Sabtu, 24 Juni 2017 | 03.38 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Teknologi>Detektor Keringat Ini Bisa Cek Kesehatan Lho!

Detektor Keringat Ini Bisa Cek Kesehatan Lho!

Reporter : Bambang Medy | Kamis, 8 Desember 2016 - 08:28 WIB

IMG-3250

Sensor ini lembut di kulit dirancang untuk menangkap, mengumpulkan dan menganalisis keringat. (Ist)

Evanston, kini.co.id – Bayangkan jika anda akan melakukan cek kesehatan semudah anda menempelkan stiker pada kulit anda. Sebuah studi baru baru ini telah menemukan sensor kecil yang dapat membaca masalah yang terjadi di dalam tubuh anda.

Sensor ini mengambil kadar keringat yang dapat menyampaikan informasi tentang kesehatan anda secara nirkabel ke smartphone. Seperti yang dikutip dari livescience.com .

Jenis sensor wearable ini bisa bekerja sebagai alternatif untuk tes darah yang mendeteksi kesehatan anda dalam satu hari.

Menurut penelitian, keringat merupakan bahan kimia yang kaya molekul dari ion yang sederhana bermuatan listrik yang bersumber dari protein yang secara lebih kompleks dapat menjelaskan kejadian dalam tubuh manusia.

“Dokter dapat menggunakan keringat untuk mendiagnosa penyakit tertentu, mengungkap penggunaan narkoba dan mengungkapkan wawasan kinerja atletik. Keringat juga dapat dikumpulkan jauh lebih invasif dari darah,” kata penulis senior studi John Rogers, seorang ilmuwan material dan direktur Northwestern University Center for Bio-Integrated Electronics di Evanston, Illinois.

Dalam studi baru baru ini, para ilmuwan menanamkan sensor kimia dan perangkat lain ke dalam disc karet silikon yang lembut dan fleksibel, ukuran dan ketebalannya seperempat dari bidang lengan yang dapat dengan mudah menempel pada kulit.Perangkat ini dirancang untuk penanda kesehatan.

“Kami telah mengembangkan berbagai perangkat kulit tipis, lembut dan fleksibel sebagai platform generasi berikutnya untukteknologi dapat dipakai selama beberapa tahun sekarang,”

“Sekarang, kami telah mengembangkan alat tersebut untuk menangkap dan menganalisa keringat.”

Perangkat “mikrofluida” dirancang untuk cairan, secara khusus, sensor mengarahkan keringat bawah sejumlah saluran mikroskopis dengan ukuran 0,02 inci (0,5 milimeter) lebar ke kompartemen sekitar 0,16 inci (4 mm).

Masing-masing ruang ini mengukur biomarker tertentu, seperti pH, laktat, klorida dan kadar glukosa . Harga sensor dipasarkan senilai $ 1,50 per perangkat.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Tips ESET Menghindarkan Anak dari Konten Dewasa di Internet
Pendidikan - Kamis, 22 Juni 2017 - 10:54 WIB

Tips ESET Menghindarkan Anak dari Konten Dewasa di Internet

Internet adalah alat pendidikan yang bagus bagi anak-anak, yang dapat digunakan untuk mendukung proses belajar mereka. Namun, dunia maya itu ...
Berkat Keahlian IT, M Fachrin Tembus Program Indonesia Next di Silicon Valley
Pendidikan - Selasa, 20 Juni 2017 - 02:01 WIB

Berkat Keahlian IT, M Fachrin Tembus Program Indonesia Next di Silicon Valley

Seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan dunia yang semakin cepat, dibutuhkan generasi muda yang mampu dan handal dalam menghadapi berbagai ...
Pernah Gagal, Bintang Thunder Tak Menyerah Raih Mimpinya
Pendidikan - Selasa, 20 Juni 2017 - 01:54 WIB

Pernah Gagal, Bintang Thunder Tak Menyerah Raih Mimpinya

Sesuai dengan namanya, Bintang Thunder atau biasa disapa Bintang mengaku tak pernah lelah dalam mengejar impiannya menjadi bintang bagi masa ...
Nokia 3310 si ‘Ponsel Sejuta Umat ‘Resmi Dijual di Indonesia
Seluler - Kamis, 15 Juni 2017 - 19:19 WIB

Nokia 3310 si ‘Ponsel Sejuta Umat ‘Resmi Dijual di Indonesia

Pihak HMD Global, selaku rumah bagi ponsel Nokia 3310 mengumumkan secara resmi bahwa telepon selular dengan julukan sejuta umat itu ...
Kejahatan Siber Perusahaan Biasanya Dilakukan Karyawan dengan Motiv Dendam
Cyber - Kamis, 15 Juni 2017 - 16:46 WIB

Kejahatan Siber Perusahaan Biasanya Dilakukan Karyawan dengan Motiv Dendam

Berdasarkan riset dari Haystax Technology ditemukan fakta bahwa 74% perusahaan merasa rentan dengan ancaman orang dalam, sementara 56% profesional keamanan ...
3 Tipe Karyawan Penyebab Rentan Bahaya Siber
Cyber - Kamis, 15 Juni 2017 - 16:42 WIB

3 Tipe Karyawan Penyebab Rentan Bahaya Siber

Riset dari Haystax Technology ditemukan fakta bahwa bahwa 74% perusahaan merasa rentan dengan ancaman orang dalam, sementara 56 persen profesional ...