Kamis, 19 Oktober 2017 | 05.09 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Pendidikan>Survey: 80 Persen Pelajar Tak Sadar Dibohongi Berita Hoax di Medsos

Survey: 80 Persen Pelajar Tak Sadar Dibohongi Berita Hoax di Medsos

Reporter : Bayu Faisal | Sabtu, 3 Desember 2016 - 16:40 WIB

IMG-3233

Hoax. (Ilustrasi)

kini.co.id – Keberadaan media sosial tak hanya menjadi tempat bersenang-senang. Kini media sosial juga menjadi sarana bagi oknum yang tidak bertanggungjawab untuk menyebarkan berita fitnah dan hoax.

Sayangnya, tak seluruhnya pengguna media sosial sadar kalau mereka sedang dibohongi berita palsu. Terlebih, di media sosial kebanyakan adalah anak-anak di bawah umur dan orang dewasa yang tingkat pendidikan yang rendah.

Bahkan sebuah survey yang dilakukan para peneliti dari Stanford’s Education History Group menunjukkan kebanyakan siswa tidak bisa membedakan berita yang benar dan berita bohong.

80 persen dari 7.800 siswa yang duduk di bangku SMP hingga kuliah, tidak dapat membedakan berita hoax dan berita asli.

Mereka diberi beberapa berita dan diminta menilai apakah berita tersebut dapat dipercaya atau tidak. Hasilnya sangat memprihatinkan, tidak sedikit dari siswa yang lupa untuk memeriksa penulis maupun sponsor di balik artikel tersebut.

Mereka juga kesulitan memahami sebuah iklan terselubung dapat berada dalam sebuah berita. Mirisnya, para pelajar malah menganggap berita layak dipercaya jika menampilkan gambar yang besar.

Sam Wineburg, penulis utama penelitian tersebut dan pendiri Stanford History Education Group mengatakan orangtua justru berasumsi anak yang pandai menggunakan media sosial juga gampang terpapar konten yang mereka temukan disana, Sabtu (3/12/2016)

Untuk itu, kata dia, mungkin sudah saatnya orangtua dan guru bekerjasama untuk mengajari anak cara-cara memilih informasi yang tepat agar tidak termakan berita hoax.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Google gandeng ESET basmi software berbahaya di internet
Cyber - Selasa, 17 Oktober 2017 - 18:08 WIB

Google gandeng ESET basmi software berbahaya di internet

Setiap hari jutaan pengguna internet, tanpa mereka sadari, seringkali menjadi korban perangkat lunak yang memodifikasi hasil pencarian mereka untuk mengalihkannya ...
Gerakan bijak bersosial media rambah Kota Gudeg
Telekomunikasi - Sabtu, 7 Oktober 2017 - 11:24 WIB

Gerakan bijak bersosial media rambah Kota Gudeg

Gerakan Bijak Bersosial Media (Bersosmed) yang diluncurkan di Jakarta beberapa waktu lalu, kini mulai merambah sejumlah kota lainnya, yakni Jogja.Gerakan ...
Vivo resmi luncurkan v7+ di Indonesia
Seluler - Jumat, 29 September 2017 - 03:24 WIB

Vivo resmi luncurkan v7+ di Indonesia

Vivo resmi meluncurkan perangkat premiumnya V7+ di Indonesia dalam sebuah acara yang digelar di JiExpo Kemayoran dan disiarkan secara langsung ...
Baru Diluncurkan, iOS 11 Ternyata Lebih Boros Baterai
Seluler - Rabu, 27 September 2017 - 15:55 WIB

Baru Diluncurkan, iOS 11 Ternyata Lebih Boros Baterai

Diluncurkannya iOS 11 oleh Apple ternyata tak begitu menuai respon positif dari pengguna. Sebaliknya, iOS 11 ternyata lebih banyak memakan ...
Pengalaman Mengerikan Orang-orang yang Mengunjungi Deep Web
Cyber - Sabtu, 23 September 2017 - 10:43 WIB

Pengalaman Mengerikan Orang-orang yang Mengunjungi Deep Web

Deep Web adalah bagian dari World Wide Web tetapi tidak termasuk ke dalam internet yang dapat dicari dengan mudah, yaitu ...
Deep Web dan Dark Web, Apa Bedanya?
Cyber - Sabtu, 23 September 2017 - 09:42 WIB

Deep Web dan Dark Web, Apa Bedanya?

Meski banyak persamaan, Deep Web dan Dark Web ternyata berbeda. Deep Web merupakan tempat berisi situs-situs, forum, dan toko online ...