Rabu, 24 Mei 2017 | 11.09 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Ilmiah>Supermoon Menghiasi Langit Medan

Supermoon Menghiasi Langit Medan

Reporter : Sindi Violinda | Senin, 14 November 2016 - 20:20 WIB

IMG-3215

Supermoon (14/11), Medan, 20.26 WIB. (KiniNews/Ade)

Medan, kini.co.id – Fenomena Supermoon kembali dapat disaksikan masyarakat Kota Medan dan seluruh Wilayah Indonesia pada hari ini, Senin (14/11/2016).

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah 1 Sumatera Utara mengatakan, ini merupakan fenomena Supermoon yang terjadi kedua kali di Indonesia sejak Merdeka setelah tahun pertamanya yang terjadi pada tahun 1948.

BMKG memprediksi fenomena Supermoon ini akan kembali terjadi pada 25 November tahun 2034.

Meskipun cuaca Kota Medan pada malam ini diperkirakan akan hujan ringan, masyarakat Medan masih bisa menyaksikan fenomena langka tersebut malam ini.

Terbukti dengan trending topik di medsos terkait supermoon di langit Medan malam ini. Beberapa orang juga sudah mengunggah foto bulan di akun media sosialnya.

Kabag Humas BMKG Wilayah I Sumut, Sunardi mengatakan hujan ringan hanyalah prediksi melihat cuaca yang cukup berawan tebal. Akan tetapi, masyarakat khususnya Kota Medan tetap dapat melihat Supermoon pada malam ini.

“Hari ini merupakan kesempatan yang sangat langka, karena bulan berada di posisi terdekat dengan bumi, dan bulan akan terlihat 2 kali lebih besar dari bulan biasanya.” kata BMKG kepada reporter KiniNews Senin (14/11/2016).

BMKG menambahkan fenomena Supermoon ini akan dimulai dengan fase awal yaitu pukul 11: 23 UTC atau ​18:23 Wib dan dengan fase ​purnama yang dimulai pukul 13:52 UTC atau 20:52 Wib.

“Fase purnama pada 20:52 setelah itu bakal lebih besar lagi kira-kira pukul sepuluh malam dan diprediksi akan berakhir pukul 3 pagi,” tambahnya.

Fase pertama dimulai seperti terbitnya bulan, fase kedua cerah, dan akan lebih cerah lagi, kecuali tertutup awan.

BMKG mengimbau kepada masyarakat agar melihat fenomena langka ini. Ia juga mengatakan fenomena Supermoon ini dapat dilihat secara kasatmata, karena akan terbit seperti bulan purnama biasa, akan tetapi lebih besar.

BMKG juga mengatakan,  jarak terdekat pada bulan dan bumi kurang lebih  121 524 Mil dari jarak bumi dengan jarak terdekatnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Yuk Intip Bocoran Desain Apple iPhone 8
Seluler - Kamis, 18 Mei 2017 - 16:43 WIB

Yuk Intip Bocoran Desain Apple iPhone 8

Setelah pesaingnya Samsung tengah menyiapkan ponsel berkamera ganda pertama, Apple dengan iPhone 8 tak mau kalah dengan desain eksentriknya yang ...
‘Meluruskan Pemahaman Hadis Kaum Jihadis’
Ilmiah - Rabu, 17 Mei 2017 - 08:41 WIB

‘Meluruskan Pemahaman Hadis Kaum Jihadis’

Deradikalisasi saat ini terus digencarkan dalam meluruskan pemahaman radikal, terutama kaum Khawarij yang kini mendapat tempat di bumi Nusantara.Badan Nasional ...
Masyarakat tak Perlu Panik Ada Serangan Virus WannaCry
Cyber - Minggu, 14 Mei 2017 - 20:05 WIB

Masyarakat tak Perlu Panik Ada Serangan Virus WannaCry

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengantisipasi penyebaran virus Ransomeware WannaCry dan menghimbau masyarakat tak perlu panik terhadap serangan virus yang kini ...
Hadapi Ransomware WannaCry, Ini Saran ESET Indonesia
Cyber - Minggu, 14 Mei 2017 - 19:32 WIB

Hadapi Ransomware WannaCry, Ini Saran ESET Indonesia

Virus malware ransomware WannaCry yang menyerang berbagai perusahaan di seluruh dunia termasuk di Indonesia menyebabkan korban berjatuhan dalam jumlah besar.Ransomware ...
Sang Legendaris Nokia 3310 Siap Dipasarkan
Seluler - Minggu, 7 Mei 2017 - 10:35 WIB

Sang Legendaris Nokia 3310 Siap Dipasarkan

Setelah dirilis beberapa bulan lalu, HP legendaris Nokia 3310 akhirnya diumumkan resmi bakal meluncur ke pasaran. Dalam akun resmi Twitter ...
Teknologi Militer yang Menjadi Milik Umum
Telekomunikasi - Selasa, 18 April 2017 - 18:22 WIB

Teknologi Militer yang Menjadi Milik Umum

Enkripsi secara eksplisit dapat diartikan sebagai suatu proses untuk mengubah pesan (informasi) sehingga tidak dapat dilihat ...