Kamis, 19 Oktober 2017 | 05.17 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Game>Jadi Gamer Profesional, Ini Pendapatan Sumail Hassan dari Dota 2

Jadi Gamer Profesional, Ini Pendapatan Sumail Hassan dari Dota 2

Reporter : Bayu Faisal | Jumat, 17 Maret 2017 - 15:35 WIB

IMG-3383

Sumail Hassan, gamer berprestasi di Dota 2. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Menggandrungi game tak selamanya buruk, sebab tak jarang para gamer justru memiliki penghasilan lebih besar dari pegawai perusahaan.

Para gamer tentu selalu bisa mencari celah yang menguntungkan dari Game populer. Selain bisa menyalurkan hobi, menghibur diri, game juga bisa membuat pemainnya kaya.

Seperti seorang gamer muda, Sumail Hassan yang sudah berpenghasilan puluhan miliar rupiah dari game Dota 2.

Seperti yang diberitakan eSports Earnings, selama menjadi tim Evil Geniuses, remaja kelahiran 1999 ini berhasil mengumpulkan US$ 2.401.426 atau sekira Rp 32 miliar sejak menggeluti profesinya sebagai gamer profesional.

Dota 2 sendiri merupakan salahsatu same MOBA terpopuler. Game tersebut mempunyai banyak kompetisi bahkan untuk level tertinggi yakni level International.

Selain itu ada pula tiga kompetisi yang tak kalah bergengsi, yaitu Boston Major, Manila Major, dan Shanghai Major.

Hadiah untuk pemenang kompetisi ini juga fantastis. Pada kompetisi The International 2016 (TI6), misalnya, total hadiahnya mencapai US$ 20 juta atau sekitar Rp 266 miliar (kurs US$ 1 = Rp 13.342).

Sementara Sumail pernah memenangkan kompetisi international pada 8 Agustus 2015. Ia dan rekannya mendapat hadiah US$ 6.630.109 atau sekitar Rp 88,4 miliar.

Guinness World Records juga telah menetapkan gamer berdarah Pakistan itu sebagai gamer termuda di dunia, yang secara personal meraih hadiah di atas US$ 1 juta, tepatnya US$ 1.639.867 atau Rp 21,8 miliar.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Google gandeng ESET basmi software berbahaya di internet
Cyber - Selasa, 17 Oktober 2017 - 18:08 WIB

Google gandeng ESET basmi software berbahaya di internet

Setiap hari jutaan pengguna internet, tanpa mereka sadari, seringkali menjadi korban perangkat lunak yang memodifikasi hasil pencarian mereka untuk mengalihkannya ...
Gerakan bijak bersosial media rambah Kota Gudeg
Telekomunikasi - Sabtu, 7 Oktober 2017 - 11:24 WIB

Gerakan bijak bersosial media rambah Kota Gudeg

Gerakan Bijak Bersosial Media (Bersosmed) yang diluncurkan di Jakarta beberapa waktu lalu, kini mulai merambah sejumlah kota lainnya, yakni Jogja.Gerakan ...
Vivo resmi luncurkan v7+ di Indonesia
Seluler - Jumat, 29 September 2017 - 03:24 WIB

Vivo resmi luncurkan v7+ di Indonesia

Vivo resmi meluncurkan perangkat premiumnya V7+ di Indonesia dalam sebuah acara yang digelar di JiExpo Kemayoran dan disiarkan secara langsung ...
Baru Diluncurkan, iOS 11 Ternyata Lebih Boros Baterai
Seluler - Rabu, 27 September 2017 - 15:55 WIB

Baru Diluncurkan, iOS 11 Ternyata Lebih Boros Baterai

Diluncurkannya iOS 11 oleh Apple ternyata tak begitu menuai respon positif dari pengguna. Sebaliknya, iOS 11 ternyata lebih banyak memakan ...
Pengalaman Mengerikan Orang-orang yang Mengunjungi Deep Web
Cyber - Sabtu, 23 September 2017 - 10:43 WIB

Pengalaman Mengerikan Orang-orang yang Mengunjungi Deep Web

Deep Web adalah bagian dari World Wide Web tetapi tidak termasuk ke dalam internet yang dapat dicari dengan mudah, yaitu ...
Deep Web dan Dark Web, Apa Bedanya?
Cyber - Sabtu, 23 September 2017 - 09:42 WIB

Deep Web dan Dark Web, Apa Bedanya?

Meski banyak persamaan, Deep Web dan Dark Web ternyata berbeda. Deep Web merupakan tempat berisi situs-situs, forum, dan toko online ...