Sabtu, 24 Juni 2017 | 03.47 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Ilmiah>Supermoon Menghiasi Langit Medan

Supermoon Menghiasi Langit Medan

Reporter : Sindi Violinda | Senin, 14 November 2016 - 20:20 WIB

IMG-3215

Supermoon (14/11), Medan, 20.26 WIB. (KiniNews/Ade)

Medan, kini.co.id – Fenomena Supermoon kembali dapat disaksikan masyarakat Kota Medan dan seluruh Wilayah Indonesia pada hari ini, Senin (14/11/2016).

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah 1 Sumatera Utara mengatakan, ini merupakan fenomena Supermoon yang terjadi kedua kali di Indonesia sejak Merdeka setelah tahun pertamanya yang terjadi pada tahun 1948.

BMKG memprediksi fenomena Supermoon ini akan kembali terjadi pada 25 November tahun 2034.

Meskipun cuaca Kota Medan pada malam ini diperkirakan akan hujan ringan, masyarakat Medan masih bisa menyaksikan fenomena langka tersebut malam ini.

Terbukti dengan trending topik di medsos terkait supermoon di langit Medan malam ini. Beberapa orang juga sudah mengunggah foto bulan di akun media sosialnya.

Kabag Humas BMKG Wilayah I Sumut, Sunardi mengatakan hujan ringan hanyalah prediksi melihat cuaca yang cukup berawan tebal. Akan tetapi, masyarakat khususnya Kota Medan tetap dapat melihat Supermoon pada malam ini.

“Hari ini merupakan kesempatan yang sangat langka, karena bulan berada di posisi terdekat dengan bumi, dan bulan akan terlihat 2 kali lebih besar dari bulan biasanya.” kata BMKG kepada reporter KiniNews Senin (14/11/2016).

BMKG menambahkan fenomena Supermoon ini akan dimulai dengan fase awal yaitu pukul 11: 23 UTC atau ​18:23 Wib dan dengan fase ​purnama yang dimulai pukul 13:52 UTC atau 20:52 Wib.

“Fase purnama pada 20:52 setelah itu bakal lebih besar lagi kira-kira pukul sepuluh malam dan diprediksi akan berakhir pukul 3 pagi,” tambahnya.

Fase pertama dimulai seperti terbitnya bulan, fase kedua cerah, dan akan lebih cerah lagi, kecuali tertutup awan.

BMKG mengimbau kepada masyarakat agar melihat fenomena langka ini. Ia juga mengatakan fenomena Supermoon ini dapat dilihat secara kasatmata, karena akan terbit seperti bulan purnama biasa, akan tetapi lebih besar.

BMKG juga mengatakan,  jarak terdekat pada bulan dan bumi kurang lebih  121 524 Mil dari jarak bumi dengan jarak terdekatnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Tips ESET Menghindarkan Anak dari Konten Dewasa di Internet
Pendidikan - Kamis, 22 Juni 2017 - 10:54 WIB

Tips ESET Menghindarkan Anak dari Konten Dewasa di Internet

Internet adalah alat pendidikan yang bagus bagi anak-anak, yang dapat digunakan untuk mendukung proses belajar mereka. Namun, dunia maya itu ...
Berkat Keahlian IT, M Fachrin Tembus Program Indonesia Next di Silicon Valley
Pendidikan - Selasa, 20 Juni 2017 - 02:01 WIB

Berkat Keahlian IT, M Fachrin Tembus Program Indonesia Next di Silicon Valley

Seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan dunia yang semakin cepat, dibutuhkan generasi muda yang mampu dan handal dalam menghadapi berbagai ...
Pernah Gagal, Bintang Thunder Tak Menyerah Raih Mimpinya
Pendidikan - Selasa, 20 Juni 2017 - 01:54 WIB

Pernah Gagal, Bintang Thunder Tak Menyerah Raih Mimpinya

Sesuai dengan namanya, Bintang Thunder atau biasa disapa Bintang mengaku tak pernah lelah dalam mengejar impiannya menjadi bintang bagi masa ...
Nokia 3310 si ‘Ponsel Sejuta Umat ‘Resmi Dijual di Indonesia
Seluler - Kamis, 15 Juni 2017 - 19:19 WIB

Nokia 3310 si ‘Ponsel Sejuta Umat ‘Resmi Dijual di Indonesia

Pihak HMD Global, selaku rumah bagi ponsel Nokia 3310 mengumumkan secara resmi bahwa telepon selular dengan julukan sejuta umat itu ...
Kejahatan Siber Perusahaan Biasanya Dilakukan Karyawan dengan Motiv Dendam
Cyber - Kamis, 15 Juni 2017 - 16:46 WIB

Kejahatan Siber Perusahaan Biasanya Dilakukan Karyawan dengan Motiv Dendam

Berdasarkan riset dari Haystax Technology ditemukan fakta bahwa 74% perusahaan merasa rentan dengan ancaman orang dalam, sementara 56% profesional keamanan ...
3 Tipe Karyawan Penyebab Rentan Bahaya Siber
Cyber - Kamis, 15 Juni 2017 - 16:42 WIB

3 Tipe Karyawan Penyebab Rentan Bahaya Siber

Riset dari Haystax Technology ditemukan fakta bahwa bahwa 74% perusahaan merasa rentan dengan ancaman orang dalam, sementara 56 persen profesional ...