Kamis, 19 Oktober 2017 | 05.16 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Ilmiah>Supermoon Menghiasi Langit Medan

Supermoon Menghiasi Langit Medan

Reporter : Sindi Violinda | Senin, 14 November 2016 - 20:20 WIB

IMG-3215

Supermoon (14/11), Medan, 20.26 WIB. (KiniNews/Ade)

Medan, kini.co.id – Fenomena Supermoon kembali dapat disaksikan masyarakat Kota Medan dan seluruh Wilayah Indonesia pada hari ini, Senin (14/11/2016).

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah 1 Sumatera Utara mengatakan, ini merupakan fenomena Supermoon yang terjadi kedua kali di Indonesia sejak Merdeka setelah tahun pertamanya yang terjadi pada tahun 1948.

BMKG memprediksi fenomena Supermoon ini akan kembali terjadi pada 25 November tahun 2034.

Meskipun cuaca Kota Medan pada malam ini diperkirakan akan hujan ringan, masyarakat Medan masih bisa menyaksikan fenomena langka tersebut malam ini.

Terbukti dengan trending topik di medsos terkait supermoon di langit Medan malam ini. Beberapa orang juga sudah mengunggah foto bulan di akun media sosialnya.

Kabag Humas BMKG Wilayah I Sumut, Sunardi mengatakan hujan ringan hanyalah prediksi melihat cuaca yang cukup berawan tebal. Akan tetapi, masyarakat khususnya Kota Medan tetap dapat melihat Supermoon pada malam ini.

“Hari ini merupakan kesempatan yang sangat langka, karena bulan berada di posisi terdekat dengan bumi, dan bulan akan terlihat 2 kali lebih besar dari bulan biasanya.” kata BMKG kepada reporter KiniNews Senin (14/11/2016).

BMKG menambahkan fenomena Supermoon ini akan dimulai dengan fase awal yaitu pukul 11: 23 UTC atau ​18:23 Wib dan dengan fase ​purnama yang dimulai pukul 13:52 UTC atau 20:52 Wib.

“Fase purnama pada 20:52 setelah itu bakal lebih besar lagi kira-kira pukul sepuluh malam dan diprediksi akan berakhir pukul 3 pagi,” tambahnya.

Fase pertama dimulai seperti terbitnya bulan, fase kedua cerah, dan akan lebih cerah lagi, kecuali tertutup awan.

BMKG mengimbau kepada masyarakat agar melihat fenomena langka ini. Ia juga mengatakan fenomena Supermoon ini dapat dilihat secara kasatmata, karena akan terbit seperti bulan purnama biasa, akan tetapi lebih besar.

BMKG juga mengatakan,  jarak terdekat pada bulan dan bumi kurang lebih  121 524 Mil dari jarak bumi dengan jarak terdekatnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Google gandeng ESET basmi software berbahaya di internet
Cyber - Selasa, 17 Oktober 2017 - 18:08 WIB

Google gandeng ESET basmi software berbahaya di internet

Setiap hari jutaan pengguna internet, tanpa mereka sadari, seringkali menjadi korban perangkat lunak yang memodifikasi hasil pencarian mereka untuk mengalihkannya ...
Gerakan bijak bersosial media rambah Kota Gudeg
Telekomunikasi - Sabtu, 7 Oktober 2017 - 11:24 WIB

Gerakan bijak bersosial media rambah Kota Gudeg

Gerakan Bijak Bersosial Media (Bersosmed) yang diluncurkan di Jakarta beberapa waktu lalu, kini mulai merambah sejumlah kota lainnya, yakni Jogja.Gerakan ...
Vivo resmi luncurkan v7+ di Indonesia
Seluler - Jumat, 29 September 2017 - 03:24 WIB

Vivo resmi luncurkan v7+ di Indonesia

Vivo resmi meluncurkan perangkat premiumnya V7+ di Indonesia dalam sebuah acara yang digelar di JiExpo Kemayoran dan disiarkan secara langsung ...
Baru Diluncurkan, iOS 11 Ternyata Lebih Boros Baterai
Seluler - Rabu, 27 September 2017 - 15:55 WIB

Baru Diluncurkan, iOS 11 Ternyata Lebih Boros Baterai

Diluncurkannya iOS 11 oleh Apple ternyata tak begitu menuai respon positif dari pengguna. Sebaliknya, iOS 11 ternyata lebih banyak memakan ...
Pengalaman Mengerikan Orang-orang yang Mengunjungi Deep Web
Cyber - Sabtu, 23 September 2017 - 10:43 WIB

Pengalaman Mengerikan Orang-orang yang Mengunjungi Deep Web

Deep Web adalah bagian dari World Wide Web tetapi tidak termasuk ke dalam internet yang dapat dicari dengan mudah, yaitu ...
Deep Web dan Dark Web, Apa Bedanya?
Cyber - Sabtu, 23 September 2017 - 09:42 WIB

Deep Web dan Dark Web, Apa Bedanya?

Meski banyak persamaan, Deep Web dan Dark Web ternyata berbeda. Deep Web merupakan tempat berisi situs-situs, forum, dan toko online ...