Kamis, 19 Oktober 2017 | 05.15 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Cyber>Masyarakat tak Perlu Panik Ada Serangan Virus WannaCry

Masyarakat tak Perlu Panik Ada Serangan Virus WannaCry

Minggu, 14 Mei 2017 - 20:05 WIB

IMG-3406

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyampaikan keterangan pers terkait upaya penanganan serangan dan antisipasi Malware Ransomware WannaCry di Jakarta, Minggu (14/5). (kininews/rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengantisipasi penyebaran virus Ransomeware WannaCry dan menghimbau masyarakat tak perlu panik terhadap serangan virus yang kini tengah melanda dunia tersebut.

Menkominfo Rudiantara seperti dilansir Antara, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi dalam mengatasi penyebaran virus tersebut.

“Langkah teknis bagi orang IT sudah kita siapkan, juga sudah siapkan tim yang dikoordinir oleh ID SIRTII dan Kementerian Kominfo, namanya siapa, nomor telponya berapa, kalau diperlukan nanti konsultasi. Jadi kepada siapapun, kepada kementerian, lembaga, organisasi, perusahaan swasta yang mempunyai sistem IT di perusahaanya tidak usah panik,” kata Rudiantara dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (14/5).

Menkominfo juga memastikan bahwa pihaknya terus memantau dan tetap waspada terhadap isu virus yang telah melanda di berbagai negara di dunia tersebut. Seperti diberitakan, virus tersebut telah menyerang layanan Rumah Sakit di Inggris dan Skotlandia.

Akibatnya data rumah sakit yang diserang tidak bisa dibuka dan meminta imbalan bila data tersebut ingin dibuka. Akibatnya, layanan RS harus menggunakan sistem manual.

Di Indonesia, seperti dilaporkan, RS Dharmais menjadi salah satu pihak yang telah diserang virus tersebut. Virus tersebut di dunia, dilaporkan tidak hanya menyerang rumah sakit, tetapi sejumlah perusahaan swasta.

Menurut staf Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) Adi Jaelani dalam konferensi pers tersebut, Virus Ransomeware WannaCry saat ini menyerang sistem server dan operasi Windows 8 ke bawah atau versi 2008 ke bawah yang belum melakukan update terbaru untuk menambal (patch) celah keamanan.

“Tapi yang jelas sistem yang rentan tersebut patchingnya (menambal atau mengamankan) sudah ada dua bulan lalu, dua bulan lalu patchingnya sudah ada, kalau adminnya melakukan patching aman, ini terkait adminnya yang mengaktifkan patching, dia rajin atau tidak untuk update,” katanya.

Sampai saat ini menurut dia, belum ada antivirus maupun penawar untuk mengembalikan file data yang terinfeksi. Untuk itu, sementara waktu jalan yang dapat ditempuh adalah melokalisir data yang terinfeksi virus tersebut.

“Kalau untuk menghilangkan virus nanti kita akan bekerjasama dengan antivirus antivirus yang lain, sekarang baru lokalisir jangan sampai menyebar ke tempat lain, kalau untuk ‘decript’ (membuka kunci/sandi) untuk mengembalikan data itu di seluruh dunia juga belum, belum ketemu decryptnya,” katanya.

Adi mengatakan, bagi mereka yang terkena virus tersebut, untuk tidak menuruti permintaan virus itu untuk membayar tebusan pembukaan data.

Selain itu, Adi mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dan tidak membuka email-email yang tidak jelas pengirimnya karena bisa saja telah disusupi oleh virus tersebut.

Adi menambahkan, satu komputer dalam satu jaringan terinfeksi virus, ada kemungkinan komputer seluruh jaringan dapat terkena.

“Meski tanpa interaksi user, selama itu masih terkoneksi,” katanya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Google gandeng ESET basmi software berbahaya di internet
Cyber - Selasa, 17 Oktober 2017 - 18:08 WIB

Google gandeng ESET basmi software berbahaya di internet

Setiap hari jutaan pengguna internet, tanpa mereka sadari, seringkali menjadi korban perangkat lunak yang memodifikasi hasil pencarian mereka untuk mengalihkannya ...
Gerakan bijak bersosial media rambah Kota Gudeg
Telekomunikasi - Sabtu, 7 Oktober 2017 - 11:24 WIB

Gerakan bijak bersosial media rambah Kota Gudeg

Gerakan Bijak Bersosial Media (Bersosmed) yang diluncurkan di Jakarta beberapa waktu lalu, kini mulai merambah sejumlah kota lainnya, yakni Jogja.Gerakan ...
Vivo resmi luncurkan v7+ di Indonesia
Seluler - Jumat, 29 September 2017 - 03:24 WIB

Vivo resmi luncurkan v7+ di Indonesia

Vivo resmi meluncurkan perangkat premiumnya V7+ di Indonesia dalam sebuah acara yang digelar di JiExpo Kemayoran dan disiarkan secara langsung ...
Baru Diluncurkan, iOS 11 Ternyata Lebih Boros Baterai
Seluler - Rabu, 27 September 2017 - 15:55 WIB

Baru Diluncurkan, iOS 11 Ternyata Lebih Boros Baterai

Diluncurkannya iOS 11 oleh Apple ternyata tak begitu menuai respon positif dari pengguna. Sebaliknya, iOS 11 ternyata lebih banyak memakan ...
Pengalaman Mengerikan Orang-orang yang Mengunjungi Deep Web
Cyber - Sabtu, 23 September 2017 - 10:43 WIB

Pengalaman Mengerikan Orang-orang yang Mengunjungi Deep Web

Deep Web adalah bagian dari World Wide Web tetapi tidak termasuk ke dalam internet yang dapat dicari dengan mudah, yaitu ...
Deep Web dan Dark Web, Apa Bedanya?
Cyber - Sabtu, 23 September 2017 - 09:42 WIB

Deep Web dan Dark Web, Apa Bedanya?

Meski banyak persamaan, Deep Web dan Dark Web ternyata berbeda. Deep Web merupakan tempat berisi situs-situs, forum, dan toko online ...