Kamis, 19 Oktober 2017 | 05.10 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Teknologi>Yahoo Kembali Diretas, Kali ini Sebanyak 1 Miliar Akun

Yahoo Kembali Diretas, Kali ini Sebanyak 1 Miliar Akun

Reporter : Ary Syahputra | Kamis, 15 Desember 2016 - 12:27 WIB

IMG-3261

Kantor Yahoo (Ist)

California, kini.co.id – Setelah sebelumnya sebanyak 500 juta akun pengguna Yahoo diretas September 2016 lalu, kini Yahoo harus mengalami kejadian serupa yang membuat situasi mereka bertambah pelik.

Mirisnya, jumlah akun yang diretas kali ini bertambah banyak, tercatat sudah ada sekitar satu miliar akun email yang diretas.

Aksi peretasan kali ini diklaim Yahoo berbeda dengan kejadian yang sebelumnya, sehingga jumlah satu miliar akun yang diretas kali ini tidak termasuk degan 500 juta akun yang telah diretas September lalu.

“Perusahaan telah menganalisa data yang diretas dengan bantuan ahli, ditemukan bahwa data tersebut berasal dari pengguna Yahoo. Berdasarkan analisis lebih lanjut, kami menduga pihak ketiga yang tak bertanggung jawab mulai mencuri data-data ini sejak Agustus 2013,” tulis Yahoo dalam keterangan resminya dikutip dari Business Insider, Kamis (15/12/2106).

Yahoo juga menyatakan bahwa mereka telah memberikan notifikasi kepada pengguna yang akunnya telah dibobol untuk segera mengamankan akun milik mereka dan kepada pengguna yang berpotensi untuk diretas agar langsung mengecek serta mengamankan akun mereka dengan mengganti password.

“Informasi akun yang dicuri meliputi nama, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, kata sandi dan dalam beberapa kasus, pertanyaan dan jawaban keamanan terenkripsi atau tidak terenkripsi,” terang Yahoo.

Isu pencurian data besar-besaran Yahoo pertama kali berhembus pada Agustus 2013 ketika seorang hacker bernama “Peace” mengklaim telah mengantongi data sebanyak lebih dari 200 juta pengguna Yahoo bahkan sebelumnya ia juga pernah mengatakan telah memiliki data dari pengguna LinkedIn dan MySpace.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Google gandeng ESET basmi software berbahaya di internet
Cyber - Selasa, 17 Oktober 2017 - 18:08 WIB

Google gandeng ESET basmi software berbahaya di internet

Setiap hari jutaan pengguna internet, tanpa mereka sadari, seringkali menjadi korban perangkat lunak yang memodifikasi hasil pencarian mereka untuk mengalihkannya ...
Gerakan bijak bersosial media rambah Kota Gudeg
Telekomunikasi - Sabtu, 7 Oktober 2017 - 11:24 WIB

Gerakan bijak bersosial media rambah Kota Gudeg

Gerakan Bijak Bersosial Media (Bersosmed) yang diluncurkan di Jakarta beberapa waktu lalu, kini mulai merambah sejumlah kota lainnya, yakni Jogja.Gerakan ...
Vivo resmi luncurkan v7+ di Indonesia
Seluler - Jumat, 29 September 2017 - 03:24 WIB

Vivo resmi luncurkan v7+ di Indonesia

Vivo resmi meluncurkan perangkat premiumnya V7+ di Indonesia dalam sebuah acara yang digelar di JiExpo Kemayoran dan disiarkan secara langsung ...
Baru Diluncurkan, iOS 11 Ternyata Lebih Boros Baterai
Seluler - Rabu, 27 September 2017 - 15:55 WIB

Baru Diluncurkan, iOS 11 Ternyata Lebih Boros Baterai

Diluncurkannya iOS 11 oleh Apple ternyata tak begitu menuai respon positif dari pengguna. Sebaliknya, iOS 11 ternyata lebih banyak memakan ...
Pengalaman Mengerikan Orang-orang yang Mengunjungi Deep Web
Cyber - Sabtu, 23 September 2017 - 10:43 WIB

Pengalaman Mengerikan Orang-orang yang Mengunjungi Deep Web

Deep Web adalah bagian dari World Wide Web tetapi tidak termasuk ke dalam internet yang dapat dicari dengan mudah, yaitu ...
Deep Web dan Dark Web, Apa Bedanya?
Cyber - Sabtu, 23 September 2017 - 09:42 WIB

Deep Web dan Dark Web, Apa Bedanya?

Meski banyak persamaan, Deep Web dan Dark Web ternyata berbeda. Deep Web merupakan tempat berisi situs-situs, forum, dan toko online ...