Sabtu, 24 Juni 2017 | 03.44 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Lainnya>Tak Ada Nama Palestina di Peta Google, Netizen Kecam Google

Tak Ada Nama Palestina di Peta Google, Netizen Kecam Google

Reporter : Bayu Faisal | Rabu, 10 Agustus 2016 - 22:17 WIB

IMG-18

Terilihat pada peta tak ada label Palestina pada peta tersebut, yang tertera hanya Israel (Google Maps)

Gaza, kini.co.id – Wilayah Palestina di Peta Online Google (Google Maps) telah berganti nama menjadi Israel secara keseluruhan. Hal ini mengakibatkan seluruh warga dan netizen bereaksi dan mengecam google.

Belum diketahui apa sebab Google menganti nama wilayah Palestina sehingga menjadi Israel secara keseluruhan, namun para netizen yang telah geram melihat Google telah menandatangani petisi yang ada di Change.org, dan mendesak Google untuk mengembalikan label Palestina, dan bukan menjadikannya bagian dari Israel.

Sementara itu Forum Jurnalis Palestina menegaskan, keputusan yang dibuat oleh Google telah bertentangan dengan semua norma dan konvensi internasional. Penghapusan nama Palestina itu sendiri terjadi sejak Senin (25/7/2016).

Forum tersebut juga mengungkapkan bahwa diduga keputusan Google tersebut merupakan salah satu bagian dari skema Israel untuk melegitimasi negaranya untuk generasi masa depannya.

“Keputusan Google menghapus Palestina dari peta adalah bagian dari skema Israel untuk menjadi negara terlegitimasi bagi generasi masa depannya dan menghapus Palestina,” seperti dikutip dari Middle East Monitor.

Forum itu juga mendesak Google untuk segera mengembalikan label Palestina seperti sedia kala.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Tips ESET Menghindarkan Anak dari Konten Dewasa di Internet
Pendidikan - Kamis, 22 Juni 2017 - 10:54 WIB

Tips ESET Menghindarkan Anak dari Konten Dewasa di Internet

Internet adalah alat pendidikan yang bagus bagi anak-anak, yang dapat digunakan untuk mendukung proses belajar mereka. Namun, dunia maya itu ...
Berkat Keahlian IT, M Fachrin Tembus Program Indonesia Next di Silicon Valley
Pendidikan - Selasa, 20 Juni 2017 - 02:01 WIB

Berkat Keahlian IT, M Fachrin Tembus Program Indonesia Next di Silicon Valley

Seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan dunia yang semakin cepat, dibutuhkan generasi muda yang mampu dan handal dalam menghadapi berbagai ...
Pernah Gagal, Bintang Thunder Tak Menyerah Raih Mimpinya
Pendidikan - Selasa, 20 Juni 2017 - 01:54 WIB

Pernah Gagal, Bintang Thunder Tak Menyerah Raih Mimpinya

Sesuai dengan namanya, Bintang Thunder atau biasa disapa Bintang mengaku tak pernah lelah dalam mengejar impiannya menjadi bintang bagi masa ...
Nokia 3310 si ‘Ponsel Sejuta Umat ‘Resmi Dijual di Indonesia
Seluler - Kamis, 15 Juni 2017 - 19:19 WIB

Nokia 3310 si ‘Ponsel Sejuta Umat ‘Resmi Dijual di Indonesia

Pihak HMD Global, selaku rumah bagi ponsel Nokia 3310 mengumumkan secara resmi bahwa telepon selular dengan julukan sejuta umat itu ...
Kejahatan Siber Perusahaan Biasanya Dilakukan Karyawan dengan Motiv Dendam
Cyber - Kamis, 15 Juni 2017 - 16:46 WIB

Kejahatan Siber Perusahaan Biasanya Dilakukan Karyawan dengan Motiv Dendam

Berdasarkan riset dari Haystax Technology ditemukan fakta bahwa 74% perusahaan merasa rentan dengan ancaman orang dalam, sementara 56% profesional keamanan ...
3 Tipe Karyawan Penyebab Rentan Bahaya Siber
Cyber - Kamis, 15 Juni 2017 - 16:42 WIB

3 Tipe Karyawan Penyebab Rentan Bahaya Siber

Riset dari Haystax Technology ditemukan fakta bahwa bahwa 74% perusahaan merasa rentan dengan ancaman orang dalam, sementara 56 persen profesional ...