Kamis, 19 Oktober 2017 | 05.09 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Cyber>Pelanggan Mengaku Diperas, Driver Go-Jek Dipecat

Pelanggan Mengaku Diperas, Driver Go-Jek Dipecat

Reporter : Ade Pane | Sabtu, 18 Februari 2017 - 15:10 WIB

IMG-3343

Ilustrasi

kini.co.id – Beberapa hari ini di salah satu aplikai jejarin sosial, LINE, beredar sebuah kisah tentang seorang driver Go-Jek yang kini menjadi viral.

Kisah tersebut menceritakan tentang insiden yang dialami oleh salah satu driver ojek online yang dipecat gara-gara ulah pelanggannya.

Cerita tersebut lalu diunggah kembali oleh salah seorang netizen melaului akun Twitternya yang bernama @nicoteane melalui gambar hasil tangkapan layar dari cerita itu.

Dalam caption postingannya tersebut pemilik akun tersebut menulis “Bukan ceritaku tapi cerita ini viral di LINE”.

Dari gambar tersebut terlihat cerita menyedihkan yang dialami oleh soerang driver Go-Jek.

Sore ini, tdk seperti biasanya, saya terlibat dalam pembicaraan yang benar2 bikin sakit hati dan gemas dalam perjalanan pulang dengan GO-JEK. Jadi, motor kami berpapasan dengan driver GO-JEK lain yang kebetulan dikenal driver saya.Tapi wajahnya benar-benar tak terkatakan sedihnya.

Setelah saya tanya kenapa, ternyata akun GO-JEKnya baru saja di-suspend alias DIPECAT. FYI (for your information), GO-JEK adalah satu2nya mata pencaharian sang Bapak yang juga punya anak dan istri.

Jadi, awalnya bapak ini mendapat orderan ITB-Baltos dari seorang customer wanita. Setelah mereka bertemu, si customer minta diantarkan ke Baltos via Dipatiukur (DU), yang mana benar-benar keluar dari rute seharusnya.

Kemudian si Bapak bilang kalau akun mereka memiliki GPS yang dipantau server GO-JEK sehingga mereka tidak bisa lari dari rute. Kemudian customer ini bilang kalau dia akan bayar lebih, dan akhirnya sang bapak setuju.

Bapak ini pun mengantarkan customernya ke DU, tepatnya ke tempat print. Ternyata, sebelum sang customer ngeprint, dia masih perlu mengedit filenya itu dan membuat si Bapak menunggu sampai 1 JAM (atau bahkan lebih katanya).

Setelah selesai dengan masalah print, si Bapak mengantarkan customernya ke Baltos sesuai permintaan. Setelah turun, sang customer membayar si Bapak berlebih. Ya, lebih TIGA RIBU RUPIAH saja.

Pastinya si Bapak tidak terima, beliau bilang “Yang benar saja neng, saya nunggu sejam cuma dikasih tiga ribu.”

Akhirnya sang customer nambahin lima ribu lagi dan si Bapak pun pergi. Kemudian saat si Bapak mendapat orderan baru, dia tidak bisa menerima orderan tersebut karena akunnya telah disuspend GO-JEK.

Customer sebelumnya memberi bintang 1 ke Bapak tersebut. Dan yang lebih miris, dia meninggalkan note yang intinya berbunyi si Bapak telah MEMERAS customer tersebut.

Saya sontak meminta nomor handphone customer tersebut. Namun, handphone driver GO-JEK trnyata secara otomatis menghapus seluruh data customer. Bahkan nomor handphone nya tidak terlacak di histori.

Saya juga menyarankan Bapak tersebut mengajukan banding. Tapi beliau merasa itu sia-soa karena GO-JEK sangat menomorsatukan customer.

Tolong untuk yang merasa sebagai customer tersebut renungkan kelakuanmu dan pertanggungjawabkan. Delapan ribu rupiah, plus opportunity cost si Bapak yang udah kamu PERAS selama satu jam. Apakah pantas mendapat bintang 1 dan disebut sebagai MEMERAS?

Mungkin kamu bisa saja santai setelah kejadian tersebut, tapi si Bapak yang tadinya bisa mendapat orderan yang tidak sedikit dalam satu jam, sekarang jadi PENGANGGURAN gara-gara kamu. Ingat, dia juga punya istri dan anak. Dan sekali lagi, ini mata pencaharian beliau satu-satunya.

Bayangkan kalau beliau ayahmu. Kalau kamu kira bikin akun GO-JEK yang baru itu mudah, kamu salah besar. Perlu KTP dan plat nomor yang berbeda pastinya. Dan ingat, GO-JEK selalu menomorsatukan customer.

Please, kalau kalian ga suka sama seorang driver, tegur saja secara langusng. Karena rating yang kita berikan mempengaruhi hidup mereka,” tulis cerita tersebut.

Hingga berita ini dibuat, kini postingan tersebut telah di retweets oleh lebih 900 kali.

Pemilik akun itu juga mengatakan kalau saat ini kasus tersebut sedang diproses dengan harapan driver ojek online yang dipecat tersebut bisa kembali bekerja lagi.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Google gandeng ESET basmi software berbahaya di internet
Cyber - Selasa, 17 Oktober 2017 - 18:08 WIB

Google gandeng ESET basmi software berbahaya di internet

Setiap hari jutaan pengguna internet, tanpa mereka sadari, seringkali menjadi korban perangkat lunak yang memodifikasi hasil pencarian mereka untuk mengalihkannya ...
Gerakan bijak bersosial media rambah Kota Gudeg
Telekomunikasi - Sabtu, 7 Oktober 2017 - 11:24 WIB

Gerakan bijak bersosial media rambah Kota Gudeg

Gerakan Bijak Bersosial Media (Bersosmed) yang diluncurkan di Jakarta beberapa waktu lalu, kini mulai merambah sejumlah kota lainnya, yakni Jogja.Gerakan ...
Vivo resmi luncurkan v7+ di Indonesia
Seluler - Jumat, 29 September 2017 - 03:24 WIB

Vivo resmi luncurkan v7+ di Indonesia

Vivo resmi meluncurkan perangkat premiumnya V7+ di Indonesia dalam sebuah acara yang digelar di JiExpo Kemayoran dan disiarkan secara langsung ...
Baru Diluncurkan, iOS 11 Ternyata Lebih Boros Baterai
Seluler - Rabu, 27 September 2017 - 15:55 WIB

Baru Diluncurkan, iOS 11 Ternyata Lebih Boros Baterai

Diluncurkannya iOS 11 oleh Apple ternyata tak begitu menuai respon positif dari pengguna. Sebaliknya, iOS 11 ternyata lebih banyak memakan ...
Pengalaman Mengerikan Orang-orang yang Mengunjungi Deep Web
Cyber - Sabtu, 23 September 2017 - 10:43 WIB

Pengalaman Mengerikan Orang-orang yang Mengunjungi Deep Web

Deep Web adalah bagian dari World Wide Web tetapi tidak termasuk ke dalam internet yang dapat dicari dengan mudah, yaitu ...
Deep Web dan Dark Web, Apa Bedanya?
Cyber - Sabtu, 23 September 2017 - 09:42 WIB

Deep Web dan Dark Web, Apa Bedanya?

Meski banyak persamaan, Deep Web dan Dark Web ternyata berbeda. Deep Web merupakan tempat berisi situs-situs, forum, dan toko online ...