Jumat, 18 Januari 2019 | 17.33 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Cyber>Pelanggan Mengaku Diperas, Driver Go-Jek Dipecat

Pelanggan Mengaku Diperas, Driver Go-Jek Dipecat

Reporter : Ade Pane | Sabtu, 18 Februari 2017 - 15:10 WIB

IMG-3343

Ilustrasi

kini.co.id – Beberapa hari ini di salah satu aplikai jejarin sosial, LINE, beredar sebuah kisah tentang seorang driver Go-Jek yang kini menjadi viral.

Kisah tersebut menceritakan tentang insiden yang dialami oleh salah satu driver ojek online yang dipecat gara-gara ulah pelanggannya.

Cerita tersebut lalu diunggah kembali oleh salah seorang netizen melaului akun Twitternya yang bernama @nicoteane melalui gambar hasil tangkapan layar dari cerita itu.

Dalam caption postingannya tersebut pemilik akun tersebut menulis “Bukan ceritaku tapi cerita ini viral di LINE”.

Dari gambar tersebut terlihat cerita menyedihkan yang dialami oleh soerang driver Go-Jek.

Sore ini, tdk seperti biasanya, saya terlibat dalam pembicaraan yang benar2 bikin sakit hati dan gemas dalam perjalanan pulang dengan GO-JEK. Jadi, motor kami berpapasan dengan driver GO-JEK lain yang kebetulan dikenal driver saya.Tapi wajahnya benar-benar tak terkatakan sedihnya.

Setelah saya tanya kenapa, ternyata akun GO-JEKnya baru saja di-suspend alias DIPECAT. FYI (for your information), GO-JEK adalah satu2nya mata pencaharian sang Bapak yang juga punya anak dan istri.

Jadi, awalnya bapak ini mendapat orderan ITB-Baltos dari seorang customer wanita. Setelah mereka bertemu, si customer minta diantarkan ke Baltos via Dipatiukur (DU), yang mana benar-benar keluar dari rute seharusnya.

Kemudian si Bapak bilang kalau akun mereka memiliki GPS yang dipantau server GO-JEK sehingga mereka tidak bisa lari dari rute. Kemudian customer ini bilang kalau dia akan bayar lebih, dan akhirnya sang bapak setuju.

Bapak ini pun mengantarkan customernya ke DU, tepatnya ke tempat print. Ternyata, sebelum sang customer ngeprint, dia masih perlu mengedit filenya itu dan membuat si Bapak menunggu sampai 1 JAM (atau bahkan lebih katanya).

Setelah selesai dengan masalah print, si Bapak mengantarkan customernya ke Baltos sesuai permintaan. Setelah turun, sang customer membayar si Bapak berlebih. Ya, lebih TIGA RIBU RUPIAH saja.

Pastinya si Bapak tidak terima, beliau bilang “Yang benar saja neng, saya nunggu sejam cuma dikasih tiga ribu.”

Akhirnya sang customer nambahin lima ribu lagi dan si Bapak pun pergi. Kemudian saat si Bapak mendapat orderan baru, dia tidak bisa menerima orderan tersebut karena akunnya telah disuspend GO-JEK.

Customer sebelumnya memberi bintang 1 ke Bapak tersebut. Dan yang lebih miris, dia meninggalkan note yang intinya berbunyi si Bapak telah MEMERAS customer tersebut.

Saya sontak meminta nomor handphone customer tersebut. Namun, handphone driver GO-JEK trnyata secara otomatis menghapus seluruh data customer. Bahkan nomor handphone nya tidak terlacak di histori.

Saya juga menyarankan Bapak tersebut mengajukan banding. Tapi beliau merasa itu sia-soa karena GO-JEK sangat menomorsatukan customer.

Tolong untuk yang merasa sebagai customer tersebut renungkan kelakuanmu dan pertanggungjawabkan. Delapan ribu rupiah, plus opportunity cost si Bapak yang udah kamu PERAS selama satu jam. Apakah pantas mendapat bintang 1 dan disebut sebagai MEMERAS?

Mungkin kamu bisa saja santai setelah kejadian tersebut, tapi si Bapak yang tadinya bisa mendapat orderan yang tidak sedikit dalam satu jam, sekarang jadi PENGANGGURAN gara-gara kamu. Ingat, dia juga punya istri dan anak. Dan sekali lagi, ini mata pencaharian beliau satu-satunya.

Bayangkan kalau beliau ayahmu. Kalau kamu kira bikin akun GO-JEK yang baru itu mudah, kamu salah besar. Perlu KTP dan plat nomor yang berbeda pastinya. Dan ingat, GO-JEK selalu menomorsatukan customer.

Please, kalau kalian ga suka sama seorang driver, tegur saja secara langusng. Karena rating yang kita berikan mempengaruhi hidup mereka,” tulis cerita tersebut.

Hingga berita ini dibuat, kini postingan tersebut telah di retweets oleh lebih 900 kali.

Pemilik akun itu juga mengatakan kalau saat ini kasus tersebut sedang diproses dengan harapan driver ojek online yang dipecat tersebut bisa kembali bekerja lagi.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Ilmiah - Selasa, 15 Januari 2019 - 17:40 WIB

Pada 21 Januari, Indonesia alami supermoon

FENOMENA supermoon atau gerhana bulan total bisa diamati dari seluruh kawasan di Indonesia pekan depan. Kepala Lembaga Astronomi dan Penerbangan ...
Teknologi - Jumat, 11 Januari 2019 - 12:06 WIB

Pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Morowali diresmikan

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan peletakan batu pertama, yang menandai mulai dibangunnya ...
Seluler - Sabtu, 5 Januari 2019 - 23:07 WIB

Oppo R17 Pro, smartphone mewah dengan deretan fitur canggih

VENDOR smartphone asal China Oppo, akhirnya merilis perangkat terbarunya di Indonesia yakni Oppo R17 Pro. Perangkat Oppo R17 Pro ini ...
Teknologi - Sabtu, 5 Januari 2019 - 22:29 WIB

Danau Subglasial seluas Jakbar di Antartika dibor ilmuwan

ILMUWAN yang tergabung dalam proyek Subglacial Antarctic Lakes Scientific Access (SALSA) melakukan pengeboran dengan kedalaman hampir 1,1 kilometer di danau ...
Ilmiah - Minggu, 30 Desember 2018 - 00:07 WIB

Status awas Anak Krakatau adalah hoaks

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tidak benar status Gunung Anak Krakatau telah meningkat jadi Awas atau level IV. Status ...
Ilmiah - Senin, 24 Desember 2018 - 17:28 WIB

Mbah Rono: Anak Krakatau belum stabil, rawan longsor

KONDISI badan Gunung Anak Krakatau masih belum stabil saat ini. Gunung api laut itu berpotensi kembali longsor dan menyebabkan tsunami ...