Jumat, 18 Januari 2019 | 17.15 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Teknologi>Ini 3 Bahaya Ngecas Smartphone Dengan Laptop

Ini 3 Bahaya Ngecas Smartphone Dengan Laptop

Reporter : Ade Pane | Selasa, 14 Maret 2017 - 15:01 WIB

IMG-3372

Ilustrasi

kini.co.id – Kebanyakan dari Anda pasti sering mengisi ulang daya baterai smartphone dengan laptop. Selain praktis, Anda juga tidak perlu membawa laptop dan power bank sekaligus.

Memang beberapa laptop telah dibekali dengan gimmick kemampuan untuk nge-charge smartphone. Boleh saja mengisi ulang baterai dengan menggunakan laptop. Namun, lakukan hal tersebut jika hanya dalam keadaan terpaksa atau darurat.

Kenapa? karena ada bahaya yang mengancam jika Anda sering mengisi ulang smartphone dengan laptop. Berikut tiga bahaya jika Anda sering melakukan penge-charge-an melalui laptop, seperti dikutip dari jalantikus.com, Selasa (14/3/2017).

1. Baterai smartphone menjadi cepat rusak

Meski aliran listrik yang dihasilkan oleh laptop bisa digunakan untuk mengisi ulang smartphone, tapi arus listrik yang dikeluarkan dari port USB laptop tidaklah kuat. Hal tersebut akan berdampak pada lamanya proses pengisian baterai smartphone.

Kalau sudah begitu, Anda pasti akan menggunakannya sesering mungkin selama proses pengisian daya. Alhasil, umur baterai smartphone pun menjadi tidak awet.

2. Kerusakan pada baterai laptop

Tidak hanya baterai smartphone saja, batera laptop juga ikut terdampak, karena secara teknis laptop menjadi sama dengan power bank. Karena sama dengan power bank, maka baterai laptop juga memiliki life cycle atau siklus hidup. Sehingga menggunakan laptop sambil mengisi ulang smartphone, baterai laptop Anda otomatis akan menjadi cepat aus.

Hal ini terjadi karena saat digunakan mengisi ulang smartphone, baterai laptop jadi cepat habis, sehingga membuatnya juga harus cepat diisi ulang. Semakin sering diisi ulang, siklus hidup baterai laptop pun semakin cepat berkurang.

3. Rawan Pencurian Data

Dengan menggunakan proses ‘Handshake’ atau proses pairing antara smartphone dengan laptop ketika saling terhubung, hacker bisa mencuri data smartphone yang diisi ulang menggunakan laptop. Hal ini terjadi karena proses ‘Handsake’ membuat data nama perangkat, produsen perangkat, jenis perangkat, nomor seri, informasi firmware, informasi sistem operasi, daftar file, hingga elektronik chip ID smartphone terbaca oleh laptop.

Nah, proses ini membuka kesempatan hacker untuk mencuri data di smartphone. Dengan memanfaatkan command khusus yang bertugas untuk meng-install sistem root pada smartphone, hacker bisa dengan mudah mencuri semua data yang ada di smartphone Anda.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Ilmiah - Selasa, 15 Januari 2019 - 17:40 WIB

Pada 21 Januari, Indonesia alami supermoon

FENOMENA supermoon atau gerhana bulan total bisa diamati dari seluruh kawasan di Indonesia pekan depan. Kepala Lembaga Astronomi dan Penerbangan ...
Teknologi - Jumat, 11 Januari 2019 - 12:06 WIB

Pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Morowali diresmikan

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan peletakan batu pertama, yang menandai mulai dibangunnya ...
Seluler - Sabtu, 5 Januari 2019 - 23:07 WIB

Oppo R17 Pro, smartphone mewah dengan deretan fitur canggih

VENDOR smartphone asal China Oppo, akhirnya merilis perangkat terbarunya di Indonesia yakni Oppo R17 Pro. Perangkat Oppo R17 Pro ini ...
Teknologi - Sabtu, 5 Januari 2019 - 22:29 WIB

Danau Subglasial seluas Jakbar di Antartika dibor ilmuwan

ILMUWAN yang tergabung dalam proyek Subglacial Antarctic Lakes Scientific Access (SALSA) melakukan pengeboran dengan kedalaman hampir 1,1 kilometer di danau ...
Ilmiah - Minggu, 30 Desember 2018 - 00:07 WIB

Status awas Anak Krakatau adalah hoaks

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tidak benar status Gunung Anak Krakatau telah meningkat jadi Awas atau level IV. Status ...
Ilmiah - Senin, 24 Desember 2018 - 17:28 WIB

Mbah Rono: Anak Krakatau belum stabil, rawan longsor

KONDISI badan Gunung Anak Krakatau masih belum stabil saat ini. Gunung api laut itu berpotensi kembali longsor dan menyebabkan tsunami ...