Kamis, 19 Oktober 2017 | 05.11 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Game>Banyak Kecurangan, Pokemon Go Mulai Ditinggalkan Penggemar?

Banyak Kecurangan, Pokemon Go Mulai Ditinggalkan Penggemar?

Reporter : Bayu Faisal | Kamis, 25 Agustus 2016 - 16:20 WIB

IMG-22

Game Pokemon GO. (Ist)

kini.co.id – Demam Pokemon GO tampaknya tak berlangsung lama. Pasalnya, saat ini para pemain mulai meninggalkan permainan tersebut. Pasalnya, sebagian pemain sudah bosan hanya bisa menangkap pokemon.

Sedangkan untuk bertarung di Gym tidak memungkinkan jika level pemain masih rendah. Sayangnya, pemain level tinggi banyak berlaku curang yakni dengan bermain menggunakan aplikasi khusus di komputer.

“Padahal udah main jujur, sering nongkrong di Pokestop berjam-jam, ngopi susah payah sampai level 25 malah di-banned, sedangkan yang main curang masih duduk manis jadi leader di gym levelnya di atas 30,” ujar seorang pengguna di komentar Playstore.

Sementara, seorang analis senior dari firma dagang Axiom Capital Manegement, Victor Anthony, penurunan tren game berbasis augmented reality tersebut dapat dilihat dari berbagai sisi.

Hal senada juga diungkapkan perusahaan survei aplikasi, Apptopia. Apptopia melampirkan sejumlah bukti statistik yang mendukung pernyataanya. Diantaranya yaitu jumlah pengguna harian, unduhan, tingkat pemakaian (engagement) dan waktu yang dihabiskan untuk memainkannya.

Pokemon Go terbukti masih belum bisa mematahkan tren game itu diawal-awal perilisannya. Permainan augmented reality justru mulai mengalami penurunan yang cukup drastis.

Hal ini sesuai dengan prediksi beberapa pengamat saat Pokemon Go baru dirilis. Kesuksesan instan yang diperoleh permainan itu bisa jadi hanya untuk sesaat untuk mengobati rasa penasaran masyarakat. Meski demikian, Pokemon Go sendiri telah beberapa kali diperbarui untuk kualitas yang lebih baik dan fitur baru agar pengguna tak mudah bosan.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Google gandeng ESET basmi software berbahaya di internet
Cyber - Selasa, 17 Oktober 2017 - 18:08 WIB

Google gandeng ESET basmi software berbahaya di internet

Setiap hari jutaan pengguna internet, tanpa mereka sadari, seringkali menjadi korban perangkat lunak yang memodifikasi hasil pencarian mereka untuk mengalihkannya ...
Gerakan bijak bersosial media rambah Kota Gudeg
Telekomunikasi - Sabtu, 7 Oktober 2017 - 11:24 WIB

Gerakan bijak bersosial media rambah Kota Gudeg

Gerakan Bijak Bersosial Media (Bersosmed) yang diluncurkan di Jakarta beberapa waktu lalu, kini mulai merambah sejumlah kota lainnya, yakni Jogja.Gerakan ...
Vivo resmi luncurkan v7+ di Indonesia
Seluler - Jumat, 29 September 2017 - 03:24 WIB

Vivo resmi luncurkan v7+ di Indonesia

Vivo resmi meluncurkan perangkat premiumnya V7+ di Indonesia dalam sebuah acara yang digelar di JiExpo Kemayoran dan disiarkan secara langsung ...
Baru Diluncurkan, iOS 11 Ternyata Lebih Boros Baterai
Seluler - Rabu, 27 September 2017 - 15:55 WIB

Baru Diluncurkan, iOS 11 Ternyata Lebih Boros Baterai

Diluncurkannya iOS 11 oleh Apple ternyata tak begitu menuai respon positif dari pengguna. Sebaliknya, iOS 11 ternyata lebih banyak memakan ...
Pengalaman Mengerikan Orang-orang yang Mengunjungi Deep Web
Cyber - Sabtu, 23 September 2017 - 10:43 WIB

Pengalaman Mengerikan Orang-orang yang Mengunjungi Deep Web

Deep Web adalah bagian dari World Wide Web tetapi tidak termasuk ke dalam internet yang dapat dicari dengan mudah, yaitu ...
Deep Web dan Dark Web, Apa Bedanya?
Cyber - Sabtu, 23 September 2017 - 09:42 WIB

Deep Web dan Dark Web, Apa Bedanya?

Meski banyak persamaan, Deep Web dan Dark Web ternyata berbeda. Deep Web merupakan tempat berisi situs-situs, forum, dan toko online ...