Kamis, 17 Agustus 2017 | 22.30 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Telekomunikasi>Indonesia Diingatkan Serangan Ransomware

Indonesia Diingatkan Serangan Ransomware

Reporter : Ade Pane | Selasa, 3 Januari 2017 - 14:23 WIB

IMG-3295

Internet aman. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Indonesia merupakan salahsatu negara dengan penggunaan internet tinggi. Sebanyak 38 persen dari seluruh traffic di dunia berasal dari Indonesia.

Kondisi itu juga akan menyebabkan ancaman terhadap keamanan pengguna internet di Indonesia.

Ancaman itu merupakan Ransomware yang dipercaya dapat membuat kerugian bagi pengguna internet di tanah air. Penggunaan ransomware oleh penjahat siber sebagai salah satu ancaman paling mendesak yang dihadapi perusahaan dan organisasi di seluruh dunia. Tulisan tentang “create your own” atau “buat sendiri” ransomware di sebuah forum cyber Indonesia dalam bahasa Indonesia menjadi sinyalemen atau lonceng peringatan peningkatan ancaman oleh ransomware Indonesia di seluruh wilayah Indonesia.

Berdasarkan keterangan tertulis dari Prosperita Esset yang diterima Kini.co.id, saat ini panduan membuat ransomware disebar bebas dan bisa dimiliki siapapun.

Apa Itu Ransomware

Mungkin sudah banyak yang mengetahui tentang ransomware, tapi bagi mereka yang belum memahami, ransomware adalah jenis malware yang mencegah pengguna mengakses data atau sistem sampai membayar uang tebusan kepada penjahat siber yang bertanggung jawab.

Secara presentase, ransomware tidak sebesar malware lain, namun secara dampak yang diakibatkan sangat merugikan pengguna komputer.

Ransomware yang paling mendasar dan beberapa variannya di ponsel beroperasi dengan mengunci layar korban. Namun pada perkembangannya, ransomware mulai memanfaatkan enkripsi, yaitu suatu proses yang digunakan untuk pengaman suatu data yang disembunyikan atau proses konversi data (plaintext) menjadi bentuk yang tidak dapat dimengerti, sehingga keamanan informasinya terjaga dan tidak dapat dibaca.

Dan untuk membuka data yang dienkripsi dibutuhkan kunci dekripsi, yaitu kebalikan dari proses enkripsi, adalah proses konversi data yang sudah dienkripsi (ciphertext) kembali menjadi data aslinya (Original Plaintext) sehingga dapat dibaca atau dimengerti kembali. Dan kunci dekripsi ini hanya dimiliki oleh pelaku kejahatan ransomware.

Demam Virus yang Berulang

Deman virus dunia digital yang menjadi ajang perebutan prestise di kalangan praktisi siber nasional yang ingin unjuk gigi.

Pertarungan lokal yang dampaknya ikut dirasakan secara global, Brontok pun melahirkan beberapa varian yang merupakan produk persaingan digital tersebut menjadi virus yang ditakuti di dunia.

Atmosfer yang sama begitu terasa di masa akhir peralihan ke 2017, dengan beredarnya panduan dasar ransomware yang bisa memudahkan orang membuat ransomware menjadi pemicu peristiwa yang sama yang terjadi di tahun 2011 tersebut.

Disusul ramainya berbagai forum lokal yang belakangan disibukan oleh aktivitas penggiat dunia maya Indonesia yang mulai kasak-kusuk mencari tahu tentang segala sesuatu mengenai ransomware, seperti mencari source code ransomware, menawarkan kerjasama, sampai membuat ransomware. Gejala yang semakin mengarah menjadi demam virus kedua atau lebih tepat “Demam ransomware.”

ESET sebagai salah satu pengembang Antimalware memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan ini. Tindakan pencegahan sudah menjadi bagian yang tidak bisa dihindarkan dan menjadi perhatian utama, seperti memastikan seluruh komputer yang terhubung ke dalam jaringan sudah menggunakan antimalware dengan konfigurasi yang mendukung anti ransomware, juga setiap mailserver sudah terlindungi dari spam dan malware.

Dan yang paling utama bagi setiap perusahaan harus memiiki program edukasi yang jelas dan berkala untuk setiap personel terkait keamanan data.

“Hal yang sama juga berlaku bagi pengguna individu, karena pendidikan keamanan siber semestinya sudah menjadi keharusan yang tak bisa ditawar-tawar lagi,” demikian penjelasan Yudhi Kukuh, Technical Consultant PT Prosperita – ESET Indonesia menanggapi prediki serangan ransomware lokal di tahun 2017.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Solusi Perkuat Keamaan Password Anda di komputer
Cyber - Kamis, 10 Agustus 2017 - 18:23 WIB

Solusi Perkuat Keamaan Password Anda di komputer

Banyak pengguna komputer masih membuat kesalahan yang sama dengan menggunakan password serupa di banyak akun, seperti menggunakan password perusahaan untuk ...
Heboh ‘Eta Terangkanlah’, Netter: Aneh Dikit Viral
Cyber - Kamis, 10 Agustus 2017 - 08:56 WIB

Heboh ‘Eta Terangkanlah’, Netter: Aneh Dikit Viral

Frasa "Eta Terangkanlah" kini menghiasi jagad media sosial. Hampir di semua media sosial orang menyebut frasa itu. Baik dalam berkomentar ...
Website yang Pakai Iklan Mengganggu Bakal Ditindak Google
Cyber - Kamis, 10 Agustus 2017 - 08:24 WIB

Website yang Pakai Iklan Mengganggu Bakal Ditindak Google

Bermacam iklan yang muncul di website merupakan sumber pendapatan keuangan. Namun tak jarang iklan-iklan tersebut malah mengganggu pengunjung.Pengunjung yang berniat ...
Waduh, Sambil Bawa Anak Ibu Ini Seret Suami yang Lagi Nyawer Biduan
Cyber - Selasa, 8 Agustus 2017 - 16:42 WIB

Waduh, Sambil Bawa Anak Ibu Ini Seret Suami yang Lagi Nyawer Biduan

Lagi asyik berjoged dan menyawer biduan cantik di sebuah acara hajatan, seorang pria didatangi istrinya.Sambil menggendong anak sang istri lantas ...
Berfoto Pegang Anu Tapir, Gadis Ini Dihujat
Cyber - Selasa, 8 Agustus 2017 - 14:50 WIB

Berfoto Pegang Anu Tapir, Gadis Ini Dihujat

Berselfie di semua tempat adalah hobi kaum muda di zaman serba digital ini.Hal itu pulalah yang dilakukan Hazreen Syafiela (25) ...
Warga Indonesia Bisa Lihat Gerhana Bulan Malam Ini
Ilmiah - Senin, 7 Agustus 2017 - 09:45 WIB

Warga Indonesia Bisa Lihat Gerhana Bulan Malam Ini

Bagi yang gemar mengamati benda langit, malam ini akan menjadi malam yang menyenangkan. Pasalnya, malam ini akan terjadi fenomena langka ...