Sabtu, 24 Juni 2017 | 03.46 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Game>Banyak Kecurangan, Pokemon Go Mulai Ditinggalkan Penggemar?

Banyak Kecurangan, Pokemon Go Mulai Ditinggalkan Penggemar?

Reporter : Bayu Faisal | Kamis, 25 Agustus 2016 - 16:20 WIB

IMG-22

Game Pokemon GO. (Ist)

kini.co.id – Demam Pokemon GO tampaknya tak berlangsung lama. Pasalnya, saat ini para pemain mulai meninggalkan permainan tersebut. Pasalnya, sebagian pemain sudah bosan hanya bisa menangkap pokemon.

Sedangkan untuk bertarung di Gym tidak memungkinkan jika level pemain masih rendah. Sayangnya, pemain level tinggi banyak berlaku curang yakni dengan bermain menggunakan aplikasi khusus di komputer.

“Padahal udah main jujur, sering nongkrong di Pokestop berjam-jam, ngopi susah payah sampai level 25 malah di-banned, sedangkan yang main curang masih duduk manis jadi leader di gym levelnya di atas 30,” ujar seorang pengguna di komentar Playstore.

Sementara, seorang analis senior dari firma dagang Axiom Capital Manegement, Victor Anthony, penurunan tren game berbasis augmented reality tersebut dapat dilihat dari berbagai sisi.

Hal senada juga diungkapkan perusahaan survei aplikasi, Apptopia. Apptopia melampirkan sejumlah bukti statistik yang mendukung pernyataanya. Diantaranya yaitu jumlah pengguna harian, unduhan, tingkat pemakaian (engagement) dan waktu yang dihabiskan untuk memainkannya.

Pokemon Go terbukti masih belum bisa mematahkan tren game itu diawal-awal perilisannya. Permainan augmented reality justru mulai mengalami penurunan yang cukup drastis.

Hal ini sesuai dengan prediksi beberapa pengamat saat Pokemon Go baru dirilis. Kesuksesan instan yang diperoleh permainan itu bisa jadi hanya untuk sesaat untuk mengobati rasa penasaran masyarakat. Meski demikian, Pokemon Go sendiri telah beberapa kali diperbarui untuk kualitas yang lebih baik dan fitur baru agar pengguna tak mudah bosan.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Tips ESET Menghindarkan Anak dari Konten Dewasa di Internet
Pendidikan - Kamis, 22 Juni 2017 - 10:54 WIB

Tips ESET Menghindarkan Anak dari Konten Dewasa di Internet

Internet adalah alat pendidikan yang bagus bagi anak-anak, yang dapat digunakan untuk mendukung proses belajar mereka. Namun, dunia maya itu ...
Berkat Keahlian IT, M Fachrin Tembus Program Indonesia Next di Silicon Valley
Pendidikan - Selasa, 20 Juni 2017 - 02:01 WIB

Berkat Keahlian IT, M Fachrin Tembus Program Indonesia Next di Silicon Valley

Seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan dunia yang semakin cepat, dibutuhkan generasi muda yang mampu dan handal dalam menghadapi berbagai ...
Pernah Gagal, Bintang Thunder Tak Menyerah Raih Mimpinya
Pendidikan - Selasa, 20 Juni 2017 - 01:54 WIB

Pernah Gagal, Bintang Thunder Tak Menyerah Raih Mimpinya

Sesuai dengan namanya, Bintang Thunder atau biasa disapa Bintang mengaku tak pernah lelah dalam mengejar impiannya menjadi bintang bagi masa ...
Nokia 3310 si ‘Ponsel Sejuta Umat ‘Resmi Dijual di Indonesia
Seluler - Kamis, 15 Juni 2017 - 19:19 WIB

Nokia 3310 si ‘Ponsel Sejuta Umat ‘Resmi Dijual di Indonesia

Pihak HMD Global, selaku rumah bagi ponsel Nokia 3310 mengumumkan secara resmi bahwa telepon selular dengan julukan sejuta umat itu ...
Kejahatan Siber Perusahaan Biasanya Dilakukan Karyawan dengan Motiv Dendam
Cyber - Kamis, 15 Juni 2017 - 16:46 WIB

Kejahatan Siber Perusahaan Biasanya Dilakukan Karyawan dengan Motiv Dendam

Berdasarkan riset dari Haystax Technology ditemukan fakta bahwa 74% perusahaan merasa rentan dengan ancaman orang dalam, sementara 56% profesional keamanan ...
3 Tipe Karyawan Penyebab Rentan Bahaya Siber
Cyber - Kamis, 15 Juni 2017 - 16:42 WIB

3 Tipe Karyawan Penyebab Rentan Bahaya Siber

Riset dari Haystax Technology ditemukan fakta bahwa bahwa 74% perusahaan merasa rentan dengan ancaman orang dalam, sementara 56 persen profesional ...