftar rencana ekspansi bisnis mereka. Menurut rencana, Alibaba Cloud tidak hanya sekadar menjual jasa, tetapi juga membangun pusat data di Indonesia pada akhir Maret 2018.

Senior Vice President of Alibaba Group sekaligus Presiden Alibaba Cloud, Simon Hu mengatakan, selain rencana di Indonesia pihaknya juga akan membangun di Mumbai, India.

Terbaru dibangun di Malaysia dengan harapan dapat meningkatkan sumber komputasi di Asia secara signifikan, yang akan memberikan dukungan untuk usaha kecil dan menengah (UKM) di seluruh area dengan kemampuan cloud yang kuat, terukur, hemat biaya dan aman.

“Saya percaya Alibaba Cloud, adalah satu-satunya penyedia jasa cloud global dari Asia, memposisikan diri secara unik dengan keuntungan budaya dan kontekstual untuk menyediakan inovasi data intelejen dan kemampuan komputisasi kepada pengguna di daerah-daerah tersebut,” kata Simon Hu dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/6).

Lebih lanjut, Simon menegaskan dengan membangun data center di Indonesia dan India juga akan memperkuat posisi perusahaan di area ini dan juga secara global.

Dengan tiga data center terbaru yang direncanakan akan dibuka, Alibaba Cloud akan menambah total data center menjadi 17 lokasi, melingkupi China, Australia, Jerman, Jepang, Hong Kong, Singapura, Arab Saudi dan Amerika Serikat.

Data center Asia yang baru ini akan menawarkan layanan lengkap, menyediakan fleksibilitas untuk perusahaan dan organisasi untuk membangun seluruh infrastruktur bisnis TI mereka di Alibaba Cloud atau menjalankan mission-critical dan aplikasi inti di dalamnya.

Alibaba Cloud, kata Simon akan menjadi perusahaan pemimpin cloud computing global pertama yang membangun data center di Indonesia dan secara signifikan meningkatkan infrastruktur IT lokal di belakang jaringan pusat data global Alibaba Cloud.

Langkah tersebut menanggapi inisiatif “1.000 Start-up Movement” Indonesia yang diluncurkan tahun lalu dengan tujuan untuk membina 1.000 start-up pada tahun 2020, dan menargetkan valuasi kumulatif sebesar US$ 10 miliar.

“Dengan melayani ribuan pelanggan dari India, Alibaba Cloud telah bekerja sama dengan Global Cloud Xchange (GCX), anak perusahaan dari Reliance Communications untuk secara langsung mengakses Alibaba Cloud Express Connect melalui GCX’s CLOUD X Fusion,” kata Simon.

Akan diumumkan juga pada Computing Conference bahwa Alibaba Cloud telah membangun kerjasama global dengan Tata Communications. Kerja sama ini akan menyediakan akses langsung ke Alibaba Cloud Express Connect melalui layanan Tata Communications’ IZO Private Connect.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Google gandeng ESET basmi software berbahaya di internet
Cyber - Selasa, 17 Oktober 2017 - 18:08 WIB

Google gandeng ESET basmi software berbahaya di internet

Setiap hari jutaan pengguna internet, tanpa mereka sadari, seringkali menjadi korban perangkat lunak yang memodifikasi hasil pencarian mereka untuk mengalihkannya ...
Gerakan bijak bersosial media rambah Kota Gudeg
Telekomunikasi - Sabtu, 7 Oktober 2017 - 11:24 WIB

Gerakan bijak bersosial media rambah Kota Gudeg

Gerakan Bijak Bersosial Media (Bersosmed) yang diluncurkan di Jakarta beberapa waktu lalu, kini mulai merambah sejumlah kota lainnya, yakni Jogja.Gerakan ...
Vivo resmi luncurkan v7+ di Indonesia
Seluler - Jumat, 29 September 2017 - 03:24 WIB

Vivo resmi luncurkan v7+ di Indonesia

Vivo resmi meluncurkan perangkat premiumnya V7+ di Indonesia dalam sebuah acara yang digelar di JiExpo Kemayoran dan disiarkan secara langsung ...
Baru Diluncurkan, iOS 11 Ternyata Lebih Boros Baterai
Seluler - Rabu, 27 September 2017 - 15:55 WIB

Baru Diluncurkan, iOS 11 Ternyata Lebih Boros Baterai

Diluncurkannya iOS 11 oleh Apple ternyata tak begitu menuai respon positif dari pengguna. Sebaliknya, iOS 11 ternyata lebih banyak memakan ...
Pengalaman Mengerikan Orang-orang yang Mengunjungi Deep Web
Cyber - Sabtu, 23 September 2017 - 10:43 WIB

Pengalaman Mengerikan Orang-orang yang Mengunjungi Deep Web

Deep Web adalah bagian dari World Wide Web tetapi tidak termasuk ke dalam internet yang dapat dicari dengan mudah, yaitu ...
Deep Web dan Dark Web, Apa Bedanya?
Cyber - Sabtu, 23 September 2017 - 09:42 WIB

Deep Web dan Dark Web, Apa Bedanya?

Meski banyak persamaan, Deep Web dan Dark Web ternyata berbeda. Deep Web merupakan tempat berisi situs-situs, forum, dan toko online ...