Rabu, 24 Mei 2017 | 11.04 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Telekomunikasi>Indonesia Diingatkan Serangan Ransomware

Indonesia Diingatkan Serangan Ransomware

Reporter : Ade Pane | Selasa, 3 Januari 2017 - 14:23 WIB

IMG-3295

Internet aman. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Indonesia merupakan salahsatu negara dengan penggunaan internet tinggi. Sebanyak 38 persen dari seluruh traffic di dunia berasal dari Indonesia.

Kondisi itu juga akan menyebabkan ancaman terhadap keamanan pengguna internet di Indonesia.

Ancaman itu merupakan Ransomware yang dipercaya dapat membuat kerugian bagi pengguna internet di tanah air. Penggunaan ransomware oleh penjahat siber sebagai salah satu ancaman paling mendesak yang dihadapi perusahaan dan organisasi di seluruh dunia. Tulisan tentang “create your own” atau “buat sendiri” ransomware di sebuah forum cyber Indonesia dalam bahasa Indonesia menjadi sinyalemen atau lonceng peringatan peningkatan ancaman oleh ransomware Indonesia di seluruh wilayah Indonesia.

Berdasarkan keterangan tertulis dari Prosperita Esset yang diterima Kini.co.id, saat ini panduan membuat ransomware disebar bebas dan bisa dimiliki siapapun.

Apa Itu Ransomware

Mungkin sudah banyak yang mengetahui tentang ransomware, tapi bagi mereka yang belum memahami, ransomware adalah jenis malware yang mencegah pengguna mengakses data atau sistem sampai membayar uang tebusan kepada penjahat siber yang bertanggung jawab.

Secara presentase, ransomware tidak sebesar malware lain, namun secara dampak yang diakibatkan sangat merugikan pengguna komputer.

Ransomware yang paling mendasar dan beberapa variannya di ponsel beroperasi dengan mengunci layar korban. Namun pada perkembangannya, ransomware mulai memanfaatkan enkripsi, yaitu suatu proses yang digunakan untuk pengaman suatu data yang disembunyikan atau proses konversi data (plaintext) menjadi bentuk yang tidak dapat dimengerti, sehingga keamanan informasinya terjaga dan tidak dapat dibaca.

Dan untuk membuka data yang dienkripsi dibutuhkan kunci dekripsi, yaitu kebalikan dari proses enkripsi, adalah proses konversi data yang sudah dienkripsi (ciphertext) kembali menjadi data aslinya (Original Plaintext) sehingga dapat dibaca atau dimengerti kembali. Dan kunci dekripsi ini hanya dimiliki oleh pelaku kejahatan ransomware.

Demam Virus yang Berulang

Deman virus dunia digital yang menjadi ajang perebutan prestise di kalangan praktisi siber nasional yang ingin unjuk gigi.

Pertarungan lokal yang dampaknya ikut dirasakan secara global, Brontok pun melahirkan beberapa varian yang merupakan produk persaingan digital tersebut menjadi virus yang ditakuti di dunia.

Atmosfer yang sama begitu terasa di masa akhir peralihan ke 2017, dengan beredarnya panduan dasar ransomware yang bisa memudahkan orang membuat ransomware menjadi pemicu peristiwa yang sama yang terjadi di tahun 2011 tersebut.

Disusul ramainya berbagai forum lokal yang belakangan disibukan oleh aktivitas penggiat dunia maya Indonesia yang mulai kasak-kusuk mencari tahu tentang segala sesuatu mengenai ransomware, seperti mencari source code ransomware, menawarkan kerjasama, sampai membuat ransomware. Gejala yang semakin mengarah menjadi demam virus kedua atau lebih tepat “Demam ransomware.”

ESET sebagai salah satu pengembang Antimalware memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan ini. Tindakan pencegahan sudah menjadi bagian yang tidak bisa dihindarkan dan menjadi perhatian utama, seperti memastikan seluruh komputer yang terhubung ke dalam jaringan sudah menggunakan antimalware dengan konfigurasi yang mendukung anti ransomware, juga setiap mailserver sudah terlindungi dari spam dan malware.

Dan yang paling utama bagi setiap perusahaan harus memiiki program edukasi yang jelas dan berkala untuk setiap personel terkait keamanan data.

“Hal yang sama juga berlaku bagi pengguna individu, karena pendidikan keamanan siber semestinya sudah menjadi keharusan yang tak bisa ditawar-tawar lagi,” demikian penjelasan Yudhi Kukuh, Technical Consultant PT Prosperita – ESET Indonesia menanggapi prediki serangan ransomware lokal di tahun 2017.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Yuk Intip Bocoran Desain Apple iPhone 8
Seluler - Kamis, 18 Mei 2017 - 16:43 WIB

Yuk Intip Bocoran Desain Apple iPhone 8

Setelah pesaingnya Samsung tengah menyiapkan ponsel berkamera ganda pertama, Apple dengan iPhone 8 tak mau kalah dengan desain eksentriknya yang ...
‘Meluruskan Pemahaman Hadis Kaum Jihadis’
Ilmiah - Rabu, 17 Mei 2017 - 08:41 WIB

‘Meluruskan Pemahaman Hadis Kaum Jihadis’

Deradikalisasi saat ini terus digencarkan dalam meluruskan pemahaman radikal, terutama kaum Khawarij yang kini mendapat tempat di bumi Nusantara.Badan Nasional ...
Masyarakat tak Perlu Panik Ada Serangan Virus WannaCry
Cyber - Minggu, 14 Mei 2017 - 20:05 WIB

Masyarakat tak Perlu Panik Ada Serangan Virus WannaCry

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengantisipasi penyebaran virus Ransomeware WannaCry dan menghimbau masyarakat tak perlu panik terhadap serangan virus yang kini ...
Hadapi Ransomware WannaCry, Ini Saran ESET Indonesia
Cyber - Minggu, 14 Mei 2017 - 19:32 WIB

Hadapi Ransomware WannaCry, Ini Saran ESET Indonesia

Virus malware ransomware WannaCry yang menyerang berbagai perusahaan di seluruh dunia termasuk di Indonesia menyebabkan korban berjatuhan dalam jumlah besar.Ransomware ...
Sang Legendaris Nokia 3310 Siap Dipasarkan
Seluler - Minggu, 7 Mei 2017 - 10:35 WIB

Sang Legendaris Nokia 3310 Siap Dipasarkan

Setelah dirilis beberapa bulan lalu, HP legendaris Nokia 3310 akhirnya diumumkan resmi bakal meluncur ke pasaran. Dalam akun resmi Twitter ...
Teknologi Militer yang Menjadi Milik Umum
Telekomunikasi - Selasa, 18 April 2017 - 18:22 WIB

Teknologi Militer yang Menjadi Milik Umum

Enkripsi secara eksplisit dapat diartikan sebagai suatu proses untuk mengubah pesan (informasi) sehingga tidak dapat dilihat ...