Rabu, 24 Mei 2017 | 11.10 WIB
KiniNEWS>SainsTek>Lainnya>Tak Ada Nama Palestina di Peta Google, Netizen Kecam Google

Tak Ada Nama Palestina di Peta Google, Netizen Kecam Google

Reporter : Bayu Faisal | Rabu, 10 Agustus 2016 - 22:17 WIB

IMG-18

Terilihat pada peta tak ada label Palestina pada peta tersebut, yang tertera hanya Israel (Google Maps)

Gaza, kini.co.id – Wilayah Palestina di Peta Online Google (Google Maps) telah berganti nama menjadi Israel secara keseluruhan. Hal ini mengakibatkan seluruh warga dan netizen bereaksi dan mengecam google.

Belum diketahui apa sebab Google menganti nama wilayah Palestina sehingga menjadi Israel secara keseluruhan, namun para netizen yang telah geram melihat Google telah menandatangani petisi yang ada di Change.org, dan mendesak Google untuk mengembalikan label Palestina, dan bukan menjadikannya bagian dari Israel.

Sementara itu Forum Jurnalis Palestina menegaskan, keputusan yang dibuat oleh Google telah bertentangan dengan semua norma dan konvensi internasional. Penghapusan nama Palestina itu sendiri terjadi sejak Senin (25/7/2016).

Forum tersebut juga mengungkapkan bahwa diduga keputusan Google tersebut merupakan salah satu bagian dari skema Israel untuk melegitimasi negaranya untuk generasi masa depannya.

“Keputusan Google menghapus Palestina dari peta adalah bagian dari skema Israel untuk menjadi negara terlegitimasi bagi generasi masa depannya dan menghapus Palestina,” seperti dikutip dari Middle East Monitor.

Forum itu juga mendesak Google untuk segera mengembalikan label Palestina seperti sedia kala.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita SainsTek Terkini Lainnya
Yuk Intip Bocoran Desain Apple iPhone 8
Seluler - Kamis, 18 Mei 2017 - 16:43 WIB

Yuk Intip Bocoran Desain Apple iPhone 8

Setelah pesaingnya Samsung tengah menyiapkan ponsel berkamera ganda pertama, Apple dengan iPhone 8 tak mau kalah dengan desain eksentriknya yang ...
‘Meluruskan Pemahaman Hadis Kaum Jihadis’
Ilmiah - Rabu, 17 Mei 2017 - 08:41 WIB

‘Meluruskan Pemahaman Hadis Kaum Jihadis’

Deradikalisasi saat ini terus digencarkan dalam meluruskan pemahaman radikal, terutama kaum Khawarij yang kini mendapat tempat di bumi Nusantara.Badan Nasional ...
Masyarakat tak Perlu Panik Ada Serangan Virus WannaCry
Cyber - Minggu, 14 Mei 2017 - 20:05 WIB

Masyarakat tak Perlu Panik Ada Serangan Virus WannaCry

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengantisipasi penyebaran virus Ransomeware WannaCry dan menghimbau masyarakat tak perlu panik terhadap serangan virus yang kini ...
Hadapi Ransomware WannaCry, Ini Saran ESET Indonesia
Cyber - Minggu, 14 Mei 2017 - 19:32 WIB

Hadapi Ransomware WannaCry, Ini Saran ESET Indonesia

Virus malware ransomware WannaCry yang menyerang berbagai perusahaan di seluruh dunia termasuk di Indonesia menyebabkan korban berjatuhan dalam jumlah besar.Ransomware ...
Sang Legendaris Nokia 3310 Siap Dipasarkan
Seluler - Minggu, 7 Mei 2017 - 10:35 WIB

Sang Legendaris Nokia 3310 Siap Dipasarkan

Setelah dirilis beberapa bulan lalu, HP legendaris Nokia 3310 akhirnya diumumkan resmi bakal meluncur ke pasaran. Dalam akun resmi Twitter ...
Teknologi Militer yang Menjadi Milik Umum
Telekomunikasi - Selasa, 18 April 2017 - 18:22 WIB

Teknologi Militer yang Menjadi Milik Umum

Enkripsi secara eksplisit dapat diartikan sebagai suatu proses untuk mengubah pesan (informasi) sehingga tidak dapat dilihat ...